Prolog
Pilar-pilar
megah yang bertabur emas (murni) ditengah-tengah ruangan, sepasang set sofa
beludru, meja yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran luar biasa indah, juga
beberapa barang lain yang terkesan kuno tapi berkelas membuat ruangan itu
nampak begitu menakjubkan dan sangat mewah. Sayangnya ruangan itu sangat sunyi,
hanya bunyi detikan jam tua di sudut ruangan megah bernuansa Eropa zaman dahulu
itulah yang menjadi satu-satunya sumber suara yang mengisi keheningan. Ruangan
megah yang didominasi warna putih berhias perak elegan di sisinya itu
benar-benar sunyi, bahkan jangkrik pun seperti enggan untuk mengeluarkan
suaranya.
Tidak.
Tidak. Ruangan tersebut sunyi bukan berarti tak berpenghuni. Sebenarnya ada 4
orang namja berwajah tampan yang sedang berada di ruangan tersebut,
hanya saja keempat namja itu terlalu sibuk dengan dunia masing-masing
dan sangat menikmati kesunyian yang mereka ciptakan sendiri.
4 namja
itu adalah Pangeran Negeri Shappire Blue, salah satu dari 4 Negeri sihir
terkenal yang berada di atas awan. Negeri sihir yang banyak dipuji oleh dewa-dewi
langit karena kedamaian dan kemakmurannya. Negeri sihir yang kini tengah
dipimpin oleh salah satu Raja paling hebat sepanjang sejarah, Park Jungsoo.
Namja
pertama─yang sedang memberi makan kura-kura peliharaannya dalam akuarium─itu
bernama Park Jongwoon, putra tertua Jungsoo yang sangat pendiam, dewasa, dan
sedikit.. aneh. Gelar aneh yang dia dapat disebabkan oleh hobinya yang suka
berbicara dengan kura-kura peliharaannya daripada orang lain. Namja itu
sekarang sedang belajar mengendalikan ilmu sihir ditingkat 10 dibawah bimbingan
guru sihirnya─Kim Youngwoon, tingkatan teratas dalam ilmu sihir di Shappire
Blue. Ketika ilmu sihir tingkat 10 itu sudah dikuasainya dengan baik, Jungsoo
akan mempertimbangkan pengangkatan Jongwoon sebagai putra mahkota secepatnya.
Jongwoon mempunyai kelebihan yang sangat langka, namja itu bisa
menyalurkan ketenangan lewat sentuhan tangannya.
Namja
kedua─yang sedang tertidur di sofa panjang dengan mulut sedikit menganga─itu
adalah Park Hyukjae, putra kedua Jungsoo. Sangat pemalas, seenaknya, dan juga
polos! Saking polosnya, namja itu seringkali dibodohi adik bungsunya
yang terkenal bersifat setan. Namun dibalik itu semua, Hyukjae cukup pandai
dalam mengendalikan ilmu sihir, dia sekarang sedang belajar mengendalikan ilmu
sihir ditingkat 9 oleh Youngwoon, namun diam-diam namja itu telah
mempelajari apa yang seharusnya tidak ia pelajari, sihir yang dapat
mengakibatkan bencana bagi Shappire Blue─lebih parahnya, Hyukjae bahkan sudah
mempraktekkan sihir terlarang itu bersama si bungsu!
Namja
ketiga─yang sedang memeluk boneka berbentuk ikan nemo (didapat dari dunia
manusia sewaktu kunjungan 3 bulan lalu) sambil mengawasi tetesan ari hujan di
luar sana─itu bernama Park Donghae, putra ketiga Jungsoo. Childish, perhatian,
dan err playboy! Namja itu bahkan telah memacari hampir semua
anak bangsawan di Negerinya. Donghae sekarang belajar ilmu sihir ditingkat 9
sama dengan Hyukjae─umur mereka juga hanya terpaut sepuluh bulan. Donghae mempunyai
keistimewaan, namja itu bisa membaca pikiran orang lain hanya dengan menatap
mata mereka dengan fokus─dia bisa membaca pikiran semua orang kecuali pikiran
saudara-saudaranya, entah kenapa.
Namja
terakhir─yang sedang sibuk dengan mainan yang dia dapat dari dunia manusia
(PSP)─itu bernama Park Kyuhyun, putra bungsu Jungsoo. Sangat pintar, arogan,
dan.. evil! Namja yang sekarang tengah mempelajari ilmu sihir
tingkat 8 itu sangat senaaaang sekali menjaili hyung-hyungnya, korban
utama Kyuhyun adalah Hyukjae! Tiada hari tanpa kejailan yang dibuat oleh
Kyuhyun, bahkan Jungsoo sendiri kewalahan menghadapi sikap Kyuhyun. Namun
dibalik itu semua, Kyuhyun adalah pengatur strategi yang sangat cerdik. Jika
sedang berlangsung perang, Kyuhyunlah yang selalu mengatur strategi, dan bisa
dipastikan strateginya akan berhasil.
Dan
bukanlah hal aneh jika kita dapat menemukan keempat Pangeran tampan itu di
ruangan bernama ruang astral ini sebab ruang astral memang ruangan yang khusus
di desain untuk para Pangeran bersantai. Keheningan yang terjadi di ruangan ini
juga bukan lagi hal aneh.
