Entri yang Diunggulkan

Series Recommendations! đŸŽ„

Hi, happy Wednesday all! So decided to post my own personal series. I usually dont like watching movie, so because i watched those series ...

Kamis, 26 Juli 2012

Brotherhood, Magic, and... Love {Prolog}


Prolog

Pilar-pilar megah yang bertabur emas (murni) ditengah-tengah ruangan, sepasang set sofa beludru, meja yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran luar biasa indah, juga beberapa barang lain yang terkesan kuno tapi berkelas membuat ruangan itu nampak begitu menakjubkan dan sangat mewah. Sayangnya ruangan itu sangat sunyi, hanya bunyi detikan jam tua di sudut ruangan megah bernuansa Eropa zaman dahulu itulah yang menjadi satu-satunya sumber suara yang mengisi keheningan. Ruangan megah yang didominasi warna putih berhias perak elegan di sisinya itu benar-benar sunyi, bahkan jangkrik pun seperti enggan untuk mengeluarkan suaranya.

Tidak. Tidak. Ruangan tersebut sunyi bukan berarti tak berpenghuni. Sebenarnya ada 4 orang namja berwajah tampan yang sedang berada di ruangan tersebut, hanya saja keempat namja itu terlalu sibuk dengan dunia masing-masing dan sangat menikmati kesunyian yang mereka ciptakan sendiri.

4 namja itu adalah Pangeran Negeri Shappire Blue, salah satu dari 4 Negeri sihir terkenal yang berada di atas awan. Negeri sihir yang banyak dipuji oleh dewa-dewi langit karena kedamaian dan kemakmurannya. Negeri sihir yang kini tengah dipimpin oleh salah satu Raja paling hebat sepanjang sejarah, Park Jungsoo.

Namja pertama─yang sedang memberi makan kura-kura peliharaannya dalam akuarium─itu bernama Park Jongwoon, putra tertua Jungsoo yang sangat pendiam, dewasa, dan sedikit.. aneh. Gelar aneh yang dia dapat disebabkan oleh hobinya yang suka berbicara dengan kura-kura peliharaannya daripada orang lain. Namja itu sekarang sedang belajar mengendalikan ilmu sihir ditingkat 10 dibawah bimbingan guru sihirnya─Kim Youngwoon, tingkatan teratas dalam ilmu sihir di Shappire Blue. Ketika ilmu sihir tingkat 10 itu sudah dikuasainya dengan baik, Jungsoo akan mempertimbangkan pengangkatan Jongwoon sebagai putra mahkota secepatnya. Jongwoon mempunyai kelebihan yang sangat langka, namja itu bisa menyalurkan ketenangan lewat sentuhan tangannya.

Namja kedua─yang sedang tertidur di sofa panjang dengan mulut sedikit menganga─itu adalah Park Hyukjae, putra kedua Jungsoo. Sangat pemalas, seenaknya, dan juga polos! Saking polosnya, namja itu seringkali dibodohi adik bungsunya yang terkenal bersifat setan. Namun dibalik itu semua, Hyukjae cukup pandai dalam mengendalikan ilmu sihir, dia sekarang sedang belajar mengendalikan ilmu sihir ditingkat 9 oleh Youngwoon, namun diam-diam namja itu telah mempelajari apa yang seharusnya tidak ia pelajari, sihir yang dapat mengakibatkan bencana bagi Shappire Blue─lebih parahnya, Hyukjae bahkan sudah mempraktekkan sihir terlarang itu bersama si bungsu!

Namja ketiga─yang sedang memeluk boneka berbentuk ikan nemo (didapat dari dunia manusia sewaktu kunjungan 3 bulan lalu) sambil mengawasi tetesan ari hujan di luar sana─itu bernama Park Donghae, putra ketiga Jungsoo. Childish, perhatian, dan err playboy! Namja itu bahkan telah memacari hampir semua anak bangsawan di Negerinya. Donghae sekarang belajar ilmu sihir ditingkat 9 sama dengan Hyukjae─umur mereka juga hanya terpaut sepuluh bulan. Donghae mempunyai keistimewaan, namja itu bisa membaca pikiran orang lain hanya dengan menatap mata mereka dengan fokus─dia bisa membaca pikiran semua orang kecuali pikiran saudara-saudaranya, entah kenapa.

Namja terakhir─yang sedang sibuk dengan mainan yang dia dapat dari dunia manusia (PSP)─itu bernama Park Kyuhyun, putra bungsu Jungsoo. Sangat pintar, arogan, dan.. evil! Namja yang sekarang tengah mempelajari ilmu sihir tingkat 8 itu sangat senaaaang sekali menjaili hyung-hyungnya, korban utama Kyuhyun adalah Hyukjae! Tiada hari tanpa kejailan yang dibuat oleh Kyuhyun, bahkan Jungsoo sendiri kewalahan menghadapi sikap Kyuhyun. Namun dibalik itu semua, Kyuhyun adalah pengatur strategi yang sangat cerdik. Jika sedang berlangsung perang, Kyuhyunlah yang selalu mengatur strategi, dan bisa dipastikan strateginya akan berhasil.

Dan bukanlah hal aneh jika kita dapat menemukan keempat Pangeran tampan itu di ruangan bernama ruang astral ini sebab ruang astral memang ruangan yang khusus di desain untuk para Pangeran bersantai. Keheningan yang terjadi di ruangan ini juga bukan lagi hal aneh.

“Arrrrgh!” erangan frustasi dari Kyuhyun melihat tulisan game over di layar PSPnya menjadi suara pertama yang berhasil mengusir hening. “Game sialan! Padahal satu level lagi untuk menjadi pemenang! Sial! Sial! Sial!”

Jongwoon mendelik dengan tangan yang tak lepas mengusap cangkang kura-kuranya, “Kyuhyun, berhenti berteriak! Kau membuat Ddangkoma takut!” hardik Jongwoon.

Kyuhyun balas mendelik dengan sikap menantang, tak gentar. “Apa peduliku?”

“Kyu─”

Hyung sudahlah, jangan urusi bocah evil itu. Perdebatan kalian tidak akan ada habisnya nanti.” interupsi Donghae yang masih menatap tetesan air hujan di luar sana.

Jongwoon mendecih mendengar perkataan Donghae, tapi dalam hati dia mau tak mau harus setuju dengan pendapat dongsaeng kesayangannya itu. Maka sekali lagi, Jongwoon hanya bisa memberikan delikan tersinisnya pada Kyuhyun. Kyuhyun sendiri tak terlalu mengambil pusing karena namja itu mencibir untuk membalas delikan Jongwoon.

Mata Kyuhyun lalu beralih pada Donghae─berhubung moodnya buruk karena kalah bermain game tadi. “Hae-ya, kau pernah dengar sihir gesvaros?”

Donghae mencebik mendengar Kyuhyun lagi-lagi memanggilnya tanpa embel-embel hyung, “Bisakah kaupanggil aku dengan sebutan hyung, Kyuhyun-ah?” tanyanya sarkatis, melihat Kyuhyun menatapnya dengan pandangan tak berdosa membuat Donghae hanya menghela napas pasrah sebelum menjawab, “itu sihir terlarang. Sangat sulit dikuasai, benar kan Jongwoon hyung?”

Merasa Donghae meminta persetujuan, Jongwoon mengangguk antusias, dia memang sangat suka jika sudah membahas sihir-sihir terlarang seperti ini, menyenangkan baginya. “Ye, jika kaumenguasainya, kau bisa membangkitkan iblis kegelapan yang sudah lama tersegel di gunung Silamanaya Kyuhyun-ah!”

Mata Kyuhyun berbinar kagum, “Wow, bukankah Hyukjae-ya menguasainya?” ujar Kyuhyun dengan nada polos.

Serentak mata Jongwoon dan Donghae melebar sempurna, mereka melempar tatapan horor pada Hyukjae yang baru bangun dan duduk di sofa sembari mengucek matanya karena percakapan ketiga saudaranya.

“Hyukjae-ya, kau tidak benar-benar menguasai sihir gesvaros, kan?” tembak Jongwoon langsung.

Hyukjae yang nyawanya masih berhamburan kemana-mana mengerjap polos, terdiam beberapa saat untuk berpikir sebelum menjawab dengan santai. “Apa maksudmu hyung? Kau meremehkanku? Aku bahkan sudah mempraktekkan sihir itu kemarin bersama Kyuhyun, dan kautahu? Aku melihat asap hitam di sekitar gunung Silamanaya.”

Glek!

Jongwoon dan Donghae menatap Hyukjae ngeri. Kadang mereka sangat heran dengan isi otak Hyukjae, apa isinya hingga Hyukjae bisa sebodoh itu?

“Kenapa kalian berekspresi seperti itu?” Kyuhyun bertanya dengan nada heran.

Sekarang Jongwoon dan Donghae malah menatap Kyuhyun dengan pandangan nanar. Lihat, saudara terpintar mereka yang satu ini sejak kapan berubah jadi bodoh. Apa Kyuhyun tidak bisa menyimpulkan sesuatu?

“Hyukjae-ya,” Donghae menyebut nama saudaranya itu sambil menelan ludah, “kau membuat masalah! Kau telah melepaskan segel iblis kegelapan kemarin.”

MWOYA?!” teriak Hyukjae dan Kyuhyun bersamaan, shock.


4 tokoh utama, gaada yang namanya maincast soalnya semua yg jadi pangeran nanti bakal punya plot masing-masing, untuk awalan dan beberapa plot mungkin bakal gabung, tapi percaya deh mereka bakal banyak punya plot sendiri sama si tokoh cewek yang who knows? Emm, untuk keperluan cerita aku terpaksa ganti marga itu oppa oppa *yang sebenernya udh kelewat tua untuk dipanggil oppa haha* dan juga ini kayaknya bakal OOC banget deh, aku sih maunya ngusahain biar ga OOC tapi... lihat sendirilah hasilnya T.T
FYI gue ga pake nama panggung karena jujur nih, gue lebih suka nama asli mereka ._.
Well, ini rencananya ff berchapter pertama aku, pingin nyobain genre yang ga biasa alias fantasi campur roman. tapi, kok pas baca ulang prolognya aja aku udah ngerasa gagal ya? Any comment? I need it, really :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar