Entri yang Diunggulkan

Series Recommendations! 🎥

Hi, happy Wednesday all! So decided to post my own personal series. I usually dont like watching movie, so because i watched those series ...

Selasa, 31 Mei 2016

Problematik UKT Maba IPB



Hari ini, pagi-pagi sekali, grup kelas ramai memperbincangkan hal ini.

"Oi, UKT naek! Kasihan anak 53 banyak yang terancam gagal kuliah."

"Beasiswa Bidikmisi kuota dikurangin, cuma 10% dari total mahasiswa."

"Adek omda gue itu, kasihan banget."

Aku, yang sebenernya nggak terlalu update masalah ini, kaget pas tau seberapa besar biaya UKT yang dibebankan kepada mahasiswa baru angkatan 53. Mahal! Bahkan ada kasus yang orang tuanya cuma buruh cuci harus bayar uang UKT sebesar 5.700.000 rupiah. Ini jelas berat banget, sedangkan banyak anak yang punya mimpi untuk kuliah. Ngedengernya aku miris kenapa hal ini bisa terjadi. Kebayang nggak sih, dulu waktu buka pengumuman SNMPTN senengnya minta ampun gara-gara lolos PTN impian tapi pas tiba-tiba keluar biaya UKT rasanya kayak dijatuhin dari atas?

Sebenernya setelah diselidiki bukan salah IPB juga. Tahun ini banyak PTN baru di Indonesia sehingga anggaran pendidikan buat PTN dipukul rata. Pemukulan rata anggaran pendidikan buat PTN ini menyebabkan berkurangnya jumlah uang yang biasanya diterima kampus karena harus berbagi juga sama  PTN-PTN yang baru ini. Nah, dampaknya? Kampus terpaksa naikin uang UKT.

Rasanya sedih ngedenger ini, aku termasuk salah satu mahasiswa IPB yang beruntung karena dapet BM diawal masuk, saat itu kuota untuk BM nggak seperti sekarang yang paling cuma 370 orang, angkatan 51 hampir 800 orang dapet BM. Miris rasanya, seperti makin ke sini pendidikan tinggi makin susah digapai buat orang-orang kalangan menengah ke bawah.

Sampai saat ini, banyak organisasi yang ngerencanain berbagai macam cara buat ngeringanin beban UKT adek-adek Maba yang nggak mampu. Aku cuma berharap semua orang dapat terbantu dan tetap dapat kuliah di sini, kuliah meskipun rasanya nggak seindah jaman SMA dan kerasa berat, tetap merupakan momen-momen yang indah dalam kehidupanku, dan aku ingin adek-adek Maba juga dapat merasakan hal yang sama.

Alangkah baiknya, sebelum pemerintah menambah jumlah PTN di Indonesia, anggaran belanja buat pendidikan dinaikin sesuai kebutuhan biar kampus juga nggak kelimpungan ngadepin hal kayak gini. Aku nggak tahu apa masalah di pusat hingga mereka yang nggak menambah anggaran pendidikan sebelum memutuskan untuk menambah jumlah PTN, tapi aku berharap pemerintah membuka matanya bahwa banyak banget anak-anak emas generasi bangsa yang kesulitan gara-gara hal ini. Semoga solusi terbaik segera ditemukan.

Buat adek-adek maba, semangat! Jangan menyerah. Semua pasti ada jalannya. Terus berjuang buat masa depan.

Best regards,
Anis Sri Lestari