“Arrrrgh!”
erangan frustasi dari Kyuhyun melihat tulisan game over di layar PSPnya
menjadi suara pertama yang berhasil mengusir hening. “Game sialan!
Padahal satu level lagi untuk menjadi pemenang! Sial! Sial! Sial!”
Jongwoon
mendelik dengan tangan yang tak lepas mengusap cangkang kura-kuranya, “Kyuhyun,
berhenti berteriak! Kau membuat Ddangkoma takut!” hardik Jongwoon.
Kyuhyun
balas mendelik dengan sikap menantang, tak gentar. “Apa peduliku?”
“Kyu─”
“Hyung
sudahlah, jangan urusi bocah evil itu. Perdebatan kalian tidak akan ada
habisnya nanti.” interupsi Donghae yang masih menatap tetesan air hujan di luar
sana.
Jongwoon
mendecih mendengar perkataan Donghae, tapi dalam hati dia mau tak mau harus
setuju dengan pendapat dongsaeng kesayangannya itu. Maka sekali lagi,
Jongwoon hanya bisa memberikan delikan tersinisnya pada Kyuhyun. Kyuhyun
sendiri tak terlalu mengambil pusing karena namja itu mencibir untuk
membalas delikan Jongwoon.
Mata
Kyuhyun lalu beralih pada Donghae─berhubung moodnya buruk karena kalah
bermain game tadi. “Hae-ya, kau pernah dengar sihir gesvaros?”
Donghae
mencebik mendengar Kyuhyun lagi-lagi memanggilnya tanpa embel-embel hyung,
“Bisakah kaupanggil aku dengan sebutan hyung, Kyuhyun-ah?”
tanyanya sarkatis, melihat Kyuhyun menatapnya dengan pandangan tak berdosa
membuat Donghae hanya menghela napas pasrah sebelum menjawab, “itu sihir
terlarang. Sangat sulit dikuasai, benar kan Jongwoon hyung?”
Merasa
Donghae meminta persetujuan, Jongwoon mengangguk antusias, dia memang sangat
suka jika sudah membahas sihir-sihir terlarang seperti ini, menyenangkan
baginya. “Ye, jika kaumenguasainya, kau bisa membangkitkan iblis
kegelapan yang sudah lama tersegel di gunung Silamanaya Kyuhyun-ah!”
Mata
Kyuhyun berbinar kagum, “Wow, bukankah Hyukjae-ya menguasainya?” ujar
Kyuhyun dengan nada polos.
Serentak
mata Jongwoon dan Donghae melebar sempurna, mereka melempar tatapan horor pada
Hyukjae yang baru bangun dan duduk di sofa sembari mengucek matanya karena
percakapan ketiga saudaranya.
“Hyukjae-ya,
kau tidak benar-benar menguasai sihir gesvaros, kan?” tembak Jongwoon langsung.
Hyukjae
yang nyawanya masih berhamburan kemana-mana mengerjap polos, terdiam beberapa
saat untuk berpikir sebelum menjawab dengan santai. “Apa maksudmu hyung?
Kau meremehkanku? Aku bahkan sudah mempraktekkan sihir itu kemarin bersama
Kyuhyun, dan kautahu? Aku melihat asap hitam di sekitar gunung Silamanaya.”
Glek!
Jongwoon
dan Donghae menatap Hyukjae ngeri. Kadang mereka sangat heran dengan isi otak
Hyukjae, apa isinya hingga Hyukjae bisa sebodoh itu?
“Kenapa
kalian berekspresi seperti itu?” Kyuhyun bertanya dengan nada heran.
Sekarang
Jongwoon dan Donghae malah menatap Kyuhyun dengan pandangan nanar. Lihat,
saudara terpintar mereka yang satu ini sejak kapan berubah jadi bodoh. Apa
Kyuhyun tidak bisa menyimpulkan sesuatu?
“Hyukjae-ya,”
Donghae menyebut nama saudaranya itu sambil menelan ludah, “kau membuat
masalah! Kau telah melepaskan segel iblis kegelapan kemarin.”
“MWOYA?!”
teriak Hyukjae dan Kyuhyun bersamaan, shock.
4 tokoh utama, gaada yang namanya maincast soalnya semua yg
jadi pangeran nanti bakal punya plot masing-masing, untuk awalan dan beberapa
plot mungkin bakal gabung, tapi percaya deh mereka bakal banyak punya plot
sendiri sama si tokoh cewek yang who knows? Emm, untuk keperluan cerita aku
terpaksa ganti marga itu oppa oppa *yang sebenernya udh kelewat tua untuk
dipanggil oppa haha* dan juga ini kayaknya bakal OOC banget deh, aku sih maunya
ngusahain biar ga OOC tapi... lihat sendirilah hasilnya T.T
FYI gue ga pake nama panggung karena jujur nih, gue lebih suka nama asli mereka ._.
Well, ini rencananya ff berchapter pertama aku, pingin
nyobain genre yang ga biasa alias fantasi campur roman. tapi, kok pas baca
ulang prolognya aja aku udah ngerasa gagal ya? Any comment? I need it, really
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar