That’s All about Us (series three: Cho Kyuhyun)
Antifans
Yeoja itu tersenyum
memandangi kaus pendek bergambar Cho Kyuhyun Super Junior yang dibelinya
tadi─dalam bentuk animasi, matanya tampak berbinar cerah. Wajar saja, dia
memang sangat mengidolakan evil maknae Super Junior bernama Cho Kyuhyun,
hidupnya tak pernah jauh-jauh dari kegiatan fangirling. Satu hari saja
tak melihat wajah Kyuhyun dia akan langsung uring-uringan. Tipe penggemar
sejati, bukan?
Senyum di bibir yeoja itu
semakin melebar, dia mengangkat kepalanya buru-buru saat seorang namja
duduk di kursi yang ada di depannya, namja di depannya menghela napas
jengah melihat kegiatan yeojanya yang tak berhenti tersenyum-senyum
sendiri dengan kaus yang dia beli tadi didekapannya.
“Waeyo, Junsun-ah?”
tanya yeoja itu heran, alisnya terangkat ke atas dengan mimik lucu.
Biasanya namja bernama
Junsun itu akan mengacak rambut yeoja di hadapannya jika mendengar nada
suara yang yeoja itu keluarkan, tapi kali ini Junsun hanya menatap wajah
yeoja itu dengan pandangan datar, berkali-kali ia menghela napas
panjang. Raut wajah Junsun yang biasanya dipenuhi senyuman lenyap, dia terlihat
sangat serius, dan yeoja itu menyadarinya hingga senyum di wajah
manisnya perlahan memudar digantikan tatapan cemas. Junsun memang selalu
berwajah serius setiap harinya, tapi ia tidak pernah seserius ini sebelumnya.
Dan entah mengapa, yeoja itu merasakan hatinya berdebar cemas dengan apa
yang akan terjadi nanti.
Raut wajah Junsun tambah serius,
dia menghela napas sekali lagi sebelum dengan dingin mengatakan, “Saera-ya,
aku ingin kita berpisah.”
Saera tersentak, dia menatap Junsun
dengan pandangan tak percaya. Jantungnya semakin berdebar─tapi bukan perasaan
berdebar yang menyenangkan, ini perasaan berdebar yang menyakitkan─dan matanya
tiba-tiba saja memanas.
Yeoja bernama lengkap Han
Saera itu membuka mulutnya seolah hendak berucap sesuatu, tapi suaranya
tersangkut di tenggorokan. Lidahnya tiba-tiba saja kelu.
Hening beberapa saat sampai Saera
berhasil menemukan suaranya lagi, dia menatap Junsun dengan pandangan terluka
yang begitu kentara, “Waeyo Junsun-ah? Kita sudah dua tahun
bersama, kan? Kenapa kau tiba-tiba ingin berpisah dariku?”
Pertanyaan berbondong-bondong itu
dijawab Junsun dengan wajah semakin dingin, “Kau tidak sadar dengan apa yang
terjadi?” Saera tahu itu bukan pertanyaan untuknya, maka dia diam tidak
menjawab. “Akhir-akhir ini─setelah mengenal Kyuhyun Super Junior─kau berubah
menjadi orang yang tak kukenal, Saera-ya. Kau fanatik, dan aku
benar-benar tak menyukainya!”
Saera tercenung mendengar alasan
Junsun, air mata sudah jatuh membasahi pipinya. Saera memejamkan mata sejenak,
sebelum pandangannya kembali pada Junsun.
“Junsun-ah, tidakkah ini
konyol? Kau memutuskanku hanya karena aku menyukai Kyuhyun?”
Siapa yang tidak akan berpikir
alasan Junsun konyol? Tentu saja semua juga akan berpikir ini sangat konyol.
Mengidolakan seseorang bukan berarti mencintai kan? Saera sendiri sadar
seberapa pun kecintaannya pada Cho Kyuhyun tak mungkin membuat ia sampai lupa
pada Junsun. Bagaimana pun Cho Kyuhyun saat ini semu, sedangkan Junsun nyata.
Dan Saera sangat mencintai Junsun. Tapi mengapa Junsun malah mempermasalahkan
hal ini?
Jika Junsun cemburu seharusnya dia
berbicara baik-baik, bukan langsung memutuskannya seperti ini. Saera juga pasti
mengerti kalau Junsun menginginkan dia mengurangi sedikit kegiatan fangirlingnya.
Tapi apa yang dilakukan Junsun? Memutuskannya secara sepihak!
“Mianhae, Saera-ya.
Aku sudah benar-benar tak tahan dengan fanatik sepertimu, lebih baik kita
berpisah saja. Semoga kau memang bisa berjodoh dengan Kyuhyunmu itu.”
Junsun berdiri dan meninggalkan
Saera yang hanya bisa tercenung memandangi kepergiannya dengan air mata yang
mengalir deras. Saera melempar kaus di tangannya dengan asal, dia memegang
dadanya yang terasa bagai ditikam ribuan pisau secara bersamaan. Saera merasa
ada lubang kosong yang menganga di hatinya. Dia masih sangat mencintai Junsun
dan benar-benar tak terima dengan keputusan sepihak Junsun ini.
Saera menelungkupkan kepalanya di
atas meja kafe itu, tak mempedulikan tatapan kasihan orang-orang yang melihat
adegan perpisahannya dengan Junsun tadi.
5 menit berikutnya, Saera sudah
benar-benar berhenti menangis. Dia melihat ke arah kaus berwajah animasi Cho
Kyuhyun yang dibelinya tadi dengan wajah penuh kebencian. Saera mengambil kaus
itu, dirobeknya dengan kasar tepat di wajah Kyuhyun. Junsun mencampakkannya
karena Cho Kyuhyun, orang yang bahkan tak mengenalnya sama sekali. Rasa
cintanya sebagai seorang fans kepada Kyuhyun lenyap digantikan perasaan
benci yang sangat dalam. Saera telah bertekad di dalam batinnya sendiri bahwa
dari seorang fans, dia akan berubah menjadi antifans. Antifans
Kyuhyun!
“Aku benar-benar membencimu, Cho
Kyuhyun!” desis Saera penuh dendam, matanya berkilat marah. Dalam hati dia
berjanji akan memusnahkan semua barang yang berhubungan dengan Cho Kyuhyun
setibanya di rumah nanti.
***
“Hyung, ayolah temani aku..”
Kyuhyun merengek sambil menarik-narik tangan Sungmin yang sedang menikmati
sereal di depannya.
Sungmin mendengus, dia menyimpan
satu sendok sereal yang baru saja akan masuk ke dalam mulutnya dan menatap
Kyuhyun kesal.
“Ajak member lain Kyu-ah,
aku ingin menikmati liburan yang hanya sebentar ini dengan bermalas-malasan di dorm.”
tandas Sungmin cepat.
Kyuhyun merengut, dia bergumam tak
jelas─atau menggerutu?─sambil berjalan menuju ruang tivi. Kyuhyun meliarkan
mata untuk mengamati member lain yang ada di ruang tivi. Matanya tertuju
pada Leeteuk yang tengah mengamati sebuah drama musikal yang ditampilkan di
tivi. Namja itu berjalan mendekati Leeteuk, dia duduk di sampingnya
lantas menarik-narik lengan kaus Leeteuk meminta perhatian.
Berhasil! Leeteuk menoleh ke
arahnya. “Waeyo, Kyu-ah?”
Kyuhyun menyeringai sebelum
memasang puppy eyes terbaik yang dia punya, Leeteuk malah bergidik
melihat puppy eyes di wajah evil Cho Kyuhyun. Sangat menyeramkan
baginya.
“Temani aku ke mall untuk
membeli kaset game baru ya, hyung. Jebal..” Kyuhyun berusaha
membuat nada suaranya terdengar sangat memelas.
Leeteuk menghela napas, sudah dia
duga akhirnya akan seperti ini. Bagaimana mungkin sifat evil Kyuhyun
berganti jadi manis kalau tidak ada kemauan?
“Aniyo Kyu-ah, cari
saja member lain. Aku tidak akan mempan dengan tatapanmu!”
Kyuhyun memanyunkan bibirnya, namja
itu kembali menggerutu sebelum mulai beralih pada member lain. Kyuhyun
melakukan hal yang sama seperti yang telah dia lakukan pada Sungmin dan
Leeteuk, dan jawaban semuanya hampir sama. Mereka menolak!
Kyuhyun mendengus kesal, cara
baik-baik tidak akan berhasil, gumamnya dalam hati. Dia berdiri di depan
tivi untuk menghalangi pandangan semua member─termasuk Sungmin yang baru
saja bergabung. Mereka mendelik ke arah Kyuhyun tapi Kyuhyun dengan segera
memberikan seringain setan nomor satu yang dia punya, semua member
mengeluh dalam hati, merasa aura buruk sedang mengelilingi mereka.
“Aku ingin diantar ke mall,
titik! Jika tidak ada satupun di antara kalian yang mau mengantar, jangan
salahkan aku kalau seminggu ini kalian akan merasa hidup di neraka!”
Member Suju menelan ludah
berjamaah.
“Sungmin, temani Kyuhyun!” teriak
mereka bersamaan.
Ancaman memang selalu lebih
berhasil daripada rayuan!
Jadi di sinilah Sungmin dan Kyuhyun
sekarang. Lengkap dengan penyamaran, mereka berdua berjalan memasuki salah satu
mall besar di Korea. Sungmin daritadi terus menggerutu sepanjang
perjalanan, tapi Kyuhyun sama sekali tak peduli, namja itu malah dengan
riang menarik tangan Sungmin untuk masuk dari satu toko game ke toko game
lainnya.
Kini di tangannya Kyuhyun sudah
menenteng dua tas belanja yang berisi 10 game terbaru, tapi seakan belum
puas Kyuhyun masih terus saja menjelajahi setiap toko game yang ada.
Sungmin mendecakkan lidahnya, dia
menatapi Kyuhyun dengan jengah. Badannya serasa remuk ditarik ke sana ke sini
dari tadi, dan setan itu sama sekali tidak peduli. Tolong catat, TIDAK PEDULI!
“Kyuhyun, sampai kapan kau akan
terus mencari? Aigo, kakiku sudah sakit Kyu!”
“Uh, hyung tidak lihat
banyak sekali game terbaru?” balas Kyuhyun santai, tapi setelah menengok
wajah Sungmin namja itu merasa sedikit iba pada hyung yang paling
dekat dengannya itu.
“Arraseo, hyung tunggu di
kursi sana saja, ne?” tangan Kyuhyun menunjuk sebuah kursi panjang di
arah barat Sungmin, Sungmin mengangguk setuju. “Jangan kemana-mana sebelum aku
kembali.”
Setelah melihat hyungnya itu
mengangguk sekali lagi, Kyuhyun segera melenggang pergi. Kyuhyun berjalan
menunduk untuk mengantisipasi kalau-kalau ada fans yang mengenalinya,
dia lalu masuk ke salah satu toko elektronik untuk melihat-lihat PSP terbaru.
Mata Kyuhyun terpaku pada PSP
berwarna hitam mengkilat yang dipajang di sudut toko.
Itu keren, aku harus
mendapatkannya, gumam Kyuhyun dalam hati sambil terus berjalan ke arah PSP
itu berada. Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk mengambil PSP itu ketika tangan
seseorang menyambarnya terlebih dahulu. Kyuhyun melongo beberapa detik sebelum
menatap orang itu nyalang.
“Yak! Apa-apa kau?! Aku yang lebih
dulu melihatnya, berikan padaku!”
Orang itu─yang ternyata seorang yeoja─melirik
Kyuhyun sekilas lewat ekor matanya, “Ahjussi, telingaku masih normal.
Kau tidak perlu membentakku seperti itu. Lagipula aku yang melihatnya terlebih
dahulu.”
Dipanggil ahjussi, tentu
saja membuat amarah Kyuhyun semakin naik ke ubun-ubun. “Yak! Aku belum setua
itu bodoh, cepat berikan!”
Yeoja itu mendelik tak suka,
“Yak! Kau berisik sekali, pergilah, PSP ini milikku sekarang.”
Kyuhyun menghentakkan kakinya lalu
menarik PSP tersebut dari tangan yeoja itu. Merelakan PSP secantik ini?
Tidak akan, sekalipun dengan yeoja!
Yeoja itu terpekik kaget
melihat sikap Kyuhyun, secara otomatis tangannya juga ikut menarik PSP itu
hingga terjadilah tarik-menarik sebuah PSP.
“Lepaskan sekarang, atau aku akan
berteriak.” desis yeoja itu dengan nada berbahaya.
Kyuhyun mendelik, sama sekali tak
mengindahkan perkataan yeoja itu.
Kesal, yeoja itu menarik
napas dalam-dalam sebelum berteriak dengan lantang. “Kyaa Kyuhyun oppa,
Kyuhyun oppa saranghae~”
MWO?! batin Kyuhyun
berteriak keras mendengar teriakan yeoja itu, darimana dia tahu ini
aku? lanjut Kyuhyun dalam hati. Namja itu segera melepaskan PSP dari
tangannya dan melempar death glare pada yeoja di hadapannya─yang
ditanggapi dengan juluran lidah sebelum berlalu pergi. Kyuhyun takut-takut
melirik sekitarnya, namja itu menelan ludah gugup melihat semua mata di
toko tersebut menatap padanya. Kyuhyun langsung merasakan hawa buruk
mengelilinginya.
1.. 2.. 3..
“Kyaa, Kyuhyun oppa..”
Kyuhyun berjanji dalam hati dia
akan membalas perlakuan yeoja itu sebelum ia berlari keluar menghindari fans
yang sekarang mengejarnya.
***
“Kyu, berhentilah merengut seperti
itu. Aku tidak mau acara pertunanganku dengan Hyerin jadi beraura setan
gara-gara kau terus merengut.” oceh Donghae di dalam mobil yang akan membawa
mereka ke sebuah hotel untuk pertunangan Donghae dan Hyerin.
Hari ini memang hari pertunangan
Donghae dan Hyerin─harusnya Baekhyun dan Hyerin kalau saja Donghae tak
berbicara dengan Baekhyun kemarin─jadi Donghae terlihat sangat excited,
masalah Kyuhyun merengut saja sampai membuat Donghae mengoceh.
Kyuhyun yang mendengarnya semakin
merengut, dia memberikan death glare pada hyungnya itu. Namun
sialnya, Donghae sama sekali tidak peduli saking senangnya.
“Kau membuat moodku semakin
buruk dengan ocehanmu itu, hyung.” desis Kyuhyun tajam.
“Kyu, kau masih sebal dengan
kejadian kemarin?” tanya Sungmin yang duduk di sebelahnya dengan heran.
Kyuhyun mendengus, dia memalingkan
wajahnya ke arah jendela dengan mata berkilat. “Aku tak akan melepaskan yeoja
itu kalau kami bertemu lagi.” serunya berapi-api yang mendapat helaan napas
dari semua member di mobil itu.
Ya, mau bagaimana lagi. Beginilah
Cho Kyuhyun kalau sedang kesal dengan seseorang, maka member Suju
membiarkan Kyuhyun dengan kekesalannya dan asyik membicarakan acara pertunangan
Donghae dan Hyerin nanti.
Setibanya di hotel, rombongan itu
langsung digiring seorang pelayan hotel ke ballroom. Kyuhyun hanya
mengikuti di belakang, matanya melirik kiri-kanan dengan hati masih panas.
Pertemuannya dengan yeoja menyebalkan kemarin masih membekas di hatinya,
Kyuhyun belum bisa melupakan kejadian memalukan tersebut yang harus berakhir
dengan mengadakan fans service dadakan. Dan tahu bagaimana rasanya?
Seperti dilempar ke lubang buaya.
Kyuhyun mengikuti langkah hyungdeulnya
memasuki sebuah ballroom hotel. Mau tak mau, namja itu sempat
berdecak kagum juga melihat megahnya ballroom ini. Kyuhyun berdiri di
dekat Sungmin, menatapi momen-momen dimana hyungnya sebentar lagi akan
memiliki tunangan. Kyuhyun mau tak mau tersenyum juga melihat kebahagiaan yang
terpancar jelas dari wajah Donghae dan Hyerin walau dalam hati dia ingin sekali
tertawa saat pertama melihat ekspresi Hyerin begitu mendapati bahwa
tunangannnya adalah Donghae, bukan Baekhyun. Dan saat keduanya sudah bertukar
cincin lalu menatap ke arah mereka, Kyuhyun terbawa suasana hingga ia ikut
bersorak riuh dengan member lainnya.
“Moodmu sepertinya membaik
Kyu.” bisik Sungmin melihat Kyuhyun yang sedang menatap tanpa kedip adegan
ciuman yang tengah dilakoni Hyerin dan hyungnya.
Kyuhyun menoleh dengan cepat ke
arah Sungmin mendengar bisikan tersebut, wajahnya mendadak merengut lagi.
Kilasan-kilasan kejadian kemarin kembali berlarian di otaknya membuat moodnya
langsung drop seketika.
“Mollayo hyung, gara-gara
kau mengingatkannya, wajah yeoja itu langsung terbayang.”
Sungmin terkikik geli melihat
ekspresi Kyuhyun yang berubah lagi, Kyuhyun mendengus.
“Hana-ya, darimana saja
kau?”
Kali ini, Kyuhyun memutar bola
matanya sebal mendengar suara Eunhyuk, dia spontan menolehkan kepalanya ke kiri
untuk melihat Hana─yang notabene kekasih Eunhyuk. Matanya melebar sempurna
melihat yeoja yang ada di samping Hana.
“KAU?!” teriak Kyuhyun sambil
menunjuk yeoja itu terkejut, membuat yeoja itu juga seluruh member
Super Junior menatap heran ke arahnya.
Yeoja itu sempat terperanjat
kaget, tapi dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar sebelum
menyeringai.
“Oppa mengenal Saera?
Padahal aku baru mau mengenalkannya.” cetus Hana dengan wajah heran.
Tapi baik Kyuhyun maupun Saera sama
sekali tak mengindahkan perkataan Hana tadi, mereka sedang sibuk melempar death
glare terbaik yang mereka punya kepada satu sama lain.
Kekesalan Kyuhyun langsung naik ke
ubun-ubun lagi melihat Saera. Bisa ditebak? Ya, yeoja itu yang kemarin
merebut PSPnya dan menyebabkan ia mengadakan fans service dadakan.
“Hana-ya, siapa dia?” tanya
Ryeowook yang otomatis membuat duel death glare Kyuhyun dan Saera
berakhir.
Saera tersenyum pada member
Suju yang lainnya, “Annyeong haseyo oppadeul, Han Saera imnida.
Dongsaeng Hyerin eonni sekaligus antifans Cho Kyuhyun.”
“MWO?!” teriak member
Suju serempak.
Antifans menyatakan diri
secara terang-terangan? Apalagi ini antifans Cho Kyuhyun? Benar-benar
berani (atau cari mati?).
Kyuhyun yang shock terdiam
sebentar sebelum menatap Saera dengan seringai setan yang bisa membuat semua
orang bergidik ngeri. Dia berjalan ke arah Saera dan berdiri di hadapan yeoja
itu dengan seringaian yang tak pernah lepas dari wajah tampannya. Saera menantang
Kyuhyun lewat tatapan matanya yang tajam, membuat seringaian Kyuhyun bertambah
lebar.
“Antifansku, huh? Akan
kubuat kau mencintaiku!”
Saera merasa dunianya kiamat saat
tiba-tiba saja Kyuhyun menarik pinggangnya dan mencuri ciuman pertamanya.
Plak!
***
“Aish, appo.” Kyuhyun
mengusap-ngusap pipi merahnya dengan wajah kesal. Tamparan Saera benar-benar
keras, seperti dia bukan yeoja saja.
Hyungdeulnya tertawa-tawa
melihat kelakuan Kyuhyun, bagi mereka melihat Kyuhyun─yang biasanya
dipuja─ditampar dengan tanpa perasaan di depan semua tamu undangan adalah
hiburan paling menarik di dunia. Shindong bahkan sampai memegangi perutnya yang
terasa tergelitik karena terus-terusan tertawa.
Kyuhyun sekali lagi mendengus,
wajah evilnya terlihat sangat suram mendapat perlakuan seperti itu dari hyungnya.
Tangannya masih mengelus pipi malangnya dengan lembut tapi matanya kini
berpendar ke setiap sudut ruangan ballroom─yang sudah kosong karena
acara berakhir 10 menit lalu─berharap bisa menemukan keberadaan yeoja
yang telah semena-mena menampar pipi mulusnya.
“Kau bermain dengan manusia
sejenismu oppa.” seru Hana sambil memainkan gelas di tangannya. Tawa
terus mengalun dari mulut yeoja itu.
“Apa maksudmu? Dan apa-apaan yeoja
itu, langsung pergi setelah menamparku! Menyebalkan.”
Tawa meledak lagi memenuhi ballroom
yang kosong.
“Kalian berdua sama-sama setan dari
neraka, oppa. Dia sedang membasuh bibirnya sejak sejam yang lalu..”
Hyerin yang menjawab.
Wajah Kyuhyun tambah merengut mendengar
perkataan Hyerin, mulutnya bergumam tak jelas.
“Oppa, kalau kau tertarik
padanya, berjuanglah. Aku mendukungmu.” imbuh Hyerin sambil tersenyum manis.
Kyuhyun mendelik tajam, apa aku
memang tertarik padanya ya?
Sementara di toilet..
“Aish, kapan bibirku akan suci
lagi?” rutuk Saera sambil kembali membasuh bibirnya berkali-kali.
Saera benar-benar tak percaya dia
bisa mengidolakan evil maknae seperti Kyuhyun. Dulu dia pikir Kyuhyun
sangat cool dan lucu karena keevilannya, tapi ketika dia sudah
merasakan bagaimana rasanya berhadapan dengan evil seperti Kyuhyun,
Saera sekarang benar-benar menyesal pernah mengidolakan Kyuhyun (pantas saja
Junsun sangat membenci Kyuhyun dulu).
Ngomong-ngomong soal Junsun, hari
ini berarti sudah dua minggu sejak mereka putus. Dan Saera juga tak pernah
bertemu dengannya lagi. Saera sedang berjuang melupakan Junsun, dia tak ingin
mengingat namja yang telah mencampakkannya seenak hati seperti Junsun. Namja
itu tak pantas untuk ia ingat─Saera meringis dalam hati menyadari masih ada
sedikit rasa yang tertinggal untuk Junsun, menyebalkan!
Saera menghentikan gerakan
tangannya yang membasuh bibir, dia mengangkat kepala dan memandangi bibirnya
lewat pantulan cermin.
Namja sialan! maki Saera
dalam hati, tangannya kembali membuka air keran. Saera menghabiskan begitu
banyak waktu di toilet untuk mensucikan bibirnya lagi. Dan sepanjang waktu itu,
hatinya tak berhenti memaki Kyuhyun.
***
Saera terpekur di kantin Seoul
University dengan sebuah PSP di tangannya. Mata yeoja itu tak pernah
lepas dari pergerakan tokoh visual yang tersaji di depan matanya, gerakan demi
gerakan yang dilakonkan oleh tokoh visual itu dijalaninya dengan penuh
kesungguhan. Segelas jus stroberi yang menemaninya pun ia abaikan, Saera
terlarut dalam dunia imajinasi yang ditawarkan oleh game yang sedang ia
mainkan.
“Saera-ya!” pekikan seorang yeoja
dari arah pintu masuk kantin berhasil mengaburkan konsentrasi Saera.
Saera berjengit sebentar, kepalanya
mendongak untuk melihat siapa yang baru saja memanggilnya. Yeoja itu
mencibir pelan melihat Kang Gwanmi─sahabat karibnya sejak semester pertama
kuliah─tengah berlari-lari kecil untuk sampai di mejanya.
Gwanmi nyengir lebar saat melihat
Saera menatapnya dengan tatapan membunuh karena ia baru saja mencuri minum jus
stroberi Saera yang menganggur.
“Mianhae Saera-ya,
aku haus sekali setelah berlari-lari ke sini.”
Saera mendesah sebentar sebelum
wajahnya kembali tertunduk untuk melanjutkan permainan PSPnya, “Nde, kau
ini memang sama sekali tak ada perubahan Mi-ya.”
Gwanmi cemberut, tapi dalam
hitungan detik matanya melebar teringat akan tujuan dia mencari Saera
sebenarnya. “Saera-ya, Kyuhyun oppa benar-benar menciummu
kemarin?” tanyanya antusias.
Saera langsung mendelik dari balik
PSP yang sedang ia mainkan, pulasan kejadian kemarin berlarian di otaknya
hingga Saera merasa ingin membunuh Cho Kyuhyun saat ini juga!
“Jangan bahas itu Mi-ya, kau
membuatku semakin nafsu untuk membunuhnya.” desis Saera tanpa mengangkat wajah.
Gwanmi bergidik ngeri mendengar
nada suara Saera sebelum senyum kembali tersungging di bibirnya, “Tapi Saera,
apa kau tidak merasa beruntung? Yang menciummu itu seorang Cho Kyuhyun. Cho
Kyuhyun Super Junior, ingat? Semua yeoja pasti ingin berada di
posisimu..”
Saera mematikan game yang
sedang ia mainkan dan memandang Gwanmi jengah, “Aku antifans Cho
Kyuhyun, ingat?” Aku beruntung sekali pesta pertunangan Hyerin eonni
tertutup sehingga adegan ciuman itu tidak tercium media massa. Kalau sampai
tercium, habislah aku, tambah Saera dalam hati sembari bergidik
membayangkan nasibnya yang entah akan bagaimana kalau media massa sampai
mengetahui Cho Kyuhyun menciumnya. Saera bahkan tak yakin saat ini dia masih
hidup mengingat betapa buasnya Sparkyu!
“Tapi dulu kau fansnya,
sangat fanatik malah.” balas Gwanmi sambil mengernyit, pernyataan Gwanmi
berhasil menarik Han Saera kembali ke alam nyata lagi.
Saera meniupi poninya dengan malas,
“Dulu, sebelum Junsun memutuskanku gara-gara dia..” desisnya dengan nada marah.
Suara helaan napas tertahan
dikeluarkan Gwanmi mendengar perkataan Saera barusan, pikiran yeoja itu
melayang-layang pada beberapa waktu yang lalu saat Saera meneleponnya sambil
menangis, menceritakan kronologi putusnya ia dari Junsun. Saat itu, Gwanmi tidak
bisa berpikir apa-apa lagi selain berlari menuju tempat Saera berada dan
menenangkan sahabatnya itu yang tampak sangat menyedihkan. Gwanmi tersentak
pelan, matanya menatap Saera lembut.
“Saera-ya, aku sudah bilang
berkali-kali kalau itu bukan salah Kyuhyun oppa, kan?” Saera diam,
Gwanmi tak peduli, dia kembali meneruskan perkataannya. “Junsun tidak
benar-benar mencintaimu, kalau dia benar-benar mencintaimu, Junsun pasti akan
tetap mempertahankanmu seberapa fanatiknya pun kau terhadap seseorang.”
Saera tertegun sekarang. Sebagian
dari hatinya membenarkan apa yang baru saja terucap dari bibir Gwanmi, tapi
bagian hatinya yang lain menolak. Saera masih terlalu egois untuk mengakui
kebenaran ucapan Gwanmi.
Helaan napas kembali lolos dari
bibir Gwanmi melihat Saera yang sekarang tertegun. “Sudahlah, kalau kau belum
bisa menerima ucapanku tidak apa-apa, kau masih punya banyak waktu untuk
memikirkannya kembali. Tapi ingatlah, jangan jadikan Kyuhyun oppa
kambing hitam atas kekesalanmu pada Junsun terus-menerus, itu tidak baik..”
“Ne, eomma..” sahut Saera
seenaknya, Gwanmi cemberut, dan itu berhasil membuat Saera tertawa lebar.
“Omona! Berhenti memanggilku
eomma, dasar evil!” gerutu Gwanmi sembari memukul kepala Saera
dengan kertas yang digulungnya, “kau ada kelas lagi setelah ini, Saera-ya?”
Saera mengusap kepalanya dengan
bibir mengerucut sebal, dia memberikan death glare pada Gwanmi tapi sama
sekali tak digubris karena Gwanmi terlanjur terbiasa dengan death glare Saera.
Saera akhirnya menggeleng pelan untuk menjawab pertanyaan Gwanmi tadi.
“Aku juga tidak, pulang bersama
yuk?”
Setelah mengangguk setuju, Saera
dan Gwanmi berjalan beriringan menuju halte bis terdekat yang ada di depan
kampus mereka. Keduanya sesekali tertawa saat menceritakan kegiatan masing-masing
yang dianggap lucu. Bis datang dan keduanya naik, mereka mencari kursi kosong
untuk ditempati dua orang hingga mereka akhirnya terdampar di kursi panjang
paling belakang. Bis berhenti di halte berikutnya, dan di sanalah Gwanmi turun.
Yeoja itu melambaikan tangan ke arah Saera sebelum hilang ditelan
manusia yang berlomba-lomba untuk keluar.
Saera mendesah pelan setelah Gwanmi
turun, yeoja itu mengeluarkan PSP yang tadi dimainkannya dan mulai larut
dalam dunianya sendiri. Saera masih punya waktu sepuluh menit sebelum bis
berhenti di halte dekat rumahnya.
Tak sampai satu menit, Saera
mematikan PSPnya, dia mendesah lagi begitu tahu konsentrasinya telah menguap
entah kemana setelah percakapannya dengan Gwanmi tadi. Yeoja itu
memejamkan mata sejenak sebelum menatap keluar jendela dengan pikiran
berkecamuk.
Bis berhenti. Saera terenyak pelan,
dia memandangi sekitar halte dari dalam bis dan buru-buru berdiri. Karena
terlalu asyik melamun, Saera hampir saja tak mengenali halte di dekat rumahnya
sendiri. Saera menyampirkan tas punggungnya, dia berjalan menyusuri jalan aspal
yang dikelilingi pepohonan. Kening yeoja itu mengernyit begitu melihat
sebuah Audi hitam terparkir di garasi rumahnya. Tak lama dia mendengus begitu
gambaran seseorang tergambar di benaknya. Donghae.
“Aku pulang..” teriak Saera ketika
masuk ke dalam rumah, dia mengedarkan pandangan ke sekitar dan matanya terhenti
pada seorang namja yang sedang duduk tenang dengan PSP di tangannya.
Mata Saera membulat.
“Yak! Donghae oppa, kenapa
kau membawa ahjussi mesum itu ke sini?!” teriak Saera marah sambil
menunjuk-nunjuk Kyuhyun dengan tangannya.
Merasa ditunjuk, Kyuhyun mendongak
lalu menampilkan senyum setannya ke arah Saera. Sedangkan Donghae buru-buru
nyengir sambil menyembunyikan wajahnya di balik punggung Hyerin, menghindari
tatapan membunuh yang diberikan Saera padanya.
“Mianhae Saera-ya,
setan itu yang memaksa ikut!”
Saera mendengus, dia memandang
Kyuhyun lurus-lurus dengan tatapan tajam, seakan-akan tatapannya bisa menelan
Kyuhyun bulat-bulat saat itu juga. Berbanding terbalik dengan Kyuhyun yang
sedang menatapnya polos─atau pura-pura polos? Saera tak tahu pastinya, tapi ia
benar-benar muak melihat Kyuhyun di rumahnya─dari sofa.
Buncahan kekesalan dan amarah
langsung meledak-ledak di hati Saera jika mengingat kejadian kemarin. Kalau
saja membunuh orang itu bukanlah sebuah dosa, detik ini juga Saera pasti sudah
menyeret Kyuhyun ke dapur. Mengambil pisau daging lantas mencincang tubuh
Kyuhyun menjadi balok-balok daging yang kecil, setelah itu dia akan menjadikan
daging Kyuhyun sebagai makanan anjingnya. Rencana yang sempurna bukan? Namun
benar-benar disayangkan rencana itu pastilah tidak akan pernah terwujud.
Saera melemparkan tatapan tajam
pada Kyuhyun sekali lagi sebelum yeoja itu memutar bola matanya lantas
melangkah menuju kamar. Bertemu Kyuhyun benar-benar merusak moodnya.
“Saera-ya, kau mau kemana?”
Pertanyaan Hyerin membuat langkah
Saera terhenti saat itu juga, yeoja itu memutar badan, menatap eonninya
dengan pandangan malas. “Aku mau ke kamar eonni, waeyo?”
Sudut bibir Hyerin melengkung
menciptakan sebuah senyuman, “Kau ini tidak sopan sekali, Kyuhyun oppa ke
sini ingin bertemu denganmu. Kemarilah, temani dia mengobrol.”
Tatapan Saera berubah horor, bulu kuduknya
mendadak berdiri mendengar perkataan Hyerin. Dengan enggan, Saera mengubah arah
tatapannya kepada Kyuhyun. Dia bersumpah demi langit dan bumi kalau saat itu
Kyuhyun sedang menyeringai ke arahnya. Kepala Saera buru-buru berputar kepada
Hyerin lagi.
“Aniyo eonni, aku lelah
sekali hari ini. Sebaiknya aku naik sekarang.”
“Han. Saera.”
Saera mendengus tertahan mendengar
Hyerin memanggil namanya lengkap dengan penekanan, itu adalah salah satu nada
berbahaya yang harus Saera hindari jika masih ingin waras. Dengan penuh
keengganan, yeoja itu akhirnya mendudukkan diri di sebelah Kyuhyun.
Tangannya merogoh tas lalu mengeluarkan PSP tanpa sekali pun melirik ke arah
Kyuhyun. Kyuhyun sendiri tampak tidak ambil pusing dengan sikap Saera, sedetik
setelah Saera duduk, namja itu pun larut dalam dunianya sendiri.
Beberapa menit terus begitu hingga
akhirnya Hyerin dan Donghae meninggalkan keduanya di sana. Saera sempat
mendelik ke arah Hyerin dan Donghae sebelum kembali pura-pura tak peduli dan
berkonsentrasi pada PSPnya lagi.
Shit! Mereka sengaja! umpat
Saera dalam hati.
“Hei, PSP itu seharusnya milikku!”
perkataan yang dilontarkan Kyuhyun secara tiba-tiba menginterupsi permainan
Saera, Saera menatap Kyuhyun sekilas dan menyahut tak acuh.
“Aku yang membelinya, ahjussi mesum!”
Kyuhyun meringis mendengar
panggilan Saera, “Berhenti memanggilku begitu nona Han.” desisnya tak suka.
Saera diam. Kyuhyun mendengus,
matanya mengamati penampilan Saera dari bawah ke atas. Yeoja itu
benar-benar cuek dengan penampilannya, saat inipun dia hanya memakai jins
selutut dan kemeja biru kotak-kotak yang lengannya di gulung sampai siku, sneakers
yang membalut kakinya, juga tas gendong yang sama sekali tak manis. Tapi walau
pun begitu, Kyuhyun harus mengakui bahwa yeoja itu sangat manis,
pesonanya benar-benar kuat.
“Berhenti memandangiku seperti itu,
ahjussi mesum.” Saera menyalak marah mendapati Kyuhyun yang tengah
memperhatikan dirinya dengan teliti. Risi.
Kyuhyun mendongak, menatap mata
Saera secara intens sebelum seringaian setan kembali menghiasi wajah tampannya.
“Saera-ya, aku ingin mengajakmu bertanding game dengan taruhan,
kau setuju?”
Saera mengernyit, dia mulai
merasakan aura-aura hitam yang menguar dari dalam tubuh Cho Kyuhyun. Tapi
berusaha tenang, Saera menyahuti ucapan Kyuhyun dengan santai, “Apa taruhannya?
Kalau menarik aku ikut.”
Seringaian di wajah Kyuhyun
bertambah lebar. “Yang kalah harus mengikuti segala kemauan pemenang selama
sebulan, eotteoke?”
***
“Pertama-tama kau harus
memanggilku oppa mulai sekarang.”
“Kedua, mulai saat ini sampai
bulan depan, kau resmi menjadi kekasihku.”
“Ketiga, sebagai kekasih kau
harus datang setiap aku membutuhkanmu.”
Tuhaan, kenapa kau tidak membunuh
makhluk bernama Cho Kyuhyun saja? Saera menjerit dalam hati sambil
menenggelamkan wajahnya di bantal ketika kata-kata Kyuhyun terus berputar-putar
di kepalanya. Yeoja itu benar-benar menyesali kesanggupannya dalam
taruhan bodoh seminggu yang lalu. Dia seharusnya tidak terlalu optimis akan
menang, Saera seharusnya sadar diri bahwa Kyuhyun jauh lebih hebat dalam
bermain game daripada dirinya. Tapi karena terlalu terbawa ego, Saera
menyanggupi taruhan itu. Dan hasilnya? Ia kalah telak dari Cho Kyuhyun!
Saera masih ingat dengan jelas
bagaimana tawa kemenangan Kyuhyun yang menggema dengan keras saat berhasil
mengalahkan Saera. Dan memori Saera berputar kembali ke seminggu belakangan
setelah ia resmi menjadi ‘kekasih’ Cho Kyuhyun. Saera rasanya ingin lenyap saat
ini juga, menjalin hubungan dengan Kyuhyun serasa hidup di neraka. Namja
itu sama sekali tak memandang Saera sebagai kekasih, Saera justru lebih merasa
dijadikan pembantu dengan semua kemauan Kyuhyun.
Saera-ya, kau dimana?
Cepat ambilkan bajuku di laundry; Saera-ya, kuliahmu sudah beres
bukan? Bawakan aku minuman ke dorm; Saera-ya, hari ini temani aku
ke KBS studio; dan berbagai macam kemauan Kyuhyun yang nyaris membuatnya gila.
Hell! Dia benar-benar
dijadikan pembantu oleh tuan muda Cho Kyuhyun! Saera terus saja merutuki
Kyuhyun dalam hati. Cho Kyuhyun benar-benar membawa bencana dalam hidupnya.
Dimulai dari hubungannya dengan Junsun yang berakhir begitu saja, dilanjutkan
perebutan PSP, lalu terenggutnya ciuman pertama Saera, dan berakhir dengan dia
yang menjadi kekasih Kyuhyun. Benar-benar bencana yang dengan amat terpaksa
Saera hadapi, dan yang paling parah dari bencana-bencana itu adalah Hyerin dan
Gwanmi malah mendukung hubungannya dengan Kyuhyun.
Saera menegakkan tubuh, dia
menghela napas berulang-ulang mengingat hal-hal apa saja yang menimpanya
belakangan ini. Saera memukul bantal kesal, setelah rasa kesalnya sedikit
memudar, dia membanting tubuhnya dan tidur tengkurap di kasur. Saera ingin
tidur sekarang, mungkin dengan tidur dia bisa melupakan kejadian tak
mengenakkan yang menimpanya akhir-akhir ini.
Mata Saera baru saja akan terpejam
sempurna saat tiba-tiba saja iPhonenya berdering, menandakan ada sebuah
pesan yang baru saja masuk. Yeoja itu meraba-raba kasur, setelah
menemukan iPhonenya dia bergegas membuka pesan yang baru saja diterima
dan matanya langsung membelalak maksimal.
From: Ahjussi mesum
Belikan aku kopi di kafenya
Yesung hyung, antarkan ke dorm. SEKARANG!
“CHO KYUHYUN!” teriak Saera
frustasi di kamarnya.
***
Sungmin mengelap keringat dengan
handuk sambil mengatur napasnya yang terengah-engah sehabis latihan. Namja
berwajah aegyo itu mendudukkan diri di sebelah Kyuhyun yang tengah
menyeringai memandangi iPhone di tangannya. Sungmin memanjangkan leher,
menengok apa yang bisa membuat seorang evil maknae seperti Kyuhyun
menyeringai, dan namja itu menghela napas panjang begitu mengetahui
alasan Kyuhyun.
“Mengerjai Saera lagi, eoh?”
tanya Sungmin tak habis pikir.
Kyuhyun memasukkan iPhone ke
saku, meraih PSP di samping tubuhnya dan mulai memainkan game dengan
seringai yang tidak lepas dari bibirnya. “Kau tidak perlu bertanya kan, hyung?”
Sungmin kembali menghela napas,
“Kau benar-benar menyukainya kan Kyu? Kenapa kau memperlakukannya seperti itu?”
“Ugh,” Kyuhyun mempause gamenya,
memandang ke arah Sungmin. Sinar matanya yang biasa terlihat jail meredup
digantikan sinar bingung. “Hyung, aku memang menyukainya─ani, aku
sudah jatuh cinta padanya─tapi melihat wajah kesalnya sangat menyenangkan, lagipula
aku juga tidak tahu harus bagaimana menunjukkan perasaanku. Kau tahu aku bukan
tipe namja romantis seperti Donghae hyung, aku juga bukan namja
perhatian seperti Eunhyuk hyung, aku juga─”
Sungmin segera membekap mulut
Kyuhyun sebelum perkataan namja itu semakin melantur kemana-mana.
“Berhenti Kyu, kau ini.” desis Sungmin sambil melepaskan bekapannya saat merasa
Kyuhyun memberontak.
Kyuhyun langsung menatap Sungmin
sengit dan Sungmin membalas dengan tak kalah sengit. “Kau itu seharusnya
memperbaiki sikapmu jika ingin Saera berubah menyukaimu, kau tahu, dia akan
semakin mantap menjadi antifansmu kalau sikapmu sama sekali tak
berubah.” tutur Sungmin menasehati dongsaeng yang paling dekat dengannya
sebelum berdiri dan berlalu dari hadapan Kyuhyun.
Kyuhyun sendiri langsung termangu
mendengar nasihat bijak Sungmin, pikirannya penuh dengan bayang-bayang wajah
Saera selama di dekatnya. Memang Saera tidak pernah menunjukkan wajah bahagia, yeoja
itu justru selalu menunjukkan wajah kesal. Apa Kyuhyun benar-benar harus
merubah sikapnya, ya?
Kyuhyun menengokkan kepala ke arah
pintu masuk begitu mendengar suara gaduh, senyum tipis tapi tulus─bukan senyum evilnya
yang biasa─terkembang begitu saja melihat Saera yang masuk ke dalam beberapa
saat kemudian.
“Ini kopimu, puas?!” seru Saera
jengkel sambil menyodorkan kopi dalam cup ke arah Kyuhyun.
“Ne,” sahut Kyuhyun pendek,
dia menyesap sedikit kopi itu dengan mata yang tak lepas dari wajah kesal
Saera.
“Apa lagi yang kau butuhkan?” tanya
Saera dengan nada jengkel yang tidak hilang. Yeoja itu balas menatap
Kyuhyun dan tiba-tiba saja tercenung melihat tatapan Kyuhyun yang begitu
lembut.
Saera buru-buru memalingkan wajah
saat merasa jantungnya berdetak tak normal melihat tatapan Kyuhyun yang berbeda
dari biasanya. Kyuhyun memang tak pernah menatap dia seperti ini sebelumnya.
“Duduklah dulu, setelah latihan
selesai aku akan meneraktirmu makan siang..” pinta Kyuhyun dengan nada lembut.
Tangannya menggapai tangan Saera dan menuntun yeoja itu untuk duduk di sampingnya.
Beberapa saat setelah Saera duduk, Kyuhyun berdiri lalu melanjutkan sesi
latihannya bersama member Suju yang lain.
Selama latihan berlangsung, Saera
merasa benar-benar aneh pada dirinya sendiri yang tidak bisa berhenti mengamati
Kyuhyun. Matanya seolah-olah hanya terpaku pada Kyuhyun, katakan saja Saera
sudah gila. Tapi… dia merasa Kyuhyun terlihat sangat keren saat sedang serius.
Saera langsung tersentak dengan
pemikirannya sendiri, yeoja itu buru-buru menampar pipinya pelan agar
tersadar dan tidak berpikir macam-macam lagi. Saera langsung mencari kesibukan
dengan memainkan PSP Kyuhyun setelah kesadaran menampar batinnya
berulang-ulang, Saera berkeras menyangkal kalau saat itu jantungnya kembali
berdetak abnormal.
Satu jam kemudian Kyuhyun selesai
dengan latihannya. Namja itu berjalan mendekati Saera yang tengah
tertidur. Rasa lelah yang bersarang di tubuhnya perlahan memudar melihat betapa
polos dan manisnya Saera saat tertidur, tidak seperti saat terbangun yang
selalu memasang wajah galak. Seulas senyum tulus tanpa sadar kembali menghiasi
bibir Kyuhyun. Tangan Kyuhyun terangkat dan membelai pipi Saera dengan lembut,
matanya memancarkan sebuah sinar yang selama ini tidak pernah diperlihatkan
seorang evil Kyu. Tatapan penuh kasih.
“Kau tahu? Kau terlihat manis saat
tidur seperti ini..” gumam Kyuhyun sebelum dia mendaratkan sebuah ciuman di
kening Saera dengan lembut.
***
Saera memandang jajangmyeon
di hadapannya dengan tidak berselera. Nafsu makannya belakangan memburuk entah
kenapa. Sekarang sudah memasuki akhir bulan, itu berarti dia sebentar lagi akan
terbebas dari jeratan Kyuhyun. Namun entah mengapa, Saera merasa ada yang salah
dengan hatinya. Seharusnya dia senang kan? Mengapa sekarang ia justru merasa
gelisah ketika sadar hubungan ‘terpaksa’nya dengan Kyuhyun akan segera
berakhir?
Apakah ia sudah terlanjur jatuh
dalam pesona Kyuhyun? Saera langsung berjengit pelan atas pemikirannya barusan,
yeoja itu menggeleng-gelengkan kepala menolak gagasan tak masuk akal
tersebut. Sikap Kyuhyun memang perlahan membaik setelah satu minggu menjalani
hubungan dengannya─walau kadang dia tetap saja menyebalkan dengan sikap evilnya─tapi
bukan berarti ia semudah itu terjerat pesona Kyuhyun kan?
Tidak, tidak. Saera adalah antifans
Cho Kyuhyun, dia tak akan pernah mau berbalik menjadi fans Kyuhyun lagi
walaupun bukan salah Kyuhyun kalau Junsun sampai mencampakkannya. Dia tetap
akan menjadi antifans Cho Kyuhyun karena sikapnya yang menyebalkan. Ya,
seperti itu. Saera mengangguk setuju atas gagasannya kali ini, senyum tipis
langsung menghiasi bibirnya setelah itu, namun senyum itu memudar di detik
kelima. Saera merasa ada bagian hatinya yang meronta, meminta ia mengakui
sesuatu.
“Ugh, mianhae aku terlambat
Saera-ya.”
Saera menghentikan pergulatan yang
sedang terjadi di dalam hatinya mendengar suara Gwanmi, dia mengangkat wajah
dan memberikan seulas senyum pada sahabat terbaiknya itu.
“Ne, gwaenchana. Aku sudah
terbiasa.”
Gwanmi langsung mengerucutkan
bibirnya sebal, “Aish, kau ini.” gerutunya pelan, Saera hanya terkekeh melihat
tingkah Gwanmi yang tidak pernah berubah jika ia sudah menjailinya.
Tanpa mempedulikan Saera yang masih
terkekeh karena dia, Gwanmi memesan jus melon dan jajangmyeon seperti
yang Saera pesan. Setelah pesanannya sampai di meja, Gwanmi menyeruput isi
gelasnya sebentar lantas menatap Saera serius.
“Jadi Saera-ya, apa yang
ingin kau katakan padaku, hm?” tanyanya dengan tangan yang mulai menyumpit jajangmyeonnya,
matanya tak lepas dari Saera.
Saera balas menatap Gwanmi, yeoja
itu menggigit bibirnya ragu-ragu sebelum menyuarakan tujuannya mengajak Gwanmi
bertemu di sini. “Mi-ya, aku mulai berpikir bahwa apa yang kau katakan
waktu itu benar.”
Gwanmi berhenti menyumpit jajangmyeonnya,
yeoja itu menatap Saera sambil mengangkat sebelah alisnya tak mengerti.
“Perkataanku yang mana?”
“Soal Junsun..” jawab Saera pelan,
kepalanya tertunduk ke bawah.
“Ooh,” sahut Gwanmi datar, “kau
baru sadar sekarang, huh?”
Saera memainkan tangannya di bawah
meja kemudian menganggukkan kepalanya ragu, Gwanmi langsung tertawa, membuat
Saera mendongak dan memandang sebal ke arah sahabatnya itu.
“Aku sudah bilang dari dulu itu
bukan salah Kyuhyun oppa, dasar keras kepala!” ledek Gwanmi di sela-sela
tawanya, “jadi sekarang kau bukan antifans Cho Kyuhyun lagi, hm?”
“Tentu saja tidak,” sergah Saera
cepat, “aku masih antifansnya, apalagi setelah tahu kelakuan evil
Cho Kyuhyun yang sebenarnya. Aku hanya mengakui kalau Junsun mencampakkanku itu
bukan karena salahnya, hanya itu.”
Gwanmi memutar bola matanya jengah
melihat Saera yang berusaha menyangkal isi hatinya, “Saera-ya, berhenti
membohongi isi hatimu. Aku tahu kau sebenarnya hanya tak mau mengakui kalau
Kyuhyun oppa diam-diam sudah membuatmu jatuh cinta selama sebulan ini.”
Saera menelan ludahnya gugup, dia
menatap Gwanmi dengan aneh. Otaknya menyuruh Saera agar segera berteriak
menyangkal perkiraan Gwanmi, tapi suara Saera tiba-tiba saja tersangkut di
tenggorokan, yeoja itu merasa lidahnya terlalu kelu hanya untuk sekadar
menyuarakan sebuah penyangkalan, maka yang bisa dilakukannya saat ini hanyalah
diam.
Sudut bibir Gwanmi tertarik ke atas
membentuk sebuah senyum penuh kemenangan.
“Lihat, kau bahkan tak bisa
menyangkal asumsiku, Han Saera.”
Setelah terdiam beberapa saat
mengumpulkan nyawanya kembali, Saera menyahuti perkataan Gwanmi dengan nada
jengkel. “Sudahlah, kau menyebalkan! Dengar, aku tidak jatuh cinta pada evil
itu! Lagipula kau tahu? Ini hari terakhirku menjadi kekasihnya, dan itu artinya
mulai besok aku bebas!” Saera pura-pura memasang wajah bahagia di akhir
kalimatnya, membuat Gwanmi mendesah sambil mengedikkan bahu pasrah.
“Hari terakhir ya?” gumam Gwanmi
sambil menggigiti sumpitnya, “baiklah kalau kau belum bisa mengakui perasaanmu
sekarang, tapi jangan sampai terlambat menyadarinya, nanti kau menyesal.”
Saera tak menjawab, hanya tertegun
menelaah kata demi kata yang dikeluarkan Gwanmi.
***
Kyuhyun memandangi kalender di
kamarnya dengan gelisah. Sekarang tanggal 30 Juni, itu artinya sudah sebulan
sejak Saera menjalani taruhan yang mereka buat dan tepat pada hari ini, taruhan
mereka akan berakhir. Kyuhyun harus melepaskan Saera walaupun dia tak mau.
Kyuhyun membanting dirinya ke
kasur, dia mengeluarkan iPhone lantas memandangi foto Saera yang dia
ambil secara diam-diam. Kyuhyun tak pernah menyangka bahwa dia akan jatuh cinta
sedalam ini pada yeoja yang terang-terangan mengaku sebagai antifansnya
itu. Well, awalnya Kyuhyun hanya tertarik pada keperibadian Saera yang
begitu berani dalam menyatakan bahwa dia adalah antifansnya secara
terang-terangan, tapi begitu dijalani, rasa tertarik itu berkembang menjadi
sesuatu yang dinamakan cinta.
Beberapa detik terlewat dan Kyuhyun
hanya bisa termenung di kasurnya, dia mereview ulang semua kejadian yang
telah dia lalui bersama Saera, dan itu berhasil membuatnya tersenyum-senyum
sendiri seperti orang gila. Kyuhyun masih ingat bagaimana keras kepalanya ia
dan Saera waktu memperebutkan PSP di mall, Kyuhyun juga masih ingat bagaimana
rasanya berciuman dengan Saera (mengingat yang ini, Kyuhyun benar-benar merasa
gila sebab waktu itu dia mencium yeoja tanpa pikir panjang), wajah kesal
Saera yang manis tiap dia kerjaipun berputar-putar di kepalanya sampai
kejadian-kejadian yang terjadi kemarin.
Kyuhyun harus mengakui bahwa apa
yang dikatakan Sungmin tempo hari memang benar. Setelah dia mengubah sikapnya
pelan-pelan agar tidak terlalu menyebalkan di mata Saera, hubungan keduanya
semakin membaik. Saera tak lagi memberikan tatapan sebal atau jengah tiap
bertemu Kyuhyun, walaupun yeoja itu masih jarang tersenyum padanya, tapi
bagi Kyuhyun itu sudah cukup.
Mata Kyuhyun terpejam sesaat
seiring dengan senyumnya yang meluntur. Dia mencintai Han Saera, dan ini
pertama kalinya ia jatuh cinta sedalam ini pada seorang yeoja. Sadar
tidak sadar, selama sebulan ini Saera telah menjadi bagian terpenting dalam
hidup Kyuhyun. Yeoja itu sudah seperti oksigen baginya, dimana Kyuhyun
akan merasa sesak kalau ia sampai kehilangan oksigennya. Ia ingin memiliki
Saera bukan hanya satu bulan ini, tapi selamanya. Salahkan perasaan ini?
Batin Kyuhyun berteriak itu tidak
salah, tetapi logikanya berteriak bahwa ia egois kalau Kyuhyun hanya memikirkan
perasaannya. Mungkin Kyuhyun memang sangat mencintai Saera, tapi bagaimana
dengan yeoja itu sendiri? Apakah ia juga mencintai Kyuhyun? Jawabannya
jelas tidak, bukan? Han Saera adalah antifansnya! Kalau Kyuhyun
benar-benar mencintai Saera, dia tidak boleh egois. Dia harusnya rela melepas
Saera kalau yeoja itu memang tidak bahagia bersamanya. Ya, dia harus
melepasnya sesakit apapun rasa yang harus ia terima nanti.
Kyuhyun membuka mata, diliriknya
jam dinding yang sekarang menunjukkan jam 5 sore. Dia mendesah berat, setelah
memantapkan hatinya, Kyuhyun membuka phonebook di iPhonenya dan
menghubungi satu nama yang akan ia lepas sebentar lagi.
“Yeoboseyo..” sapa Kyuhyun
lirih, “ne, ini hari terakhirmu, kau senang bukan?” Kyuhyun memaksakan
diri untuk ikut terkekeh mendengar nada bahagia yang dikeluarkan Saera di ujung
sana. “Saera-ya, sebagai perpisahan aku ingin mengajakmu jalan-jalan.
Kau mau?”
Hening sebentar. Saera tak menyahut
apa-apa, Kyuhyun kembali mendesah. “Kalau kau tidak mau─kau mau?” senyum
Kyuhyun mengembang, “ne, aku tunggu di taman depan SMent setengah jam
lagi, arraseo?”
Klik. Sambungan terputus
setelah Saera mengatakan ‘ne’. Kyuhyun memandangi wallpaper iPhonenya
dengan senyum getir yang membuatnya terlihat menyedihkan.
“Aku tidak akan mengganggu hidupmu
lagi setelah ini, Saera-ya.”
***
“Itu tadi Kyuhyun oppa?”
tanya Gwanmi dengan mangkuk jajangmyeon yang sudah bersih.
Saera yang masih memandangi iPhonenya
walaupun sambungan sudah terputus menoleh kearah yeoja itu, senyum
tipisnya terukir dengan pahit. Entah mengapa mendengar kata ‘hari terakhir’
dari mulut Kyuhyun langsung membuat Saera merasa dadanya sesak tiba-tiba. Saera
tak mengerti kenapa, tapi dia merasa sakit.
“Apa yang dia katakan?” tanya
Gwanmi lagi.
Saera menghela napas sebentar
sebelum menjawab, “Dia hanya ingin jalan-jalan denganku untuk menghabiskan hari
terakhir kami..”
“Kalau begitu pergilah, jangan buat
Kyuhyun oppa menunggu lama.”
Saera memandang Gwanmi ragu, dia
merasa pikirannya sekarang sangat kacau untuk bertemu dengan Kyuhyun. Saera
mengangguk ragu sebelum berdiri dari duduknya, dia pamit pada Gwanmi dan keluar
dari kafe itu untuk mencari taksi yang bisa mengantarnya ke SMent.
Saera turun dari taksi 15 menit
kemudian. Yeoja itu terdiam sebentar di depan gedung SMent sambil
mengulur napas lamat-lamat. Dia berusaha menenangkan jantungnya yang entah
sejak kapan berdetak sangat cepat begitu wajah Kyuhyun yang menantinya
terbayang.
Setelah memantapkan hati, Saera
berjalan menuju taman depan gedung SMent. Begitu matanya menangkap sosok
bayangan Kyuhyun di salah satu bangku taman, Saera merapal doa dalam hati
semoga jantungnya baik-baik saja.
“Mau mengajakku kemana?” tanya
Saera dengan nada datar.
Kyuhyun yang tengah menunduk
menoleh, senyum tipis penuh kepahitan terpeta di bibirnya. “Mau ke taman bermain?”
Saera mengerutkan kening mendengar
usulan yang diajukan Kyuhyun. Saera tersentak saat sebuah tangan tiba-tiba saja
menggenggam jemarinya dengan lembut, spontan yeoja itu menoleh ke
sebelah kiri dan dia mendapati Kyuhyun tengah berdiri di sebelahnya dengan mata
yang memandang lurus ke arah Saera. Tatapan itu lagi, tatapan lembut yang
terasa begitu tulus. Saera hampir saja lupa bagaimana caranya bernapas
mendapati tatapan Kyuhyun yang seperti itu padanya.
“Kau terlalu lama berpikir, ayo
pergi. Dasar lamban!” ledek Kyuhyun sembari menyentil hidung Saera pelan,
senyum evilnya terkembang lagi membuat Saera menggerutu.
“Yak! Kalau akhirnya memutuskan
sendiri mengapa harus bertanya padaku?” gerutunya sambil mengusap hidung.
Kyuhyun terkekeh senang tapi tak
menanggapi gerutuan Saera barusan. Namja itu malah menarik tangan Saera
lembut membawanya beranjak dari sana.
Saera diam-diam mengulum senyum
melihat tangannya dan tangan Kyuhyun yang saling bertautan lembut. Dia
merasakan kenyaman dari tautan jemari mereka, Saera merasa ada kehangatan yang
mengalir dari sana dan naik menyentuh hatinya. Dia menikmatinya, termasuk
desiran halus yang merayap setiap Kyuhyun ada di dekatnya.
***
Saera terus tertawa sepanjang hari
itu, dia merasa sangat bahagia. Rasa penat, gelisah, dan bimbang yang mengisi
hatinya belakangan langsung menguap digantikan kesenangan. Saera merasa sangat
lepas dan bebas hari ini, beban pikirannya benar-benar musnah dalam sekejap.
Tak berbeda jauh dengan Kyuhyun yang juga tampak sangat bahagia, namja
itu sejenak melupakan kesedihannya yang harus melepas Saera jika melihat tawa yeoja
itu yang terus mengalun sepanjang hari ini. Kyuhyun sangat bersyukur bisa
melihatnya, walaupun mungkin ini adalah yang terakhir.
Sepanjang hari itu, tak sedetikpun
Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya pada Saera.
Hari sudah beranjak malam ketika
semua wahana sudah mereka coba. Mereka berdua kini tengah berjalan menuju pintu
keluar dengan tawa yang masih mengalun.
“Kau harusnya melihat wajahmu saat
ada di puncak bianglala oppa..” ledek Saera sambil mengingat-ingat
ekspresi Kyuhyun tadi dan hal itu sontak membuatnya tertawa.
Kyuhyun ikut tertawa membayangkan
wajahnya tadi, tapi tawanya mendadak berhenti saat Saera menghentikan langkah
secara tiba-tiba. Namja itu mengernyit, menatap Saera tak mengerti
sebelum ikut memandang objek yang membuat Saera sampai menghentikan langkah di
depan mereka.
Saera menahan napas beberapa detik
melihat objek yang berhasil membuatnya membeku.
Junsun, yang tengah berciuman
dengan seorang yeoja.
Saera mengembuskan napas
lamat-lamat, lantas tersentak kaget saat tiba-tiba saja Kyuhyun menariknya ke
dalam sebuah pelukan. Saera kembali membeku dengan jantung yang berdebar keras.
“Menangislah, kau masih mencintai
mantan kekasihmu itu kan?” ujar Kyuhyun dengan nada pahit. Dia memang sudah
mengetahui bagaimana asal mulanya Saera bisa menjadi antifansnya dari
Hyerin, tapi melihat langsung bagaimana ekspresi Saera melihat Junsun, membuat
kepahitannya menjadi berkali-kali lipat.
Saera tersenyum kecil sambil
membenamkan wajahnya di dada Kyuhyun. Kyuhyun tampaknya salah paham, Saera
mengembuskan napas dengan ekspresi pahit bukan karena dia sakit hati, Saera
hanya merasa kecewa karena ternyata alasan Junsun ingin berpisah dengan dia
yang sebenarnya adalah karena kehadiran yeoja itu. Melihat Junsun
mencium yeoja lain sama sekali tak membuatnya sakit hati, entah
bagaimana caranya, Saera telah melupakan Junsun. Namja itu telah
terhapus dari hatinya begitu saja, tergantikan oleh orang lain. Senyum Saera
terkembang lebih lebar memikirkannya.
“Hei, kenapa kau tidak menangis?”
Kyuhyun melepas pelukannya dengan heran.
Saera terkekeh pelan, tangannya
mencubit pipi Kyuhyun dengan gemas. “Bodoh! Kenapa aku harus menangis?”
tanyanya sambil tersenyum evil, “ayo pulang, Hyerin eonni bisa
memarahiku!” imbuhnya kemudian seraya menarik tangan Kyuhyun yang hanya bisa
terlolong melihat kelakuan Saera.
Keduanya berjalan dalam diam menuju
rumah Saera yang tidak jauh dari taman bermain itu. Menikmati keheningan yang
terasa begitu damai. Di depan pagar rumah Saera, keduanya berhenti. Kyuhyun
menghela napas panjang sambil melepaskan tautan jemari mereka, ia tahu ini
saatnya semua berakhir. Setelah malam ini berlalu dia tak akan bisa melihat
Saera lagi.
Saera ikut menghela napas panjang
saat kehangatan yang menyusup lewat genggaman tangan Kyuhyun harus berakhir,
dia mendongak menatap Kyuhyun sambil mencoba mengulas seulas senyuman walaupun
sangat berat.
“Gomawo untuk hari ini oppa..”
Kyuhyun menunduk sedikit untuk
melihat Saera yang memang lebih pendek darinya, “Cheonmaneyo.. Sesuai
perjanjian, mulai besok kau tidak usah menuruti semua keinginanku lagi. Taruhan
kita berakhir.”
Deg!
Senyum Saera luntur detik itu juga,
matanya memandang mata Kyuhyun dengan tatapan sulit diartikan. Terlalu banyak
campuran perasaan yang kini bergejolak di hati Saera mendengar pernyataan
Kyuhyun barusan.
Kyuhyun menghela napas lagi sebelum
tangannya tergerak untuk membelai pipi Saera, “Mianhae atas segala sikap
menyebalkanku selama sebulan ini, kau tahu, aku bersikap seperti itu karena aku
tidak tahu bagaimana caranya mengungkapkan perasaanku padamu..” Kyuhyun tertawa
pahit, menertawakan sikap bodohnya selama ini. “Kau mungkin tidak akan percaya,
tapi… saranghae Han Saera. Jeongmal saranghaeyo..”
Saera membeku seketika. Degupan
jantungnya semakin menggila mendengar kata-kata sederhana yang diucapkan
Kyuhyun. Matanya memandang mata Kyuhyun dalam-dalam, mencoba menyelami isi bola
mata kecokelatan milik Kyuhyun, mencoba mencari kebohongan dari setiap
kata-katanya. Saera tersentak, dia tidak bisa menemukan kebohongan yang
terpancar lewat mata Cho Kyuhyun, yang bisa dia temukan hanya ketulusan.
Saera mendadak merasa oksigen di
sekitarnya menghilang entah kemana hingga ia kesulitan bernapas, “Oppa,
aku─”
“Ne, aku tahu kau sama
sekali tak bisa membalas perasaanku. Aku mengerti Saera-ya, aku hanya
ingin kau tahu, itu saja..” sela Kyuhyun cepat-cepat, dia tidak ingin mendengar
penolakan itu langsung dari bibir Saera sendiri. Rasanya pasti akan sangat
sakit, Kyuhyun tak mau itu terjadi.
“Aku pulang dulu, annyeong..”
pamit Kyuhyun, namja itu membalikkan badannya dan mulai melangkah
menjauhi Saera.
Saera masih membeku, dia memandangi
punggung Kyuhyun yang semakin menjauh dengan perasaan tak menentu. Saera merasa
ada yang berdenyut nyeri di sudut hatinya melihat Kyuhyun menjauh, ada yang
meronta memintanya bertindak sekarang juga. Dan detik itu, Saera langsung
tersentak begitu kata-kata Gwanmi berputar bagai kaset rusak di kepalanya.
“baiklah kalau kau belum bisa
mengakui perasaanmu sekarang, tapi jangan sampai terlambat menyadarinya, nanti
kau menyesal.”
“CHO KYUHYUN!” teriak Saera tanpa
sadar.
Merasa dipanggil, Kyuhyun
menghentikan langkahnya, namja itu menghela napas berulang-ulang sebelum
berani membalikkan tubuhnya untuk melihat Saera yang baru saja berteriak
memanggil namanya.
Kyuhyun merasa bagai bermimpi saat
Saera tiba-tiba saja memeluk tubuhnya dengan erat.
“Nado oppa, nado saranghae..”
ucap Saera berulang-ulang dalam pelukan Kyuhyun.
Kyuhyun masih termangu tak percaya,
dia bisa merasakan hatinya melonjak kegirangan mendengar perkataan Saera
barusan. Kalaupun ini mimpi, Kyuhyun bersumpah ini adalah mimpi terindah yang
pernah ia dapatkan seumur hidupnya.
“Saera-ya, jangan bercanda!
Kau antifansku kan? Jangan berkata begitu untuk menghiburku,” tukas
Kyuhyun tiba-tiba. Tidak, tidak. Kyuhyun tidak ingin terjebak dalam
kebahagiaan semu, dia tidak ingin terbang tinggi lantas terhempas jatuh begitu
saja.
Saera mendengus, melepaskan
pelukannya dan memandang Kyuhyun kesal, “Jadi kau tidak percaya oppa?
Kau lebih suka aku membencimu daripada mencintaimu?”
Kyuhyun buru-buru menggeleng panik,
“Bukan begitu, hanya saja.. kau tidak menjadikan aku pelarianmu kan?”
Saera memutar bola mata malas, lalu
mengembuskan napas perlahan sebelum menyahut, “Oppa, aku bahkan sudah
melupakan Junsun sejak lama. Kau tahu? Kehadiranmu diam-diam menghapus nama
Junsun dari hatiku dengan pasti. Mianhae aku baru menyadarinya saat kau
bilang semuanya berakhir.”
Kyuhyun langsung merasa ringan
mendengarnya, beban yag selama ini bergumul di hatinya terasa terangkat begitu
saja. Kyuhyun tak bisa menyembunyikan senyumnya yang langsung terpampang dengan
lebar, namja itu memandang Saera dengan mata yang berbinar penuh
semangat.
“Katakan sekali lagi, Saera-ya..”
Saera terkekeh kecil melihat reaksi
Kyuhyun, “Saranghae oppa..”
Kyuhyun langsung tertawa bahagia,
“Sudah kubilang kau akan mencintaiku..” serunya antusias sebelum seringai
setannya yang biasa kembali menghiasi wajah tampan Kyuhyun.
Melihat adanya bahaya, Saera
langsung memelototi Kyuhyun. “Kau mau apa oppa?”
“Memang apa yang akan kulakukan
padamu, hm?” tanya Kyuhyun dengan nada menggoda, dia tiba-tiba saja menarik
pinggang Saera mendekat hingga Saera harus menahan napas karena jarak mereka
yang terlalu dekat.
Saera baru saja akan menyerukan
protes karena jarak mereka saat Kyuhyun tiba-tiba saja mencium bibirnya dengan
lembut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar