Hanya drabble sederhana yang tercipta dari rasa bosan :)
Keep enjoy :)
Still Life for Me!
"Shit! Kita terkepung!" umpat Eunhyuk seraya memandang tajam keluar jendela, mengamati ratusan orang yang menaiki pegasus dengan berbagai senjata teracung.
Yeoja yang ada di sebelah Eunhyuk terisak pelan, "Bagaimana ini oppa?"
Eunhyuk menoleh ke arah yeoja itu, tatapan tajamnya berubah lembut. Tangannya terulur dan mengusap kepala yeoja itu dengan sangat lembut, seolah menyalurkan ketenangan. "Oppa akan menyelamatkanmu, Ahna-ya, tenanglah."
Setelah berkata seperti itu, Eunhyuk menyuruh Ahna masuk ke dalam lemari di ruangan kecil itu. Namja tampan yang baru saja merayakan ulangtahunnya yang ke 27 tahun itu segera merapal mantra sambil sesekali melirik pasukan musuh yang semakin mendekat.
"Oppa, apa yang kaulakukan?!" teriak Ahna dari dalam lemari dengan panik.
"Aku akan mengirimmu ke dunia manusia Ahna-ya, kau harus hidup!"
"Bagaimana denganmu oppa?" teriak Ahna lagi lebih keras, isakan mulai terdengar dari mulut yeoja itu. "Aku tidak ingin pergi tanpamu oppa, jebal..."
Eunhyuk menggeram pelan, sebuah sinar berwarna biru langit keluar dari telapak tangannya saat mantra selesai dibacakan.
"Jangan bodoh dan jangan pedulikan aku Ahna-ya. Salah satu di antara kita harus tetap hidup sedangkan mantra ini hanya cukup untuk satu orang. Hiduplah untuk oppa juga!"
"OPPA!"
SING!
BRAK!
Lemari itu menghilang bersamaan dengan pintu ruangan yang menjeblak terbuka, seorang namja tampan berpakaian serba hitam yang memimpin pemberontakan itu tersenyum penuh kemenangan pada Eunhyuk.
"Menyerahlah jika kau tak ingin kubunuh, serahkan istana ini padaku, Pangeran."
Eunhyuk meludah, memandang namja yang telah dianggapnya saudara itu dengan tajam. "Cih, lebih baik aku mati daripada harus menyerahkan istana ini pada orang sepertimu!"
DUAGH!
ZING!
BUGH!
ZING!
BUGH!
End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar