Entri yang Diunggulkan

Series Recommendations! 🎥

Hi, happy Wednesday all! So decided to post my own personal series. I usually dont like watching movie, so because i watched those series ...

Jumat, 15 Juni 2012

That’s All About Us (series one: Lee Hyukjae)

That’s All About Us (series one: Lee Hyukjae)



Believe

Kim Hana memandangi vidio yang sedang diputar di layar laptopnya dengan mata membulat maksimal. Yeoja itu berkali-kali mereplay vidio tersebut, dan itu berarti Hana juga berkali-kali mendengus tiap objek bergerak di dalam vidio itu memperlihatkan apa yang seharusnya tidak boleh diperlihatkan.
Wajah Hana memerah menahan perasaan kesal dan marah yang bergumul di hatinya, yeoja itu lantas mengklik tanda silang merah di sebelah kiri layar laptopnya. Setelah itu Hana mengembuskan napas keras-keras berharap campuran perasaan di hatinya dapat menguap─atau minimal berkurang. Yeoja itu mendengus sekali lagi begitu tahu usahanya sia-sia, dia lantas mengambil I-phonenya yang tergeletak pasrah di nakas. Kekesalan dan amarahnya semakin meluap melihat layar I-phonenya yang bersih─tidak ada satu pun sms atau misscall.
Hana bangkit dari ranjangnya, dia menghentakkan kaki dengan kesal sebelum mengambil tas tangan, mantel, dan kunci mobilnya. Hana sekali lagi memandangi layar I-phonenya yang berwallpaper ia dan seorang namja yang tengah merangkulnya sambil tersenyum ceria.
Hana mendesis sinis melihat wallpaper itu, “Mati kau, Lee Hyukjae!”
***
Teng nong..
Sungmin yang baru saja akan mendudukkan dirinya di sofa ruang tivi mendesah malas mendengar bunyi bel dorm. Namja yang dijuluki King of Aegyo Super Junior itu melirik ke arah pintu dorm sekilas, lantas melirik ke segala penjuru dorm berharap menemukan orang yang bisa dia suruh untuk membukakan pintu. Sadar tak ada seorang pun yang bisa dia suruh, Sungmin terpaksa menyeret kakinya ke arah pintu. Tanpa melihat sang tamu lewat interkom terlebih dahulu, Sungmin langsung membukakan pintu dorm. Alisnya berkerut melihat Hana yang bertamu─dengan wajah masam yang menyeramkan.
Annyeong oppa..” sapa Hana datar, tanpa senyum sama sekali.
Alis Sungmin sekarang hampir menyatu mendengar nada bicara Hana yang kelewat datar, apalagi melihat tak ada seulas senyum yang biasanya Hana tampilkan untuk semua member Suju. Tapi namja itu mencoba berpikir positif bahwa Hana─mungkin─sedang datang bulan.
Sungmin akhirnya menyunggingkan senyum kelinci miliknya dengan wajah ramah meski pun kentara sekali ia sangat lelah hari ini.
Annyeong Hana-ya, kau muram sekali hari ini.”
Hana mendengus mendengar candaan Sungmin yang sama sekali tak lucu, yeoja itu memutar bola matanya dengan wajah bertambah masam.
“Dimana Lee Hyukjae, oppa?” tanya Hana kemudian tanpa basa-basi.
Sungmin meneguk ludahnya dengan susah payah mendengar nada suara Hana, namja itu kini paham mengapa Hana datang dengan wajah masam seperti ini.
“Akan kupanggilkan, sepertinya dia masih tidur di kamarnya. Duduklah dulu, Hana-ya.” ujar Sungmin pelan, dia menggeser tubuhnya mempersilakan Hana masuk.
Sebelum melewati tubuh Sungmin, Hana sempat melemparkan tatapan dinginnya selama beberapa detik dan itu cukup membuat Sungmin bergidik ngeri.
Kau cari mati, Hyukie. Batin Sungmin ngeri, namja itu bergegas menuju ke kamar Eunhyuk dan masuk ke dalamnya.
Sungmin berdecak heran melihat Eunhyuk yang masih pulas sementara sebentar lagi akan ada gempa besar melanda dorm. Namja itu mengguncang-guncang badan Eunhyuk─yang masih terbungkus selimut rapat─dengan keras.
“Eunhyuk-ah, bangun!” seru Sungmin keras.
Eunhyuk menggeliat di atas ranjangnya, namja itu membuka mata sedikit lalu kembali menutupnya. Tangannya meraih ujung selimut lantas menariknya hingga menutupi kepala.
“Ugh, aku masih ingin tidur, hyung!” gerutunya dengan suara parau.
Sungmin kembali berdecak, diambilnya bantal di sebelah Eunhyuk dan memukulkan bantal itu ke badan Eunhyuk secara barbar.
“Bangun pemalas! Hana datang!”
Mwo?!” Eunhyuk langsung duduk di ranjangnya begitu Sungmin menyebutkan nama Hana. Namja itu mengerjap-ngerjapkan mata dengan tampang kelewat polos─atau bodoh?
Kepala Eunhyuk menoleh ke arah Sungmin begitu ia sadar sepenuhnya. “Hana di sini, hyung?” tanyanya dengan wajah yang mendadak berbinar.
Sungmin mengangguk dengan wajah frustasi, Eunhyuk ini sebenarnya memang terlalu polos atau bodoh sih? Masih bisa-bisanya ia berwajah seperti itu padahal Hana akan mengamuk sebentar lagi.
“Ah, ia pasti merindukanku..” gumam Eunhyuk percaya diri sambil buru-buru melenggang ke kamar mandi, mengabaikan Sungmin yang menatapnya cemas.
Sungmin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya heran, namja itu lalu bergegas keluar dari kamar Eunhyuk dan masuk ke kamarnya untuk menghindari ledakan kemarahan Hana secara langsung.
Semoga kau selamat Hyukie, doa Sungmin dalam hati.
***
Chagi-ya, bogoshippo..” seru Eunhyuk begitu melihat Hana sedang duduk tenang di sofa, namja itu menghampiri Hana sambil merentangkan tangannya lebar-lebar untuk memeluk Hana.
Kening Eunhyuk seketika mengernyit saat sadar Hana sama sekali bergeming dari posisinya, yeoja itu malah menatap Eunhyuk dengan wajah datar─yang terkesan dingin. Eunhyuk langsung meringis dalam hati, pantas saja tadi ekspresi Sungmin saat membangunkannya terlihat cemas. Hana sedang marah ternyata.
Apa lagi kesalahannya kali ini sampai bisa mendapatkan tatapan seperti itu dari Hananya?
Eunhyuk duduk di sebelah Hana dengan hati-hati, “Chagi-ya, waeyo?” tanyanya pelan sambil menggenggam tangan Hana.
Hana tak bereaksi sama sekali, dia masih setia dengan tatapan dinginnya yang begitu menusuk. Melihat Hana yang seperti ini, siapa pun pasti akan langsung merasa bulu kuduknya berdiri. Eunhyuk saja yang sudah sering mendapatkan tatapan seperti ini masih ngeri sendiri.
Hana benar-benar menyeramkan!
1 menit.. Hana masih tak menjawab, bergerak sedikitpun tidak. Tatapan dinginnya masih mengarah lurus ke arah Eunhyuk. Eunhyuk menghela napas, memutuskan menunggu.
2 menit... Eunhyuk mendesah, tapi dia menyabarkan hati untuk tetap menunggu hingga beberapa waktu lagi.
5 menit... Eunhyuk benar-benar sudah tak tahan dengan sikap diam Hana.
Chagi-ya, apa aku berbuat salah lagi?” Eunhyuk kembali bertanya sambil memasang wajah polos anak kecil yang sedang merengek meminta permen. Dia menggoyang-goyangkan tangannya dan tangan Hana yang bertautan dengan lembut.
Kali ini Hana akhirnya bereaksi, mata bulat yeoja itu menyipit ke arah Eunhyuk dengan tatapan menuduh.
“Kau bahkan tidak tahu kesalahanmu kali ini?” tanyanya dengan nada meremehkan yang sedingin es kutub. Hana langsung melepaskan kaitan tangannya dengan Eunhyuk.
Eunhyuk mengernyit, dia tahu Hana sedang marah padanya, tapi yang dia tak tahu adalah kesalahan apa yang telah ia perbuat hingga Hana bersikap marah.
Chagi-ya, jebal..” pinta Eunhyuk sambil memasang wajah polos lagi. “Aku tahu kau sedang marah padaku, tapi aku benar-benar tak tahu kesalahan apa yang kuperbuat kali ini.”
Hana mendengus, dia memalingkan wajah ke arah lain untuk menghindari tatapan Eunhyuk─Hana takut luluh jika terus ditatap dengan tatapan memohon seperti itu.
“Kesalahan sendiri kau tidak tahu, huh?!” ujar Hana dengan dinginnya.
Eunhyuk lagi-lagi meringis, dia memandangi wajah kesal Hana sambil memasang wajah khawatir. Hana selalu susah untuk dibujuk kalau sudah marah seperti ini.
“Hana-ya, aku benar-benar tak tahu..” balas Eunhyuk pelan.
Hana menghela napas panjang sebelum memberanikan diri menatap mata Eunhyuk lurus-lurus. “Kau punya dua kesalahan padaku tuan Lee Hyukjae!” desis Hana dengan nada tajam yang menusuk.
Du-dua? Eunhyuk menelan ludahnya susah payah.
Hana berdecak melihat Eunhyuk yang hanya diam, setelah membiarkan beberapa saat berlalu dengan hening, yeoja itu mulai kembali bersuara.
“Pertama..” Hana memberi jeda sebentar, menimbulkan efek tegang berlebihan dalam diri Eunhyuk. “Kau tiga hari tidak menghubungiku sama sekali. Kemana saja kau, huh?”
“Itu─” Eunhyuk gelagapan harus menjawab apa, tapi belum selesai dia menjawab Hana sudah terlebih dahulu memotongnya.
“Baiklah, yang pertama masih bisa kutolerir karena belakangan ini jadwalmu padat─mungkin.” sedikit senyum tersungging di bibir Eunhyuk, tapi senyum itu langsung lenyap begitu Hana kembali berbicara.
“Tapi kesalahan keduamu yang paling parah, Lee Hyukjae-ssi.” tatapan Hana beribu kali lebih tajam dari yang tadi-tadi, membuat Eunhyuk menggigit bibirnya cemas. “Apa maksud penampilan solomu di SS4 Tokyo Dome dan Seoul Encore, hm?” walau pun Hana mengatakannya dengan nada datar, tapi ekspresi wajahnya jauh lebih menusuk dari sekadar nada bicara.
Sedangkan Eunhyuk? Namja itu kini malah mengerutkan kening dengan wajah tak mengerti. Penampilan solonya di SS4 Tokyo Dome dan Seoul Encore?
“Oh, itu..” gumam Eunhyuk kemudian setengah sadar. “MWO?” teriak Eunhyuk beberapa detik kemudian saat dia sudah benar-benar ingat.
Eunhyuk segera menatap Hana dengan pandangan horor. “Chagi-ya, kau paham itu hanya pekerjaan, kan?”
Hana menghela napas panjang. “Kalau saja kau memberitahukan tentang ini terlebih dahulu padaku, aku pasti akan mengerti..”
Eunhyuk menggigit bibirnya, dia menundukkan kepalanya sedetik kemudian, “Mianhae..”
“Aku lelah..” kata Hana kemudian, sama sekali tak menanggapi permintaan maaf Eunhyuk. “Kau selalu berbuat sesuka hatimu tanpa memikirkan perasaanku.”
Mendengar perkataan Hana, raut wajah Eunhyuk berubah panik. “Hana-ya, bukan begitu. Aku─”
“Kau seperti tak menganggapku sebagai tunanganmu.” sela Hana, gejolak amarah dan kesal yang bercokol di hatinya menguap, digantikan sebuah rasa kecewa dan sakit hati yang sangat dalam. Mata Hana memandang Eunhyuk sendu, tatapan dalamnya penuh luka.
Eunhyuk menggeleng-geleng panik, “Hana-ya, jangan beranggapan seperti itu.”
“Aku ingin kita break, seminggu.” kata Hana lirih, tak dipedulikannya mata sipit Eunhyuk yang hampir meloncat keluar.
Hana berdiri, merapikan dress yang dipakainya lalu menggamit tas tangan.
“Aku tidak mau!” kata-kata tegas Eunhyuk menghentikan langkah Hana.
“Aku perlu menenangkan pikiran, dan kita perlu intropeksi diri masing-masing untuk sementara waktu.” sahut Hana tanpa susah-susah berbalik.
“Kau ingin membatalkan pertunangan kita, Kim Hana? Lagipula kenapa kau baru protes sekarang sementara kemarin-kemarin kau diam saja?” Eunhyuk mulai tidak bisa mengendalikan emosinya. Kesal tiba-tiba saja menggerogoti hatinya.
“Aku sibuk dengan fashion showku untuk minggu depan,” jawab Hana, “kau berlebihan, aku hanya ingin break.”
Hana mengatakan hal yang sebenarnya. Semenjak ia kembali bersama Eunhyuk, Hana memutuskan untuk kembali ke Korea dan membangun usahanya sendiri. Dia berhasil mendirikan sebuah butik tiga bulan yang lalu─tentu saja dengan bantuan modal dari orangtuanya─dan butik Hana itu langsung populer di kalangan masyarakat kelas atas karena rancangan-rancangan Hana yang begitu memikat. Banyak pelanggan Hana yang mengusulkan dia untuk menggelar fashion show dan mempertunjukkan rancangannya yang mengagumkan pada masyarakat luas. Hana tertarik hingga sebulan ini perhatiannya tersita pada fashion show itu dan dia bahkan tak sempat untuk mengetahui berita entertainment mengenai kekasihnya.
“Hana, berhentilah bersikap seperti anak kecil!” teriak Eunhyuk yang lagi-lagi menghentikan langkah Hana. Wajah Eunhyuk memerah menahan perasaan kesalnya.
Mendengar teriakan Eunhyuk, Hana mendadak merasa emosinya kembali terkumpul di kepala. Darah Hana berkumpul di wajahnya hingga ia merasa wajahnya memanas─bukan karena malu atau tersipu, tapi marah! Yeoja itu lantas membalikkan tubuhnya dan memandang Eunhyuk yang berdiri dua meter di depannya dengan tatapan membunuh.
“Siapa di sini yang bersikap kekanakan sebenarnya? Aku atau kau?” Hana balas berteriak, tangannya mengepal penuh emosi.
“YAK! KIM HANA! MANA SOPAN SANTUNMU, MENGAPA KAU BERTERIAK PADAKU?” Eunhyuk benar-benar terbakar emosi, dia tidak bisa lagi mengendalikan dirinya hingga tanpa sadar sekarang ia malah membentak Hana.
Wajah Hana langsung menampilkan ekspresi tersentak. Yeoja itu merasakan kemarahannya tambah melonjak-lonjak mendengar bentakan Eunhyuk─walaupun matanya juga memanas ingin menangis.
“KAU YANG DULUAN BERTERIAK, HYUKJAE-SSI!” marah Hana.
Cklek! Bunyi kunci yang diputar menginterupsi pertengkaran Hana dan Eunhyuk. Keduanya sama-sama menolehkan kepala ke asal suara, dan dari sanalah muncul kepala Ryeowook yang tampak masih sangat mengantuk.
Hyung, Hana-ya mengapa kalian berteriak pagi-pagi begini?” Tanya namja itu setengah sadar, tapi begitu melihat tatapan Eunhyuk dan Hana yang sangat tajam, Ryeowook langsung menyesal mengapa ia menginterupsi kegiatan mereka berdua. Ryeowook memandang keduanya horor, dia buru-buru kembali berkata melihat keduanya masih memandangi dirinya dengan tajam. “Uh-oh, aku hanya bertanya. Aku mau melanjutkan tidurku lagi, annyeong!”
Blam! Pintu tertutup rapat lagi. Hana dan Eunhyuk kembali saling melemparkan pandangan tajam.
“Kau benar-benar menyebalkan, Hyukjae-ssi. Aku membencimu!”
Setelah mengatakan hal itu, Hana bergegas pergi dari hadapan Eunhyuk dengan air mata yang tiba-tiba saja mengalir.
Lihat, dia bahkan tidak mengejarku! Jerit Hana dalam hati dengan air mata yang masih mengalir deras, yeoja itu mempercepat langkahnya menuju parkiran tanpa mempedulikan tatapan heran semua staf SMent.
Sementara Eunhyuk sendiri masih mematung di tempatnya, terkejut menyadari bahwa dia benar-benar membentak Hana tadi. Eunhyuk ingin sekali mengejar Hana, tapi emosinya masih belum stabil, dia takut dia akan kembali membentak Hana jika emosi masih menguasai dirinya seperti ini. Eunhyuk mendudukkan dirinya di sofa dengan lunglai, menyesali perbuatannya yang─Eunhyuk sangat yakin jika melihat pundak Hana yang tadi bergetar─lagi-lagi membuat Hana menangis.
Tak berselang lama setelah kepergian Hana, Sungmin, Ryeowook, Kyuhyun, dan Yesung keluar dari kamar mereka. Mereka berempat menghampiri Eunhyuk lalu duduk tak jauh dari namja itu.
“Bertengkar?” Tanya Yesung hati-hati.
Eunhyuk menengadah melihat hyung dan dongsaengnya itu, dia lantas mengangguk dengan wajah tertunduk lesu.
“Kenapa bisa, hyung? Bukankah kemarin-kemarin kalian masih baik-baik saja?” sekarang giliran Ryeowook yang bertanya.
Kepala Eunhyuk semakin menunduk ke bawah. Namja itu menggigit bibir bawahnya ragu-ragu. “Dia marah karena penampilan soloku, Ryeowook-ah.” Jawab Eunhyuk akhirnya.
Mereka semua tampak mengerutkan kening tak mengerti dengan jawaban Eunhyuk, “Penampilan solomu yang mana, Hyuk-ah?”
Eunhyuk menoleh ke arah Sungmin dengan wajah memelas, “Sorry sorry answer kemarin hyung.”
Mata Ryeowook, Yesung, Sungmin, dan Kyuhyun melebar seketika.
“Yang itu hyung?” kata Kyuhyun yang akhirnya bertanya dan dijawab anggukan Eunhyuk, ekspresi terkejut masih mendominasi wajah Kyuhyun sebelum namja itu menampilkan seringaian setan miliknya. “Apa kubilang hyung, penampilanmu waktu itu terlalu frontal!”
“Aish, appo hyung.” Kata Kyuhyun kemudian sambil meringis mengusap kepalanya yang dipukul pelan oleh Yesung.
“Kyuhyun, jaga sopan santunmu.”
Eunhyuk yang memang sudah muram tambah muram mendengar perkataan Kyuhyun, tapi mau tak mau ia membenarkan ucapan Kyuhyun tersebut. “Arraseo, Kyuhyun-ah. Kurasa kau benar kali ini.”
Seringaian setan Kyuhyun lenyap. Kenapa Eunhyuk malah membenarkan? Tidak menyenangkan sama sekali! Dengan tak acuh, Kyuhyun merogoh saku celananya dan mengambil PSP tercinta miliknya.
Yang lain langsung sweatdrop melihat tingkah Kyuhyun itu.
“Kenapa kau tidak mengejar Hana, hyung?” Tanya Ryeowook kemudian dengan nada penasaran.
Eunhyuk tampak berpikir sebentar sebelum menjawab, “Aku ingin menenangkan diri dulu sebentar, Ryeowook-ah. Mungkin jam 9 nanti aku akan meminta maaf padanya.”
Setelah mengatakan itu, yang lainnya mengangguk mengerti lalu mulai melakukan aktivitas masing-masing seperti biasanya.
***
Sudahlah Hana, sampai kapan kau mau menangisi namja babo itu? Fashion show menantimu!
Hana menghapus air matanya dengan kasar setelah batinnya berucap demikian, yeoja itu lalu memutuskan untuk keluar dari ruangannya di butik untuk memeriksa busana-busana yang akan dipamerkan nanti.
Hana menghela napas dalam-dalam sebelum tangannya bergerak untuk memutar kenop pintu. Yeoja itu mengamati karyawan-karyawannya yang tengah sibuk ini-itu, seulas senyum tersungging di bibirnya sebelum Hana memutuskan untuk ikut bergabung dengan mereka semua. Setidaknya pekerjaan pasti akan membuat Hana melupakan Eunhyuk untuk sementara waktu.
Satu jam berkeliling mengecek kesiapan, Hana merasa lelah mulai menyergap tubuhnya. Yeoja itu berjalan ke taman di depan butiknya untuk sekadar mengistirahatkan tubuh sambil menghirup udara pagi yang segar.
Tiba di taman, Hana menghirup udara sebanyak-banyaknya lantas menyesap susu stroberi dari kotak yang ia bawa.
Susu stroberi? Terdengar kekanakkankah jika mengingat umurnya sekarang 24 tahun? Entahlah, Hana sendiri tak tahu sejak kapan minuman itu menjadi favoritnya. Yang ia tahu, Eunhyuklah yang telah membuat yeoja itu menyukai susu stroberi.
Hana tercenung lagi begitu tanpa sadar memikirkan Eunhyuk dan kebiasaannya. Yeoja itu tiba-tiba saja merasakan matanya memanas kembali, tapi tidak ada setetes pun air mata yang keluar dari matanya karena ia sudah terlalu lelah.
Mungkin dalam kasus ini Hana juga mengambil peran sebagai orang yang salah, ia telah cemburu berlebihan pada Eunhyuk. Tapi, bukankah itu wajar? Hana juga yeoja normal yang pasti akan marah dan cemburu melihat kekasihnya menari skriptis dengan lima dancer yeoja sekaligus. Bayangkan, lima orang dancer yeoja sekaligus menyentuh tubuh kekasihnya yang tidak memakai atasan. Tentu saja Hana marah, dia justru tak normal kalau sampai tak marah. Tapi mungkin penyampaian marahnya tampak tidak begitu tepat hingga Eunhyuk sampai tega membentaknya.
Lee Hyukjae. Nama itu memang selalu berhasil membuat perasaannya tak keruan.
Hana mengembuskan napas panjang, tak lama yeoja itu menggelengkan kepalanya sendiri. “Berhenti memikirkan dia, Hana!” rutuknya pada diri sendiri.
“Dia siapa, noona?”
Hana terkesiap mendengar suara di belakangnya, yeoja itu membalikkan tubuh dan melihat Kim Hyunsun sedang menatapnya bingung.
Aniyo, bukan siapa-siapa.” Jawab Hana cepat, mengabaikan tatapan penasaran Hyunsun. “Sedang apa kau di sini?” Tanya Hana kemudian sambil menggeser tubuh ke samping agar Hyunsun bisa duduk.
Hyunsun duduk, wajahnya berubah muram mendengar pertanyaan Hana. “Aku sedang bertengkar dengan kekasihku, noona.” Gumam Hyunsun pelan.
Hana menoleh, diusapnya punggung Hyunsun dengan lembut. “Kenapa kau bertengkar dengan kekasihmu itu?”
“Dia cemburu karena aku ditempel yeoja-yeoja genit terus selama di kampus.” Keluh Hyunsun sambil mengembuskan napas berat, “yeoja itu kenapa sensitif sekali sih?”
Hana meringis, entah mengapa kasus Hyunsun tampak tak berbeda jauh dengan kasusnya. “Itu berarti dia menyayangimu, Hyun-ah.” Sahut Hana yang entah mengapa tampak membela diri sendiri.
Hyunsun menatap Hana, “Benarkah? Tapi aku pikir dia terlalu berlebihan. Mengapa dia tidak bisa percaya bahwa yeoja yang aku cintai itu hanya dia?”
Deg! Hana kembali meringis. Percaya yah? Apakah selama ini Hana memang meragukan Eunhyuk sehingga dia tidak bisa mempercayai namja itu?
“Ah, sudahlah.” Tukas Hyunsun tiba-tiba, “aku nanti bisa menyelesaikannya dengan segera. Bagaimana dengan noona sendiri? Noona juga bertengkar dengan Eunhyuk hyung?”
Malu-malu, Hana menganggukkan kepalanya. “Sepertinya ini salahku, entahlah Hyun-ah. Aku sendiri bingung..”
Hyunsun menatap Hana simpati, dia diam sebentar untuk berpikir. Mendadak senyum konyol menghiasi wajahnya yang tampan. “Noona, jangan bersedih seperti itu.”
Hana mendongak, menatap Hyunsun dengan alis berkerut. Senyum konyol di bibir Hyunsun semakin lebar.
Saranghae noona.. Jadilah kekasihku dan aku tak akan membuat wajahmu tampak muram seperti ini..” Hyunsun bepura-pura memasang wajah serius, matanya menatap Hana dalam sedangkan tangannya menggenggam tangan Hana erat.
Hana tercengang menatap tingkah Hyunsun, tapi tak lama kemudian yeoja itu malah tertawa kecil sambil mengangguk-angguk senang. “Ne, ne, arraseo Hyun-ah. Nado saranghae..”
Keduanya tertawa kecil tanpa menyadari ada seseorang tak jauh dari taman itu sedang memandangnya dengan miris. Tangan namja itu terkepal kuat sebelum dia akhirnya berlalu dengan membanting pintu mobilnya. Mobil namja itu pun berlalu dengan kecepatan di atas rata-rata.
***
Brak!
Donghae yang sedang ada di lantai 11 dorm mereka menoleh seketika ke arah suara bantingan pintu. Keningnya berkerut samar melihat wajah Eunhyuk yang tampak menahan marah dan tangis secara bersamaan.
Bukan hanya Donghae saja yang menatap Eunhyuk dengan kening berkerut, semua member Suju─yang sudah pulang dari aktivitas masing-masing─juga kini tengah menatap Eunhyuk dengan keheranan sama.
“Eunhyuk-ah, kau kena─” pertanyaan Leeteuk yang belum selesai dijawab Eunhyuk dengan membanting pintu kamarnya.
Leeteuk menelan ludah, lalu menoleh menatap dongsaengnya satu-persatu untuk meminta penjelasan.
Sungminlah yang akhirnya menjawab keheranan Leeteuk, “Dia sedang bertengkar dengan Hana hyung, Hana mungkin tak memaafkannya.”
Semuanya mengangguk mengerti sementara Donghae langsung berdiri dari duduknya.
“Biar aku yang menghiburnya.”
Donghae berjalan ke arah kamar Eunhyuk, dia meraih kenop pintu lantas memutarnya ke bawah. Donghae langsung mendengus saat merasakan pintu itu sama sekali tak bergerak, Eunhyuk menguncinya dari dalam. Tak mau menyerah, Donghae akhirnya mengetuk pintu kamar Eunhyuk dengan irama tak sabar.
“Eunhyuk-ah, kau punya masalah? Ayo keluar, ceritakan padaku!” teriak Donghae sambil tetap mengetuk-ngetuk pintu kamar Eunhyuk.
Hening. Tak terdengar suara apa pun dari dalam, Donghae kembali mendengus.
“Kalau dalam hitungan ketiga kau tidak juga keluar─atau membiarkanku masuk, aku tidak akan mau bicara padamu selama setahun! Kau dengar itu?!” ancam Donghae dengan nada serius yang kentara.
Donghae mengambil napas sebelum memulai hitungannya.
“Satu...” tetap hening, sepertinya Eunhyuk cukup keras kepala kali ini, “dua...” Donghae mengucapkannya dengan lamat-lamat untuk memberi Eunhyuk waktu lebih lama, namja itu lantas mendesah melihat pintu tak bergerak sedikitpun.
Donghae membuka mulutnya, bersiap memberikan tenggat hitungan. “Ti─”
Cklek! Senyum penuh kemenangan tersungging di bibir Donghae begitu melihat Eunhyuk membuka pintu, senyumnya langsung lenyap melihat Eunhyuk yang tampak kacau dengan rambutnya yang tampak acak-acakan.
“Hyuk─”
“Jangan ganggu aku dulu Hae-ya, aku ingin sendirian saat ini. Mianhae..
Blam! Eunhyuk kembali mengunci pintu kamarnya membuat Donghae menghela napas panjang. Dari dulu Eunhyuk memang selalu lebih suka menyimpan masalahnya sendiri, dan kadang Donghae sebagai sahabat paling dekat dengannya selalu merasa tidak berguna untuk Eunhyuk.
Donghae lagi-lagi menghela napas. Dia mencoba meyakinkan hatinya bahwa Eunhyuk memang perlu sendiri untuk sementara waktu ini.
***
Kim Hana memandangi layar I-phonenya sambil tercenung. Yeoja yang sedang menopangkan dagu di meja resepsionis butiknya itu sekarang tengah dirundung berbagai macam perasaan yang menyiksa batinnya. Dia sedang gelisah dan merindukan seorang namja yang entah bagaimana kabarnya sekarang.
Namja itu jelas adalah seorang Lee Hyukjae atau Eunhyuk Super Junior. Sekarang sudah terhitung tiga hari sejak pertengkaran mereka dan selama tiga hari pula Hana dan Eunhyuk sama sekali tak berhubungan. Eunhyuk tak pernah lagi menghubunginya─dan Hana terlalu mementingkan harga dirinya jika harus menghubungi Eunhyuk duluan─padahal jika mereka bertengkar seperti ini Eunhyuklah yang pasti akan meminta maaf duluan, entah yang sebenarnya salah Eunhyuk ataupun Hana sendiri.
Sekian lama tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, Hana akhirnya bergerak juga. Dia menyimpan I-phone yang sedari tadi ditatapinya ke dalam tas tangan, lantas matanya mengedar ke sekeliling melihat karyawan-karyawannya yang semakin sibuk mempersiapkan fashion show untuk 4 hari mendatang. Sekarang di butiknya banyak sekali berkeliaran model-model untuk fashion shownya nanti. Hana tersenyum kecil melihatnya, setidaknya dia yakin fashion shownya akan sukses hingga ia merasa sedikit bebannya terangkat.
“Hah..” Hana mengeluarkan napas dari hidungnya dengan berat, “aku merindukanmu oppa..”
Padahal kalau Eunhyuk langsung mengejarnya dan meminta maaf hari itu juga, Hana yakin dia sendiri pasti akan memaafkannya walau tak begitu ikhlas. Tapi mengapa Eunhyuk waktu itu tidak mengejarnya? Apa namja itu sudah tidak peduli lagi padanya?
Tidak. Tidak. Hana buru-buru menggelengkan kepalanya, dia tidak boleh berpikiran negatif seperti itu. Eunhyuk sangat mencintainya, seperti ia yang juga sangat mencintai namja itu.
“Ugh, apa sebaiknya aku minta maaf duluan ya?” gumam Hana setengah melamun, Hana langsung memanyunkan bibirnya beberapa saat kemudian. “Tidak, harga diriku bisa jatuh kalau begitu! Kita lihat saja sampai kapan namja babo itu bertahan..” rutuk Hana kemudian, tangannya mengentak-ngentak mengetuk meja dengan wajah tertekuk.
Hana kembali termenung dengan segala pemikiran yang berkecamuk.
Lee Hyukjae kadang-kadang memang bisa sangat menyebalkan!
Beberapa detik berlalu dan Hana langsung terkesiap pelan mendengar I-phonenya yang tiba-tiba saja menjerit dari dalam tas, yeoja itu bergegas merogoh tasnya. Keningnya langsung berkerut samar melihat id callernya yang bertuliskan “Ryeowook oppa”. Kerutan di kening Hana semakin bertambah banyak, setahunya Ryewook adalah member Suju yang paling jarang berhubungan dengannya. Lalu kenapa sekarang namja yang gemar memasak itu meneleponnya?
Ragu-ragu, Hana menekan tombol untuk menghubungkan sambungan.
Yeoboseyo..” sapa Hana.
Yeoboseyo Hana-ya..” Ryeowook di seberang sana balas menyapa, nada suara namja itu terdengar sangat lega mengetahui Hana mengangkat teleponnya.
“Ada apa oppa?” tanya Hana kemudian.
“Kau sudah tidak marah Hana-ya?”
Hana mengerutkan kening mendengar pertanyaan Ryeowook, “Marah kenapa oppa?”
Ryeowook kembali mengembuskan napas lega dari mulutnya.
Aniyo. Hana-ya, kau bisa ke dorm sekarang?”
Jantung Hana berdebar keras mendengarnya, “U-untuk apa, oppa?”
“Eunhyuk hyung sakit Hana-ya, dia tidak mau makan dan minum obat.”
Deg!
Jantung Hana berpacu lebih cepat mendengar kata-kata yang diucapkan eternal magnae Super Junior itu.
“Hana-ya, kau mau ke sini kan? Aku pikir hanya kau yang bisa membujuk hyung. Jebal..”
Hana merasa tubuhnya seolah dilolosi tulang belulang saat itu juga. Eunhyuk sakit? Kenapa bisa? Apakah namja itu tidak pernah memperhatikan pola makannya lagi setelah pertengkaran mereka? Hana menggigit bibir bawahnya dengan perasaan khawatir dan cemas yang langsung mengisi penuh ruang hatinya.
Oppa tidak sedang bercanda, kan?” tanya Hana dengan suara bergetar.
Ne, mana mungkin aku bercanda dalam situasi seperti ini Hana-ya?” Ryeowook memberi jeda di kalimatnya, lalu tiba-tiba saja nada suaranya seperti tersentak. “Kalian masih belum baikan?”
Hana menggigit bibirnya mendengar perkataan Ryeowook, “Mm.. Itu, sebenarnya...”
Omo! Mianhae Hana-ya, aku tak tahu kalian masih bertengkar. Kalau kau tak mau kami bisa memakluminya, jangan memaksakan di─”
Aniyo, aniyo oppa..” sela Hana cepat. “Aku akan datang setengah jam lagi..”
Terdengar suara hembusan napas dari ujung sana, sepertinya Ryeowook sedari tadi menahan napas demi mendengar kelanjutan ucapan Hana. “Arraseo. Kami menunggumu, gomawo..”
Begitu sambungan terputus, Hana cepat-cepat menyambar kunci mobilnya yang ada di dalam laci, yeoja itu setengah berlari menuju parkiran. Saat ini yang ada di otaknya hanya bagaimana caranya untuk sampai secepat mungkin ke dorm Super Junior. Ia terlalu khawatir dan cemas sampai-sampai tidak mempedulikan laju mobilnya yang di atas rata-rata.
***
Donghae segera berlari kecil begitu bel dorm berbunyi. Namja itu segera membuka pintu dorm dan tersenyum senang melihat Hana berdiri di depannya dengan wajah cemas.
Annyeong Hana-ya..” sapa Donghae sambil mempersilakan Hana masuk ke dalam.
Annyeong oppa..” Hana menyempatkan diri untuk tersenyum ramah pada Donghae, “bagaimana keadaannya sekarang, oppa?” tanya Hana kemudian tanpa susah-susah menjelaskan arti kata ‘nya’ yang sebenarnya merupakan kalimat ambigu.
“Eunhyuk masih tertidur, demamnya sudah mulai turun tapi dia tidak mau makan dari kemarin..” jelas Donghae membuat Hana menahan napas.
Hana berjalan mengikuti langkah Donghae ke ruang tivi─dimana saat itu semua member Suju sedang berkumpul. Kedatangan Hana disambut wajah gembira member Suju yang lainnya, mereka langsung menyuruh Hana masuk ke kamar Eunhyuk dan membekali yeoja itu makanan yang harus Eunhyuk makan.
Hana memandangi pintu jati di hadapannya dengan napas tertahan. Yeoja itu termenung sebentar di depan pintu sebelum tangannya bergerak membuka pintu. Matanya berpendar ke sekeliling kamar begitu pintu terbuka sempurna, Hana memandangi setiap sudut kamar namja yang begitu dicintainya. Hana sempat tersenyum kecil melihat begitu rapinya kamar Eunhyuk, bahkan ini terlalu rapi untuk ukuran seorang namja. Namun senyumnya langsung memudar begitu matanya berhenti di satu objek yang tengah membungkus tubuhnya dengan selimut tebal. Hana merasa dadanya tiba-tiba saja sesak melihat keadaan Eunhyuk.
Hana menutup pintu kamar Eunhyuk dengan sabelah tangannya yang tidak memegang piring makanan. Setelah pintu tertutup, yeoja itu bergerak menghampiri ranjang. Ditariknya sebuah kursi lalu duduk di sebelah ranjang tempat Eunhyuk berbaring. Hana menyimpan piring makanan di atas nakas lantas yeoja itu terlarut memandangi wajah Eunhyuk yang begitu pucat.
Kim Hana menggigit bibir bawahnya dengan perasaan miris, dia merasa sangat bodoh karena tidak bisa mengurus Eunhyuk dengan baik. Hana mengulurkan tangannya perlahan ke arah dahi Eunhyuk, disibaknya poni yang menutupi dahi namja itu dengan lembut. Suhu badan Eunhyuk memang tidak normal, tapi setidaknya tidak sepanas yang dia bayangkan.
Tangan Hana bergerak ke bawah wajah Eunhyuk dan mengusap pipi namja itu dengan sangat hati-hati.
“Dasar bodoh, apa yang kaulakukan sampai bisa sakit seperti ini?” omel Hana pelan.
“Apa pedulimu?” suara parau Eunhyuk tiba-tiba saja terdengar, namja itu membuka mata sayunya dan langsung menatap Hana tajam.
Sementara Hana sendiri buru-buru menarik tangannya yang tadi mengusap pipi Eunhyuk. “Apa maksud kata-katamu?” Tanya Hana dengan wajah heran.
Bukannya segera menjawab, Eunhyuk malah mendengus dan memalingkan wajahnya ke arah lain. “Kau pasti cukup pintar untuk mengetahui maksudku Kim Hana.” Eunhyuk mengucapkan nama Hana dengan penekanan.
Eunhyuk marah padanya? Pikir Hana melihat sikap Eunhyuk barusan, mengapa jadi namja ini yang marah? Bukankah seharusnya ia yang marah?
“Ada apa denganmu oppa?” Hana mencoba bicara baik-baik dengan namja ini, “kau tidak mau aku peduli padamu lagi, begitukah?”
“Memang kau masih peduli padaku, eh?” Tanya Eunhyuk yang tiba-tiba saja jadi sinis.
Hana menghela napas panjang melihatnya, kalau saja Eunhyuk sedang tidak sakit, namja itu pasti sudah ia marahi karena bersikap seperti ini padanya.
“Aku sangat mengkhawatirkanmu begitu mendengar dari Ryeowook oppa kalau kau sakit. Tapi kenapa kau malah bersikap seperti ini?”
Eunhyuk bergeming, “Berhentilah bersikap peduli padaku Hana, urusi saja kekasihmu yang masih kecil itu!”
Hana yang baru saja akan menyalak marah langsung terdiam begitu mendengar perkataan Eunhyuk. Yeoja itu tercenung beberapa lama sambil memasang wajah berpikir. Kekasih, Eunhyuk bilang? Kekasihnya yang mana? Seingat Hana dia hanya mempunyai satu kekasih, dan kekasihnya itu adalah namja yang tengah terbaring sakit di hadapannya kini.
“Yak! Kau menuduhku selingkuh, huh?” kesal Hana, matanya memicing memandang Eunhyuk tajam. “Aku hanya punya kekasih, dan orang itu adalah orang bodoh yang sedang menuduhku selingkuh sekarang!” sambung Hana sekaligus menyindir.
Disindir seperti itu tentu saja membuat Eunhyuk kesal, dia tak mempedulikan lagi kondisi tubuhnya yang memang tidak begitu sehat. “Berhenti bersandiwara Kim Hana! Aku sudah tahu kau punya kekasih lain, dan karena itu juga kau ingin break denganku kan? Agar kau bisa leluasa pergi bersama kekasihmu yang lain?!” nada sinis yang menusuk terdengar dari setiap kata yang dilontarkan oleh Eunhyuk.
Hana mencelat dari duduknya, “Aku semakin tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan oppa..”
“Berhenti mengelak!” kesal Eunhyuk, “aku melihat dan mendengarnya sendiri kemarin! Seorang bocah menyatakan cintanya padamu dan kau menerimanya!”
Eunhyuk mengembuskan napas panjang setelahnya, akhirnya dia dapat mengungkapkan beban pikirannya selama ini langsung pada orangnya. Kepalanya yang sedari tadi berdenyut karena stres kini sudah mulai mereda saking leganya.
Lewat ekor matanya, Eunhyuk melirik Hana sekilas. Sungguh, dia merindukan yeoja itu lebih dari apapun, bahkan dia sakit seperti ini pun tak sepenuhnya karena terlalu lelah dengan pekerjaannya. Tentu saja Hana mengambil peranan besar dalam sakitnya ini. Eunhyuk buru-buru memalingkan wajahnya ke arah lain sebelum keinginan untuk memeluk Hana semakin kuat.
Sedangkan Hana sendiri kini malah mengernyit, yeoja itu mencoba memutar memori lamanya untuk mencari apa yang baru saja Eunhyuk katakan. Tak berapa lama, mata Hana melebar tak percaya begitu suatu ingatan berlarian di otaknya. Jangan-jangan…
“Kapan?”
Eunhyuk menjawab malas, “Apakah itu penting?”
“Jawab saja, kapan kau melihatnya?” balas Hana sengit, matanya berputar tak sabar. Kecurigaan Hana semakin besar melihat gelagat Eunhyuk.
“Tiga hari yang lalu di taman depan butikmu saat aku ingin meminta maaf..”
Tawa Hana meledak seketika, yeoja itu sukses membuat Eunhyuk menatapnya kesal. Hana sendiri berusaha mengendalikan diri untuk berhenti tertawa walau perutnya selalu tergelitik tiap mengingat kesalahpahaman Eunhyuk ini.
“Apa kau mendengarkan percakapan kami dari awal?”
Eunhyuk dengan wajah bingung menggeleng.
“Apa kau hanya mendengar bagian dimana namja itu mengatakan ‘saranghae’ dan aku menjawab ‘nado saranghae’ sambil tertawa saja?”
Kali ini, masih dengan raut bingung Eunhyuk mengangguk.
“Apa kau langsung pergi setelah itu tanpa mendengar percakapan kami selanjutnya?”
Eunhyuk kembali mengangguk, tapi wajahnya langsung berubah masam melihat Hana kembali tertawa-tawa dengan wajah bahagia.
“Kau bodoh sekali oppa..” olok Hana dengan sisa-sisa tawanya. Wajah Eunhyuk yang pucat langsung memerah kesal.
“Yak! Kau ini─”
“Hei, makanya kalau kau ingin menguping dengarkanlah pembicaraan itu dari awal sampai akhir.” sela Hana cepat begitu melihat reaksi Eunhyuk, mendengar itu kekesalan Eunhyuk sedikit mereda, sekarang keningnya berkerut samar tanda ia tak paham.
“Apa maksudmu?”
“Kau..” Hana diam sebentar, dia terlihat sangat geli untuk kembali berkata-kata, “salah paham. Mana mungkin aku pacaran dengan adik sepupuku, oppa. Dia Hyunsun, adik sepupu sekaligus model fashion showku. Masa kau tidak ingat padanya oppa?”
Mata Eunhyuk membelalak tak percaya, “Jadi maksudmu aku..” Eunhyuk langsung menyesali ingatannya yang begitu lemah. Pantas saja ia merasa tak asing dengan wajah namja itu, ternyata dia memang pernah bertemu dengannya di salah satu acara keluarga Hana.
Ne, waktu itu dia hanya menghiburku. Candaannya memang bisa disalahartikan jika tidak didengar sampai akhir.” jelas Hana, seulas senyum terpasang di wajah manisnya.
Aigo..” keluh Eunhyuk dengan wajah kembali memerah─kali ini malu, namja itu menutupi wajahnya dengan kedua tangan seperti kebiasaannya kalau sedang malu.
Hana terkekeh kembali melihat kelakuan namjachingunya itu yang tampak sangat menggemaskan. Tiba-tiba saja pikiran jail melintas di benak Hana, yeoja itu menyeringai kecil lantas berdiri di depan ranjang Eunhyuk sambil berkacak pinggang.
“Cemburu buta, eoh?” godanya yang sontak membuat Eunhyuk mendelik dari balik tangannya.
“Yak! Kim Hana, jangan menggodaku!” seru Eunhyuk tak terima.
Arraseo, arraseo..” kata Hana mengalah, yeoja itu lalu duduk di tempatnya semula. “Sekarang cepat makan dan minum obat oppa. Kau ini benar-benar... bagaimana bisa sampai jatuh sakit? Bodoh..”
Sebelum Hana meraih piring makanan yang ada di atas nakas, Eunhyuk terlebih dahulu menarik tubuh Hana ke dalam pelukannya dan sukses membuat Hana tersentak, darahnya langsung berdesir seketika.
Sejak kapan dia duduk? Batin Hana heran.
“Sebenarnya siapa yang bodoh di sini? Aku sakit begini juga karenamu..”
“Terserah oppa sajalah. Sekarang lepaskan aku, kau harus makan lalu minum obat..” balas Hana sambil mencoba melepaskan pelukan Eunhyuk. Tapi Eunhyuk bukannya melepaskan malah semakin mengeratkan pelukannya, namja itu membenamkan kepalanya di rambut Hana, dihirupnya aroma stroberi yang menguar dari rambut Hana itu.
“Aish, kau ini..” kata Hana pasrah
“Hana-ya, kau sudah memaafkanku, kan? Aku benar-benar minta maaf soal penampilan soloku itu. Jeongmal mianhae..” kata Eunhyuk sungguh-sungguh.
Hana menghela napas lamat-lamat, tangannya bergerak melingkari punggung Eunhyuk untuk membalas pelukan namja yang sangat dikasihinya itu.
Arraseo oppa. Sebenarnya aku masih sedikit kesal karena kau sama sekali tak mengatakan apa-apa padaku, tapi sudahlah, lagipula kau juga sudah merasakan yang namanya cemburu buta kan?” Hana terkekeh di ujung kalimatnya, tapi Eunhyuk sama sekali tak begitu peduli dengan ujung kalimat Hana yang sebenarnya menyindir.
Gomawo, aku janji tidak akan mengulanginya lagi, tapi kau juga harus berjanji satu hal padaku.”
Alis Hana terangkat bingung, “Berjanji apa?”
“Jangan mengucapkan ‘saranghae’ pada namja lain sekalipun itu bercanda, ne?”
Mata Hana membulat tak percaya, “Mwo?! Oppa, kau masih mempermasalahkan hal itu?”
Eunhyuk tak menjawab, tapi pelukannya yang semakin mengerat seolah menjadi jawaban ‘iya’.
“Kau milikku, hanya milikku.” gumam Eunhyuk kemudian.
Arraseo, aku tidak akan mengulanginya.” jawab Hana pasrah, “nah sekarang ayo makan lalu minum obat, kau ingin cepat sembuh kan?”
Hana lagi-lagi berusaha melepaskan pelukan Eunhyuk yang begitu erat, tapi namja tersebut lagi-lagi bergeming. Tampak cukup nyaman dengan posisinya saat itu. Hana menggerutu dalam hati, namja ini lagi-lagi bersikap begini. Tak tahukah dia bahwa Hana bisa saja mati karena serangan jantung jika lama-lama berada dalam dekapannya?
Chagi, bogoshippo..” bisik Eunhyuk lirih.
Nado bogoshippo oppa.”
***
“Kau lapar atau memang rakus, Eunhyuk-ah?” tanya Leeteuk heran melihat 3 piring nasi di depan Eunhyuk yang sudah kosong, sedangkan sekarang Eunhyuk tengah menekuni piring keempatnya.
Eunhyuk hanya melirik Leeteuk sekilas sebelum kembali hanyut dalam acara makannya.
“Tsk!” Donghae mendecakkan lidahnya tak percaya melihat selera makan Eunhyuk, member yang lain juga ikut menggeleng-geleng.
Selama tiga hari Eunhyuk tak pernah makan apapun dan hanya tahu bekerja saja, tapi sekalinya makan? Astaga.. 10 piring pun sepertinya akan habis. Benar-benar menakjubkan.
“Kau ingin menghabiskan persediaan makanan di dorm untuk sebulan, hyung?” tanya Kyuhyun tak percaya.
Eunhyuk menyimpan sumpitnya di sebelah piring, lalu menatap hyung dan dongsaengnya dengan sebal.
Chagi-ya, mereka melarangku makan.” teriak Eunhyuk keras-keras yang langsung membuat wajah namja-namja di depannya pucat.
Eunhyuk menyeringai puas lalu kembali melanjutkan acara makannya.
“Yak! Oppadeul, jangan melarang Eunhyuk oppa makan, dia perlu banyak energi.” Hana yang baru saja kembali dari dapur langsung melayangkan tatapan membunuh pada member Suju lainnya, membuat mereka semua menelan ludah bersamaan.
An-aniyo Hana-ya, kami tidak melarang Eunhyuk makan. Itu hanya akal-akalan dia saja.” bela Siwon yang diamini anggukan member yang lain.
Tatapan Hana langsung beralih pada Eunhyuk.
“Mereka mengganggu acara makanku dengan menanyakan ini-itu, jadi kusimpulkan mereka melarangku makan, chagi.” adu Eunhyuk sambil memasang wajah paling polos yang ia punya, member Suju langsung memberikan deathglare pada Eunhyuk.
Fitnah macam apa itu?
Hana kembali mengalihkan tatapannya pada member Suju yang lain, lalu yeoja itu menghela napas panjang.
“Jangan mengganggu Eunhyuk oppa.” katanya dengan penekanan di setiap kata.
Ne.” jawab member Suju kompak, membuat Hana tersenyum puas dan Eunhyuk tersenyum penuh kemenangan.
Hana lalu duduk di sebelah Eunhyuk, “Oppa, kau mau hadir di fashion showku Senin malam nanti?” tanyanya penuh harap.
Eunhyuk menghentikan acara makannya, tangan namja itu bergerak mengelus rambut panjang Hana sambil menampilkan senyum gusi lebar andalannya. “Ne, mana mungkin aku tidak datang chagi? Aku akan mengosongkan jadwalku nanti.”
Perkataan Eunhyuk membuat member Suju merasa ingin muntah saat itu juga. Sedangkan Hana yang polos malah menyunggingkan senyum bahagianya.
Gomawo oppa,” Hana lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah member Suju yang lain, “oppadeul juga akan hadir, kan? Jebal, aku sangat mengharapkan kehadiran kalian.”
Ne, kami akan mengusahakannya Hana-ya.” kata Leeteuk mewakili semua member.
Gomawo..” balas Hana tulus sambil memasang senyum paling manis yang ia punya.
“Kau ingin tambah lagi, oppa?” tanya Hana melihat piring keempat Eunhyuk telah tandas tak bersisa.
Mata member Suju langsung memandang Eunhyuk waspada dan mereka sontak mendesah lega begitu Eunhyuk menggelengkan kepalanya.
Hana tersenyum lembut, “Makan obat lalu istirahat, ne?”
Eunhyuk menjawab dengan anggukan, senyum kecil terkembang di bibirnya. “Kau mau menemaniku istirahatkan chagi?”
“Yak! Aku tidak mengizinkan kalian berduaan di dalam kamar.” seru Leeteuk tiba-tiba sambil memasang tatapan tajam.
“Kau curiga padaku, hyung?” balas Eunhyuk tak terima.
“Mana mungkin aku tidak curiga pada namja yang gemar menonton vidio yadong Eunhyuk-ah,” Leeteuk menyahut ucapan Eunhyuk dengan santai, dan ucapannya sontak disambut tawa member Suju lainnya.
“Aish, hyung kau ini!”
“Sudahlah oppa,” lerai Hana melihat tatapan perang Eunhyuk, “lagipula aku pikir Leeteuk oppa ada benarnya..” sambung Hana dengan nada polos.
Tawa member Suju semakin menjadi, sementara Eunhyuk memanyunkan bibirnya dengan tampang kesal.
Kajja, aku akan menemanimu istirahat di ruang tivi.” ajak Hana sambil tersenyum manis begitu Eunhyuk selesai meminum obatnya.
Dengan patuh Eunhyuk mengangguk, digenggamnya tangan Hana lantas berlalu ke ruang tivi tanpa mengindahkan tatapan kesal yang dilayangkan para member Suju kepadanya.
“Monyet itu, masalahnya dan Hana selesai langsung bertingkah.” gerutu Shindong, matanya memandang miris 4 piring makan yang telah kosong tak bersisa.
“Tapi setidaknya dia sudah sembuh hyung, kita tidak perlu repot-repot mengkhawatirkannya lagi.”
Ne, kurasa kau benar Sungmin-ah.”
***
Oppa mianhae..” gumam Hana sambil mengusap rambut Eunhyuk dengan lembut.
Saat ini keduanya sudah berada di ruang tivi dengan Eunhyuk yang berbaring di paha Hana.
Eunhyuk yang sedang memejamkan mata sontak membuka mata dan memandang Hana heran. “Kenapa minta maaf chagi?”
Hana menundukkan wajahnya untuk menatap Eunhyuk, “Aku minta maaf karena sudah marah-marah padamu soal penampilan solomu itu. Kau tahu, aku hanya kesal dan cemburu saat itu. Aku juga jadi berpikir yang tidak-tidak padamu, mianhae aku tidak mempercayaimu oppa..”
Eunhyuk tersenyum kecil, dia mengangkat tangan kanannya untuk membelai pipi Hana.
Gwaenchana chagi. Mm, aku sebenarnya tidak memberitahumu karena perintah manajer hyung, dia curiga kau akan melarangku.” Eunhyuk setengah berbisik di akhir kalimatnya, membuat Hana tertawa kecil. “Dan soal aku tidak menghubungimu 3 hari terakhir itu karena ponselku rusak, Coco tak sengaja mengencinginya.”
Hana lagi-lagi tertawa mendengar nada suara Eunhyuk yang lucu. Eunhyuk diam-diam tersenyum melihat tawa Hana. Ah, dia benar-benar merindukan yeoja ini. Senyum, tawa, aroma, dan tingkah Hana.
“Kalau begitu aku juga harus minta maaf padamu karena tidak mempercayaimu dan menuduhmu selingkuh Hana-ya.” kata Eunhyuk kemudian sungguh-sungguh.
Hana menghentikan tawanya dan mengangguk. “Ne, berarti kita impas ya oppa.”
Hening sejenak. Baik Hana maupun Eunhyuk sama-sama menikmati keheningan yang kini tercipta di antara mereka. Hening ini terasa damai, seperti biasanya saat mereka saling memandang tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Chagi, aku baru sadar kalau kepercayaan itu sangat penting untuk hubungan kita. Karena itu, ayo kita saling percaya mulai sekarang.” kata-kata Eunhyuk memecah keheningan mereka.
Eunhyuk menatap bola mata Hana dengan lembut, seulas senyum manis tersungging di bibirnya membuat Hana ikut tersenyum.
Ne oppa. Aku akan percaya padamu mulai sekarang─sekalipun kau menari skriptis dengan 10 yeoja sekaligus─dan kau juga harus percaya kalau aku hanya mencintaimu, arraseo?”
Arraseo..” janji Eunhyuk walaupun dia sedikit jengkel karena Hana mengungkit-ungkit tentang dance skriptisnya lagi. “Dan Lee Hana, berhentilah mengungkit-ungkit tentang dance skriptisku lagi.”
Hana mengernyit, “Kau mengubah margaku seenaknya lagi oppa,”
“Aish, kau akan jadi istriku sebentar lagi.” seru Eunhyuk, namja itu langsung memasang wajah merengut.
Hana terkekeh melihat wajah merengut Eunhyuk. Kembali, diusapnya rambut Eunhyuk dengan lembut. “Aku paham, saranghae oppa.”
Wajah merengut Eunhyuk langsung tergantikan wajah senang mendengar ujung kalimat Hana, “Nado saranghae chagi.” balas Eunhyuk mesra.
Tangan Eunhyuk bergerak meraih tengkuk Hana, dan dalam sekejap bibirnya telah mencium bibir Hana dengan lembut.

END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar