Entri yang Diunggulkan

Series Recommendations! 🎥

Hi, happy Wednesday all! So decided to post my own personal series. I usually dont like watching movie, so because i watched those series ...

Selasa, 10 Juli 2012

That’s All about Us (series three: Cho Kyuhyun)


That’s All about Us (series three: Cho Kyuhyun)



Antifans


Yeoja itu tersenyum memandangi kaus pendek bergambar Cho Kyuhyun Super Junior yang dibelinya tadi─dalam bentuk animasi, matanya tampak berbinar cerah. Wajar saja, dia memang sangat mengidolakan evil maknae Super Junior bernama Cho Kyuhyun, hidupnya tak pernah jauh-jauh dari kegiatan fangirling. Satu hari saja tak melihat wajah Kyuhyun dia akan langsung uring-uringan. Tipe penggemar sejati, bukan?

Senyum di bibir yeoja itu semakin melebar, dia mengangkat kepalanya buru-buru saat seorang namja duduk di kursi yang ada di depannya, namja di depannya menghela napas jengah melihat kegiatan yeojanya yang tak berhenti tersenyum-senyum sendiri dengan kaus yang dia beli tadi didekapannya.

Waeyo, Junsun-ah?” tanya yeoja itu heran, alisnya terangkat ke atas dengan mimik lucu.

Biasanya namja bernama Junsun itu akan mengacak rambut yeoja di hadapannya jika mendengar nada suara yang yeoja itu keluarkan, tapi kali ini Junsun hanya menatap wajah yeoja itu dengan pandangan datar, berkali-kali ia menghela napas panjang. Raut wajah Junsun yang biasanya dipenuhi senyuman lenyap, dia terlihat sangat serius, dan yeoja itu menyadarinya hingga senyum di wajah manisnya perlahan memudar digantikan tatapan cemas. Junsun memang selalu berwajah serius setiap harinya, tapi ia tidak pernah seserius ini sebelumnya. Dan entah mengapa, yeoja itu merasakan hatinya berdebar cemas dengan apa yang akan terjadi nanti.

Raut wajah Junsun tambah serius, dia menghela napas sekali lagi sebelum dengan dingin mengatakan, “Saera-ya, aku ingin kita berpisah.”

Saera tersentak, dia menatap Junsun dengan pandangan tak percaya. Jantungnya semakin berdebar─tapi bukan perasaan berdebar yang menyenangkan, ini perasaan berdebar yang menyakitkan─dan matanya tiba-tiba saja memanas.

Yeoja bernama lengkap Han Saera itu membuka mulutnya seolah hendak berucap sesuatu, tapi suaranya tersangkut di tenggorokan. Lidahnya tiba-tiba saja kelu.

Hening beberapa saat sampai Saera berhasil menemukan suaranya lagi, dia menatap Junsun dengan pandangan terluka yang begitu kentara, “Waeyo Junsun-ah? Kita sudah dua tahun bersama, kan? Kenapa kau tiba-tiba ingin berpisah dariku?”

Pertanyaan berbondong-bondong itu dijawab Junsun dengan wajah semakin dingin, “Kau tidak sadar dengan apa yang terjadi?” Saera tahu itu bukan pertanyaan untuknya, maka dia diam tidak menjawab. “Akhir-akhir ini─setelah mengenal Kyuhyun Super Junior─kau berubah menjadi orang yang tak kukenal, Saera-ya. Kau fanatik, dan aku benar-benar tak menyukainya!”

Saera tercenung mendengar alasan Junsun, air mata sudah jatuh membasahi pipinya. Saera memejamkan mata sejenak, sebelum pandangannya kembali pada Junsun.

“Junsun-ah, tidakkah ini konyol? Kau memutuskanku hanya karena aku menyukai Kyuhyun?”

Siapa yang tidak akan berpikir alasan Junsun konyol? Tentu saja semua juga akan berpikir ini sangat konyol. Mengidolakan seseorang bukan berarti mencintai kan? Saera sendiri sadar seberapa pun kecintaannya pada Cho Kyuhyun tak mungkin membuat ia sampai lupa pada Junsun. Bagaimana pun Cho Kyuhyun saat ini semu, sedangkan Junsun nyata. Dan Saera sangat mencintai Junsun. Tapi mengapa Junsun malah mempermasalahkan hal ini?

Jika Junsun cemburu seharusnya dia berbicara baik-baik, bukan langsung memutuskannya seperti ini. Saera juga pasti mengerti kalau Junsun menginginkan dia mengurangi sedikit kegiatan fangirlingnya. Tapi apa yang dilakukan Junsun? Memutuskannya secara sepihak!

Mianhae, Saera-ya. Aku sudah benar-benar tak tahan dengan fanatik sepertimu, lebih baik kita berpisah saja. Semoga kau memang bisa berjodoh dengan Kyuhyunmu itu.”

Junsun berdiri dan meninggalkan Saera yang hanya bisa tercenung memandangi kepergiannya dengan air mata yang mengalir deras. Saera melempar kaus di tangannya dengan asal, dia memegang dadanya yang terasa bagai ditikam ribuan pisau secara bersamaan. Saera merasa ada lubang kosong yang menganga di hatinya. Dia masih sangat mencintai Junsun dan benar-benar tak terima dengan keputusan sepihak Junsun ini.

Saera menelungkupkan kepalanya di atas meja kafe itu, tak mempedulikan tatapan kasihan orang-orang yang melihat adegan perpisahannya dengan Junsun tadi.

5 menit berikutnya, Saera sudah benar-benar berhenti menangis. Dia melihat ke arah kaus berwajah animasi Cho Kyuhyun yang dibelinya tadi dengan wajah penuh kebencian. Saera mengambil kaus itu, dirobeknya dengan kasar tepat di wajah Kyuhyun. Junsun mencampakkannya karena Cho Kyuhyun, orang yang bahkan tak mengenalnya sama sekali. Rasa cintanya sebagai seorang fans kepada Kyuhyun lenyap digantikan perasaan benci yang sangat dalam. Saera telah bertekad di dalam batinnya sendiri bahwa dari seorang fans, dia akan berubah menjadi antifans. Antifans Kyuhyun!

“Aku benar-benar membencimu, Cho Kyuhyun!” desis Saera penuh dendam, matanya berkilat marah. Dalam hati dia berjanji akan memusnahkan semua barang yang berhubungan dengan Cho Kyuhyun setibanya di rumah nanti.

***

Hyung, ayolah temani aku..” Kyuhyun merengek sambil menarik-narik tangan Sungmin yang sedang menikmati sereal di depannya.

Sungmin mendengus, dia menyimpan satu sendok sereal yang baru saja akan masuk ke dalam mulutnya dan menatap Kyuhyun kesal.

“Ajak member lain Kyu-ah, aku ingin menikmati liburan yang hanya sebentar ini dengan bermalas-malasan di dorm.” tandas Sungmin cepat.

Kyuhyun merengut, dia bergumam tak jelas─atau menggerutu?─sambil berjalan menuju ruang tivi. Kyuhyun meliarkan mata untuk mengamati member lain yang ada di ruang tivi. Matanya tertuju pada Leeteuk yang tengah mengamati sebuah drama musikal yang ditampilkan di tivi. Namja itu berjalan mendekati Leeteuk, dia duduk di sampingnya lantas menarik-narik lengan kaus Leeteuk meminta perhatian.

Berhasil! Leeteuk menoleh ke arahnya. “Waeyo, Kyu-ah?”

Kyuhyun menyeringai sebelum memasang puppy eyes terbaik yang dia punya, Leeteuk malah bergidik melihat puppy eyes di wajah evil Cho Kyuhyun. Sangat menyeramkan baginya.

“Temani aku ke mall untuk membeli kaset game baru ya, hyung. Jebal..” Kyuhyun berusaha membuat nada suaranya terdengar sangat memelas.

Leeteuk menghela napas, sudah dia duga akhirnya akan seperti ini. Bagaimana mungkin sifat evil Kyuhyun berganti jadi manis kalau tidak ada kemauan?

Aniyo Kyu-ah, cari saja member lain. Aku tidak akan mempan dengan tatapanmu!”

Kyuhyun memanyunkan bibirnya, namja itu kembali menggerutu sebelum mulai beralih pada member lain. Kyuhyun melakukan hal yang sama seperti yang telah dia lakukan pada Sungmin dan Leeteuk, dan jawaban semuanya hampir sama. Mereka menolak!

Kyuhyun mendengus kesal, cara baik-baik tidak akan berhasil, gumamnya dalam hati. Dia berdiri di depan tivi untuk menghalangi pandangan semua member─termasuk Sungmin yang baru saja bergabung. Mereka mendelik ke arah Kyuhyun tapi Kyuhyun dengan segera memberikan seringain setan nomor satu yang dia punya, semua member mengeluh dalam hati, merasa aura buruk sedang mengelilingi mereka.

“Aku ingin diantar ke mall, titik! Jika tidak ada satupun di antara kalian yang mau mengantar, jangan salahkan aku kalau seminggu ini kalian akan merasa hidup di neraka!”

Member Suju menelan ludah berjamaah.

“Sungmin, temani Kyuhyun!” teriak mereka bersamaan.

Ancaman memang selalu lebih berhasil daripada rayuan!

Jadi di sinilah Sungmin dan Kyuhyun sekarang. Lengkap dengan penyamaran, mereka berdua berjalan memasuki salah satu mall besar di Korea. Sungmin daritadi terus menggerutu sepanjang perjalanan, tapi Kyuhyun sama sekali tak peduli, namja itu malah dengan riang menarik tangan Sungmin untuk masuk dari satu toko game ke toko game lainnya.

Kini di tangannya Kyuhyun sudah menenteng dua tas belanja yang berisi 10 game terbaru, tapi seakan belum puas Kyuhyun masih terus saja menjelajahi setiap toko game yang ada.

Sungmin mendecakkan lidahnya, dia menatapi Kyuhyun dengan jengah. Badannya serasa remuk ditarik ke sana ke sini dari tadi, dan setan itu sama sekali tidak peduli. Tolong catat, TIDAK PEDULI!

“Kyuhyun, sampai kapan kau akan terus mencari? Aigo, kakiku sudah sakit Kyu!”

“Uh, hyung tidak lihat banyak sekali game terbaru?” balas Kyuhyun santai, tapi setelah menengok wajah Sungmin namja itu merasa sedikit iba pada hyung yang paling dekat dengannya itu.

Arraseo, hyung tunggu di kursi sana saja, ne?” tangan Kyuhyun menunjuk sebuah kursi panjang di arah barat Sungmin, Sungmin mengangguk setuju. “Jangan kemana-mana sebelum aku kembali.”

Setelah melihat hyungnya itu mengangguk sekali lagi, Kyuhyun segera melenggang pergi. Kyuhyun berjalan menunduk untuk mengantisipasi kalau-kalau ada fans yang mengenalinya, dia lalu masuk ke salah satu toko elektronik untuk melihat-lihat PSP terbaru.

Mata Kyuhyun terpaku pada PSP berwarna hitam mengkilat yang dipajang di sudut toko.

Itu keren, aku harus mendapatkannya, gumam Kyuhyun dalam hati sambil terus berjalan ke arah PSP itu berada. Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk mengambil PSP itu ketika tangan seseorang menyambarnya terlebih dahulu. Kyuhyun melongo beberapa detik sebelum menatap orang itu nyalang.

“Yak! Apa-apa kau?! Aku yang lebih dulu melihatnya, berikan padaku!”

Orang itu─yang ternyata seorang yeoja─melirik Kyuhyun sekilas lewat ekor matanya, “Ahjussi, telingaku masih normal. Kau tidak perlu membentakku seperti itu. Lagipula aku yang melihatnya terlebih dahulu.”

Dipanggil ahjussi, tentu saja membuat amarah Kyuhyun semakin naik ke ubun-ubun. “Yak! Aku belum setua itu bodoh, cepat berikan!”

Yeoja itu mendelik tak suka, “Yak! Kau berisik sekali, pergilah, PSP ini milikku sekarang.”

Kyuhyun menghentakkan kakinya lalu menarik PSP tersebut dari tangan yeoja itu. Merelakan PSP secantik ini? Tidak akan, sekalipun dengan yeoja!

Yeoja itu terpekik kaget melihat sikap Kyuhyun, secara otomatis tangannya juga ikut menarik PSP itu hingga terjadilah tarik-menarik sebuah PSP.

“Lepaskan sekarang, atau aku akan berteriak.” desis yeoja itu dengan nada berbahaya.

Kyuhyun mendelik, sama sekali tak mengindahkan perkataan yeoja itu.

Kesal, yeoja itu menarik napas dalam-dalam sebelum berteriak dengan lantang. “Kyaa Kyuhyun oppa, Kyuhyun oppa saranghae~”

MWO?! batin Kyuhyun berteriak keras mendengar teriakan yeoja itu, darimana dia tahu ini aku? lanjut Kyuhyun dalam hati. Namja itu segera melepaskan PSP dari tangannya dan melempar death glare pada yeoja di hadapannya─yang ditanggapi dengan juluran lidah sebelum berlalu pergi. Kyuhyun takut-takut melirik sekitarnya, namja itu menelan ludah gugup melihat semua mata di toko tersebut menatap padanya. Kyuhyun langsung merasakan hawa buruk mengelilinginya.

1.. 2.. 3..

“Kyaa, Kyuhyun oppa..”

Kyuhyun berjanji dalam hati dia akan membalas perlakuan yeoja itu sebelum ia berlari keluar menghindari fans yang sekarang mengejarnya.

***

“Kyu, berhentilah merengut seperti itu. Aku tidak mau acara pertunanganku dengan Hyerin jadi beraura setan gara-gara kau terus merengut.” oceh Donghae di dalam mobil yang akan membawa mereka ke sebuah hotel untuk pertunangan Donghae dan Hyerin.

Hari ini memang hari pertunangan Donghae dan Hyerin─harusnya Baekhyun dan Hyerin kalau saja Donghae tak berbicara dengan Baekhyun kemarin─jadi Donghae terlihat sangat excited, masalah Kyuhyun merengut saja sampai membuat Donghae mengoceh.

Kyuhyun yang mendengarnya semakin merengut, dia memberikan death glare pada hyungnya itu. Namun sialnya, Donghae sama sekali tidak peduli saking senangnya.

“Kau membuat moodku semakin buruk dengan ocehanmu itu, hyung.” desis Kyuhyun tajam.

“Kyu, kau masih sebal dengan kejadian kemarin?” tanya Sungmin yang duduk di sebelahnya dengan heran.

Kyuhyun mendengus, dia memalingkan wajahnya ke arah jendela dengan mata berkilat. “Aku tak akan melepaskan yeoja itu kalau kami bertemu lagi.” serunya berapi-api yang mendapat helaan napas dari semua member di mobil itu.

Ya, mau bagaimana lagi. Beginilah Cho Kyuhyun kalau sedang kesal dengan seseorang, maka member Suju membiarkan Kyuhyun dengan kekesalannya dan asyik membicarakan acara pertunangan Donghae dan Hyerin nanti.

Setibanya di hotel, rombongan itu langsung digiring seorang pelayan hotel ke ballroom. Kyuhyun hanya mengikuti di belakang, matanya melirik kiri-kanan dengan hati masih panas. Pertemuannya dengan yeoja menyebalkan kemarin masih membekas di hatinya, Kyuhyun belum bisa melupakan kejadian memalukan tersebut yang harus berakhir dengan mengadakan fans service dadakan. Dan tahu bagaimana rasanya? Seperti dilempar ke lubang buaya.

Kyuhyun mengikuti langkah hyungdeulnya memasuki sebuah ballroom hotel. Mau tak mau, namja itu sempat berdecak kagum juga melihat megahnya ballroom ini. Kyuhyun berdiri di dekat Sungmin, menatapi momen-momen dimana hyungnya sebentar lagi akan memiliki tunangan. Kyuhyun mau tak mau tersenyum juga melihat kebahagiaan yang terpancar jelas dari wajah Donghae dan Hyerin walau dalam hati dia ingin sekali tertawa saat pertama melihat ekspresi Hyerin begitu mendapati bahwa tunangannnya adalah Donghae, bukan Baekhyun. Dan saat keduanya sudah bertukar cincin lalu menatap ke arah mereka, Kyuhyun terbawa suasana hingga ia ikut bersorak riuh dengan member lainnya.

Moodmu sepertinya membaik Kyu.” bisik Sungmin melihat Kyuhyun yang sedang menatap tanpa kedip adegan ciuman yang tengah dilakoni Hyerin dan hyungnya.

Kyuhyun menoleh dengan cepat ke arah Sungmin mendengar bisikan tersebut, wajahnya mendadak merengut lagi. Kilasan-kilasan kejadian kemarin kembali berlarian di otaknya membuat moodnya langsung drop seketika.

Mollayo hyung, gara-gara kau mengingatkannya, wajah yeoja itu langsung terbayang.”

Sungmin terkikik geli melihat ekspresi Kyuhyun yang berubah lagi, Kyuhyun mendengus.

“Hana-ya, darimana saja kau?”

Kali ini, Kyuhyun memutar bola matanya sebal mendengar suara Eunhyuk, dia spontan menolehkan kepalanya ke kiri untuk melihat Hana─yang notabene kekasih Eunhyuk. Matanya melebar sempurna melihat yeoja yang ada di samping Hana.

“KAU?!” teriak Kyuhyun sambil menunjuk yeoja itu terkejut, membuat yeoja itu juga seluruh member Super Junior menatap heran ke arahnya.

Yeoja itu sempat terperanjat kaget, tapi dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar sebelum menyeringai.

Oppa mengenal Saera? Padahal aku baru mau mengenalkannya.” cetus Hana dengan wajah heran.

Tapi baik Kyuhyun maupun Saera sama sekali tak mengindahkan perkataan Hana tadi, mereka sedang sibuk melempar death glare terbaik yang mereka punya kepada satu sama lain.

Kekesalan Kyuhyun langsung naik ke ubun-ubun lagi melihat Saera. Bisa ditebak? Ya, yeoja itu yang kemarin merebut PSPnya dan menyebabkan ia mengadakan fans service dadakan.

“Hana-ya, siapa dia?” tanya Ryeowook yang otomatis membuat duel death glare Kyuhyun dan Saera berakhir.

Saera tersenyum pada member Suju yang lainnya, “Annyeong haseyo oppadeul, Han Saera imnida. Dongsaeng Hyerin eonni sekaligus antifans Cho Kyuhyun.”

MWO?!” teriak member Suju serempak.

Antifans menyatakan diri secara terang-terangan? Apalagi ini antifans Cho Kyuhyun? Benar-benar berani (atau cari mati?).

Kyuhyun yang shock terdiam sebentar sebelum menatap Saera dengan seringai setan yang bisa membuat semua orang bergidik ngeri. Dia berjalan ke arah Saera dan berdiri di hadapan yeoja itu dengan seringaian yang tak pernah lepas dari wajah tampannya. Saera menantang Kyuhyun lewat tatapan matanya yang tajam, membuat seringaian Kyuhyun bertambah lebar.

Antifansku, huh? Akan kubuat kau mencintaiku!”

Saera merasa dunianya kiamat saat tiba-tiba saja Kyuhyun menarik pinggangnya dan mencuri ciuman pertamanya.

Plak!

***

“Aish, appo.” Kyuhyun mengusap-ngusap pipi merahnya dengan wajah kesal. Tamparan Saera benar-benar keras, seperti dia bukan yeoja saja.

Hyungdeulnya tertawa-tawa melihat kelakuan Kyuhyun, bagi mereka melihat Kyuhyun─yang biasanya dipuja─ditampar dengan tanpa perasaan di depan semua tamu undangan adalah hiburan paling menarik di dunia. Shindong bahkan sampai memegangi perutnya yang terasa tergelitik karena terus-terusan tertawa.

Kyuhyun sekali lagi mendengus, wajah evilnya terlihat sangat suram mendapat perlakuan seperti itu dari hyungnya. Tangannya masih mengelus pipi malangnya dengan lembut tapi matanya kini berpendar ke setiap sudut ruangan ballroom─yang sudah kosong karena acara berakhir 10 menit lalu─berharap bisa menemukan keberadaan yeoja yang telah semena-mena menampar pipi mulusnya.

“Kau bermain dengan manusia sejenismu oppa.” seru Hana sambil memainkan gelas di tangannya. Tawa terus mengalun dari mulut yeoja itu.

“Apa maksudmu? Dan apa-apaan yeoja itu, langsung pergi setelah menamparku! Menyebalkan.”

Tawa meledak lagi memenuhi ballroom yang kosong.

“Kalian berdua sama-sama setan dari neraka, oppa. Dia sedang membasuh bibirnya sejak sejam yang lalu..” Hyerin yang menjawab.

Wajah Kyuhyun tambah merengut mendengar perkataan Hyerin, mulutnya bergumam tak jelas.

Oppa, kalau kau tertarik padanya, berjuanglah. Aku mendukungmu.” imbuh Hyerin sambil tersenyum manis.

Kyuhyun mendelik tajam, apa aku memang tertarik padanya ya?

Sementara di toilet..

“Aish, kapan bibirku akan suci lagi?” rutuk Saera sambil kembali membasuh bibirnya berkali-kali.

Saera benar-benar tak percaya dia bisa mengidolakan evil maknae seperti Kyuhyun. Dulu dia pikir Kyuhyun sangat cool dan lucu karena keevilannya, tapi ketika dia sudah merasakan bagaimana rasanya berhadapan dengan evil seperti Kyuhyun, Saera sekarang benar-benar menyesal pernah mengidolakan Kyuhyun (pantas saja Junsun sangat membenci Kyuhyun dulu).

Ngomong-ngomong soal Junsun, hari ini berarti sudah dua minggu sejak mereka putus. Dan Saera juga tak pernah bertemu dengannya lagi. Saera sedang berjuang melupakan Junsun, dia tak ingin mengingat namja yang telah mencampakkannya seenak hati seperti Junsun. Namja itu tak pantas untuk ia ingat─Saera meringis dalam hati menyadari masih ada sedikit rasa yang tertinggal untuk Junsun, menyebalkan!

Saera menghentikan gerakan tangannya yang membasuh bibir, dia mengangkat kepala dan memandangi bibirnya lewat pantulan cermin.

Namja sialan! maki Saera dalam hati, tangannya kembali membuka air keran. Saera menghabiskan begitu banyak waktu di toilet untuk mensucikan bibirnya lagi. Dan sepanjang waktu itu, hatinya tak berhenti memaki Kyuhyun.

***

Saera terpekur di kantin Seoul University dengan sebuah PSP di tangannya. Mata yeoja itu tak pernah lepas dari pergerakan tokoh visual yang tersaji di depan matanya, gerakan demi gerakan yang dilakonkan oleh tokoh visual itu dijalaninya dengan penuh kesungguhan. Segelas jus stroberi yang menemaninya pun ia abaikan, Saera terlarut dalam dunia imajinasi yang ditawarkan oleh game yang sedang ia mainkan.

“Saera-ya!” pekikan seorang yeoja dari arah pintu masuk kantin berhasil mengaburkan konsentrasi Saera.

Saera berjengit sebentar, kepalanya mendongak untuk melihat siapa yang baru saja memanggilnya. Yeoja itu mencibir pelan melihat Kang Gwanmi─sahabat karibnya sejak semester pertama kuliah─tengah berlari-lari kecil untuk sampai di mejanya.

Gwanmi nyengir lebar saat melihat Saera menatapnya dengan tatapan membunuh karena ia baru saja mencuri minum jus stroberi Saera yang menganggur.

Mianhae Saera-ya, aku haus sekali setelah berlari-lari ke sini.”

Saera mendesah sebentar sebelum wajahnya kembali tertunduk untuk melanjutkan permainan PSPnya, “Nde, kau ini memang sama sekali tak ada perubahan Mi-ya.”

Gwanmi cemberut, tapi dalam hitungan detik matanya melebar teringat akan tujuan dia mencari Saera sebenarnya. “Saera-ya, Kyuhyun oppa benar-benar menciummu kemarin?” tanyanya antusias.

Saera langsung mendelik dari balik PSP yang sedang ia mainkan, pulasan kejadian kemarin berlarian di otaknya hingga Saera merasa ingin membunuh Cho Kyuhyun saat ini juga!

“Jangan bahas itu Mi-ya, kau membuatku semakin nafsu untuk membunuhnya.” desis Saera tanpa mengangkat wajah.

Gwanmi bergidik ngeri mendengar nada suara Saera sebelum senyum kembali tersungging di bibirnya, “Tapi Saera, apa kau tidak merasa beruntung? Yang menciummu itu seorang Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun Super Junior, ingat? Semua yeoja pasti ingin berada di posisimu..”

Saera mematikan game yang sedang ia mainkan dan memandang Gwanmi jengah, “Aku antifans Cho Kyuhyun, ingat?” Aku beruntung sekali pesta pertunangan Hyerin eonni tertutup sehingga adegan ciuman itu tidak tercium media massa. Kalau sampai tercium, habislah aku, tambah Saera dalam hati sembari bergidik membayangkan nasibnya yang entah akan bagaimana kalau media massa sampai mengetahui Cho Kyuhyun menciumnya. Saera bahkan tak yakin saat ini dia masih hidup mengingat betapa buasnya Sparkyu!

“Tapi dulu kau fansnya, sangat fanatik malah.” balas Gwanmi sambil mengernyit, pernyataan Gwanmi berhasil menarik Han Saera kembali ke alam nyata lagi.

Saera meniupi poninya dengan malas, “Dulu, sebelum Junsun memutuskanku gara-gara dia..” desisnya dengan nada marah.

Suara helaan napas tertahan dikeluarkan Gwanmi mendengar perkataan Saera barusan, pikiran yeoja itu melayang-layang pada beberapa waktu yang lalu saat Saera meneleponnya sambil menangis, menceritakan kronologi putusnya ia dari Junsun. Saat itu, Gwanmi tidak bisa berpikir apa-apa lagi selain berlari menuju tempat Saera berada dan menenangkan sahabatnya itu yang tampak sangat menyedihkan. Gwanmi tersentak pelan, matanya menatap Saera lembut.

“Saera-ya, aku sudah bilang berkali-kali kalau itu bukan salah Kyuhyun oppa, kan?” Saera diam, Gwanmi tak peduli, dia kembali meneruskan perkataannya. “Junsun tidak benar-benar mencintaimu, kalau dia benar-benar mencintaimu, Junsun pasti akan tetap mempertahankanmu seberapa fanatiknya pun kau terhadap seseorang.”

Saera tertegun sekarang. Sebagian dari hatinya membenarkan apa yang baru saja terucap dari bibir Gwanmi, tapi bagian hatinya yang lain menolak. Saera masih terlalu egois untuk mengakui kebenaran ucapan Gwanmi.

Helaan napas kembali lolos dari bibir Gwanmi melihat Saera yang sekarang tertegun. “Sudahlah, kalau kau belum bisa menerima ucapanku tidak apa-apa, kau masih punya banyak waktu untuk memikirkannya kembali. Tapi ingatlah, jangan jadikan Kyuhyun oppa kambing hitam atas kekesalanmu pada Junsun terus-menerus, itu tidak baik..”

Ne, eomma..” sahut Saera seenaknya, Gwanmi cemberut, dan itu berhasil membuat Saera tertawa lebar.

Omona! Berhenti memanggilku eomma, dasar evil!” gerutu Gwanmi sembari memukul kepala Saera dengan kertas yang digulungnya, “kau ada kelas lagi setelah ini, Saera-ya?”

Saera mengusap kepalanya dengan bibir mengerucut sebal, dia memberikan death glare pada Gwanmi tapi sama sekali tak digubris karena Gwanmi terlanjur terbiasa dengan death glare Saera. Saera akhirnya menggeleng pelan untuk menjawab pertanyaan Gwanmi tadi.

“Aku juga tidak, pulang bersama yuk?”

Setelah mengangguk setuju, Saera dan Gwanmi berjalan beriringan menuju halte bis terdekat yang ada di depan kampus mereka. Keduanya sesekali tertawa saat menceritakan kegiatan masing-masing yang dianggap lucu. Bis datang dan keduanya naik, mereka mencari kursi kosong untuk ditempati dua orang hingga mereka akhirnya terdampar di kursi panjang paling belakang. Bis berhenti di halte berikutnya, dan di sanalah Gwanmi turun. Yeoja itu melambaikan tangan ke arah Saera sebelum hilang ditelan manusia yang berlomba-lomba untuk keluar.

Saera mendesah pelan setelah Gwanmi turun, yeoja itu mengeluarkan PSP yang tadi dimainkannya dan mulai larut dalam dunianya sendiri. Saera masih punya waktu sepuluh menit sebelum bis berhenti di halte dekat rumahnya.

Tak sampai satu menit, Saera mematikan PSPnya, dia mendesah lagi begitu tahu konsentrasinya telah menguap entah kemana setelah percakapannya dengan Gwanmi tadi. Yeoja itu memejamkan mata sejenak sebelum menatap keluar jendela dengan pikiran berkecamuk.

Bis berhenti. Saera terenyak pelan, dia memandangi sekitar halte dari dalam bis dan buru-buru berdiri. Karena terlalu asyik melamun, Saera hampir saja tak mengenali halte di dekat rumahnya sendiri. Saera menyampirkan tas punggungnya, dia berjalan menyusuri jalan aspal yang dikelilingi pepohonan. Kening yeoja itu mengernyit begitu melihat sebuah Audi hitam terparkir di garasi rumahnya. Tak lama dia mendengus begitu gambaran seseorang tergambar di benaknya. Donghae.

“Aku pulang..” teriak Saera ketika masuk ke dalam rumah, dia mengedarkan pandangan ke sekitar dan matanya terhenti pada seorang namja yang sedang duduk tenang dengan PSP di tangannya. Mata Saera membulat.

“Yak! Donghae oppa, kenapa kau membawa ahjussi mesum itu ke sini?!” teriak Saera marah sambil menunjuk-nunjuk Kyuhyun dengan tangannya.

Merasa ditunjuk, Kyuhyun mendongak lalu menampilkan senyum setannya ke arah Saera. Sedangkan Donghae buru-buru nyengir sambil menyembunyikan wajahnya di balik punggung Hyerin, menghindari tatapan membunuh yang diberikan Saera padanya.

Mianhae Saera-ya, setan itu yang memaksa ikut!”

Saera mendengus, dia memandang Kyuhyun lurus-lurus dengan tatapan tajam, seakan-akan tatapannya bisa menelan Kyuhyun bulat-bulat saat itu juga. Berbanding terbalik dengan Kyuhyun yang sedang menatapnya polos─atau pura-pura polos? Saera tak tahu pastinya, tapi ia benar-benar muak melihat Kyuhyun di rumahnya─dari sofa.

Buncahan kekesalan dan amarah langsung meledak-ledak di hati Saera jika mengingat kejadian kemarin. Kalau saja membunuh orang itu bukanlah sebuah dosa, detik ini juga Saera pasti sudah menyeret Kyuhyun ke dapur. Mengambil pisau daging lantas mencincang tubuh Kyuhyun menjadi balok-balok daging yang kecil, setelah itu dia akan menjadikan daging Kyuhyun sebagai makanan anjingnya. Rencana yang sempurna bukan? Namun benar-benar disayangkan rencana itu pastilah tidak akan pernah terwujud.

Saera melemparkan tatapan tajam pada Kyuhyun sekali lagi sebelum yeoja itu memutar bola matanya lantas melangkah menuju kamar. Bertemu Kyuhyun benar-benar merusak moodnya.

“Saera-ya, kau mau kemana?”

Pertanyaan Hyerin membuat langkah Saera terhenti saat itu juga, yeoja itu memutar badan, menatap eonninya dengan pandangan malas. “Aku mau ke kamar eonni, waeyo?”

Sudut bibir Hyerin melengkung menciptakan sebuah senyuman, “Kau ini tidak sopan sekali, Kyuhyun oppa ke sini ingin bertemu denganmu. Kemarilah, temani dia mengobrol.”

Tatapan Saera berubah horor, bulu kuduknya mendadak berdiri mendengar perkataan Hyerin. Dengan enggan, Saera mengubah arah tatapannya kepada Kyuhyun. Dia bersumpah demi langit dan bumi kalau saat itu Kyuhyun sedang menyeringai ke arahnya. Kepala Saera buru-buru berputar kepada Hyerin lagi.

Aniyo eonni, aku lelah sekali hari ini. Sebaiknya aku naik sekarang.”

“Han. Saera.”

Saera mendengus tertahan mendengar Hyerin memanggil namanya lengkap dengan penekanan, itu adalah salah satu nada berbahaya yang harus Saera hindari jika masih ingin waras. Dengan penuh keengganan, yeoja itu akhirnya mendudukkan diri di sebelah Kyuhyun. Tangannya merogoh tas lalu mengeluarkan PSP tanpa sekali pun melirik ke arah Kyuhyun. Kyuhyun sendiri tampak tidak ambil pusing dengan sikap Saera, sedetik setelah Saera duduk, namja itu pun larut dalam dunianya sendiri.

Beberapa menit terus begitu hingga akhirnya Hyerin dan Donghae meninggalkan keduanya di sana. Saera sempat mendelik ke arah Hyerin dan Donghae sebelum kembali pura-pura tak peduli dan berkonsentrasi pada PSPnya lagi.

Shit! Mereka sengaja! umpat Saera dalam hati.

“Hei, PSP itu seharusnya milikku!” perkataan yang dilontarkan Kyuhyun secara tiba-tiba menginterupsi permainan Saera, Saera menatap Kyuhyun sekilas dan menyahut tak acuh.

“Aku yang membelinya, ahjussi mesum!”

Kyuhyun meringis mendengar panggilan Saera, “Berhenti memanggilku begitu nona Han.” desisnya tak suka.

Saera diam. Kyuhyun mendengus, matanya mengamati penampilan Saera dari bawah ke atas. Yeoja itu benar-benar cuek dengan penampilannya, saat inipun dia hanya memakai jins selutut dan kemeja biru kotak-kotak yang lengannya di gulung sampai siku, sneakers yang membalut kakinya, juga tas gendong yang sama sekali tak manis. Tapi walau pun begitu, Kyuhyun harus mengakui bahwa yeoja itu sangat manis, pesonanya benar-benar kuat.

“Berhenti memandangiku seperti itu, ahjussi mesum.” Saera menyalak marah mendapati Kyuhyun yang tengah memperhatikan dirinya dengan teliti. Risi.

Kyuhyun mendongak, menatap mata Saera secara intens sebelum seringaian setan kembali menghiasi wajah tampannya. “Saera-ya, aku ingin mengajakmu bertanding game dengan taruhan, kau setuju?”

Saera mengernyit, dia mulai merasakan aura-aura hitam yang menguar dari dalam tubuh Cho Kyuhyun. Tapi berusaha tenang, Saera menyahuti ucapan Kyuhyun dengan santai, “Apa taruhannya? Kalau menarik aku ikut.”

Seringaian di wajah Kyuhyun bertambah lebar. “Yang kalah harus mengikuti segala kemauan pemenang selama sebulan, eotteoke?”

***

“Pertama-tama kau harus memanggilku oppa mulai sekarang.”

“Kedua, mulai saat ini sampai bulan depan, kau resmi menjadi kekasihku.”

“Ketiga, sebagai kekasih kau harus datang setiap aku membutuhkanmu.”

Tuhaan, kenapa kau tidak membunuh makhluk bernama Cho Kyuhyun saja? Saera menjerit dalam hati sambil menenggelamkan wajahnya di bantal ketika kata-kata Kyuhyun terus berputar-putar di kepalanya. Yeoja itu benar-benar menyesali kesanggupannya dalam taruhan bodoh seminggu yang lalu. Dia seharusnya tidak terlalu optimis akan menang, Saera seharusnya sadar diri bahwa Kyuhyun jauh lebih hebat dalam bermain game daripada dirinya. Tapi karena terlalu terbawa ego, Saera menyanggupi taruhan itu. Dan hasilnya? Ia kalah telak dari Cho Kyuhyun!

Saera masih ingat dengan jelas bagaimana tawa kemenangan Kyuhyun yang menggema dengan keras saat berhasil mengalahkan Saera. Dan memori Saera berputar kembali ke seminggu belakangan setelah ia resmi menjadi ‘kekasih’ Cho Kyuhyun. Saera rasanya ingin lenyap saat ini juga, menjalin hubungan dengan Kyuhyun serasa hidup di neraka. Namja itu sama sekali tak memandang Saera sebagai kekasih, Saera justru lebih merasa dijadikan pembantu dengan semua kemauan Kyuhyun.

Saera-ya, kau dimana? Cepat ambilkan bajuku di laundry; Saera-ya, kuliahmu sudah beres bukan? Bawakan aku minuman ke dorm; Saera-ya, hari ini temani aku ke KBS studio; dan berbagai macam kemauan Kyuhyun yang nyaris membuatnya gila.

Hell! Dia benar-benar dijadikan pembantu oleh tuan muda Cho Kyuhyun! Saera terus saja merutuki Kyuhyun dalam hati. Cho Kyuhyun benar-benar membawa bencana dalam hidupnya. Dimulai dari hubungannya dengan Junsun yang berakhir begitu saja, dilanjutkan perebutan PSP, lalu terenggutnya ciuman pertama Saera, dan berakhir dengan dia yang menjadi kekasih Kyuhyun. Benar-benar bencana yang dengan amat terpaksa Saera hadapi, dan yang paling parah dari bencana-bencana itu adalah Hyerin dan Gwanmi malah mendukung hubungannya dengan Kyuhyun.

Saera menegakkan tubuh, dia menghela napas berulang-ulang mengingat hal-hal apa saja yang menimpanya belakangan ini. Saera memukul bantal kesal, setelah rasa kesalnya sedikit memudar, dia membanting tubuhnya dan tidur tengkurap di kasur. Saera ingin tidur sekarang, mungkin dengan tidur dia bisa melupakan kejadian tak mengenakkan yang menimpanya akhir-akhir ini.

Mata Saera baru saja akan terpejam sempurna saat tiba-tiba saja iPhonenya berdering, menandakan ada sebuah pesan yang baru saja masuk. Yeoja itu meraba-raba kasur, setelah menemukan iPhonenya dia bergegas membuka pesan yang baru saja diterima dan matanya langsung membelalak maksimal.

From: Ahjussi mesum
Belikan aku kopi di kafenya Yesung hyung, antarkan ke dorm. SEKARANG!

“CHO KYUHYUN!” teriak Saera frustasi di kamarnya.

***

Sungmin mengelap keringat dengan handuk sambil mengatur napasnya yang terengah-engah sehabis latihan. Namja berwajah aegyo itu mendudukkan diri di sebelah Kyuhyun yang tengah menyeringai memandangi iPhone di tangannya. Sungmin memanjangkan leher, menengok apa yang bisa membuat seorang evil maknae seperti Kyuhyun menyeringai, dan namja itu menghela napas panjang begitu mengetahui alasan Kyuhyun.

“Mengerjai Saera lagi, eoh?” tanya Sungmin tak habis pikir.

Kyuhyun memasukkan iPhone ke saku, meraih PSP di samping tubuhnya dan mulai memainkan game dengan seringai yang tidak lepas dari bibirnya. “Kau tidak perlu bertanya kan, hyung?”

Sungmin kembali menghela napas, “Kau benar-benar menyukainya kan Kyu? Kenapa kau memperlakukannya seperti itu?”

“Ugh,” Kyuhyun mempause gamenya, memandang ke arah Sungmin. Sinar matanya yang biasa terlihat jail meredup digantikan sinar bingung. “Hyung, aku memang menyukainya─ani, aku sudah jatuh cinta padanya─tapi melihat wajah kesalnya sangat menyenangkan, lagipula aku juga tidak tahu harus bagaimana menunjukkan perasaanku. Kau tahu aku bukan tipe namja romantis seperti Donghae hyung, aku juga bukan namja perhatian seperti Eunhyuk hyung, aku juga─”

Sungmin segera membekap mulut Kyuhyun sebelum perkataan namja itu semakin melantur kemana-mana. “Berhenti Kyu, kau ini.” desis Sungmin sambil melepaskan bekapannya saat merasa Kyuhyun memberontak.

Kyuhyun langsung menatap Sungmin sengit dan Sungmin membalas dengan tak kalah sengit. “Kau itu seharusnya memperbaiki sikapmu jika ingin Saera berubah menyukaimu, kau tahu, dia akan semakin mantap menjadi antifansmu kalau sikapmu sama sekali tak berubah.” tutur Sungmin menasehati dongsaeng yang paling dekat dengannya sebelum berdiri dan berlalu dari hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun sendiri langsung termangu mendengar nasihat bijak Sungmin, pikirannya penuh dengan bayang-bayang wajah Saera selama di dekatnya. Memang Saera tidak pernah menunjukkan wajah bahagia, yeoja itu justru selalu menunjukkan wajah kesal. Apa Kyuhyun benar-benar harus merubah sikapnya, ya?

Kyuhyun menengokkan kepala ke arah pintu masuk begitu mendengar suara gaduh, senyum tipis tapi tulus─bukan senyum evilnya yang biasa─terkembang begitu saja melihat Saera yang masuk ke dalam beberapa saat kemudian.

“Ini kopimu, puas?!” seru Saera jengkel sambil menyodorkan kopi dalam cup ke arah Kyuhyun.

Ne,” sahut Kyuhyun pendek, dia menyesap sedikit kopi itu dengan mata yang tak lepas dari wajah kesal Saera.

“Apa lagi yang kau butuhkan?” tanya Saera dengan nada jengkel yang tidak hilang. Yeoja itu balas menatap Kyuhyun dan tiba-tiba saja tercenung melihat tatapan Kyuhyun yang begitu lembut.

Saera buru-buru memalingkan wajah saat merasa jantungnya berdetak tak normal melihat tatapan Kyuhyun yang berbeda dari biasanya. Kyuhyun memang tak pernah menatap dia seperti ini sebelumnya.

“Duduklah dulu, setelah latihan selesai aku akan meneraktirmu makan siang..” pinta Kyuhyun dengan nada lembut. Tangannya menggapai tangan Saera dan menuntun yeoja itu untuk duduk di sampingnya. Beberapa saat setelah Saera duduk, Kyuhyun berdiri lalu melanjutkan sesi latihannya bersama member Suju yang lain.

Selama latihan berlangsung, Saera merasa benar-benar aneh pada dirinya sendiri yang tidak bisa berhenti mengamati Kyuhyun. Matanya seolah-olah hanya terpaku pada Kyuhyun, katakan saja Saera sudah gila. Tapi… dia merasa Kyuhyun terlihat sangat keren saat sedang serius.

Saera langsung tersentak dengan pemikirannya sendiri, yeoja itu buru-buru menampar pipinya pelan agar tersadar dan tidak berpikir macam-macam lagi. Saera langsung mencari kesibukan dengan memainkan PSP Kyuhyun setelah kesadaran menampar batinnya berulang-ulang, Saera berkeras menyangkal kalau saat itu jantungnya kembali berdetak abnormal.

Satu jam kemudian Kyuhyun selesai dengan latihannya. Namja itu berjalan mendekati Saera yang tengah tertidur. Rasa lelah yang bersarang di tubuhnya perlahan memudar melihat betapa polos dan manisnya Saera saat tertidur, tidak seperti saat terbangun yang selalu memasang wajah galak. Seulas senyum tulus tanpa sadar kembali menghiasi bibir Kyuhyun. Tangan Kyuhyun terangkat dan membelai pipi Saera dengan lembut, matanya memancarkan sebuah sinar yang selama ini tidak pernah diperlihatkan seorang evil Kyu. Tatapan penuh kasih.

“Kau tahu? Kau terlihat manis saat tidur seperti ini..” gumam Kyuhyun sebelum dia mendaratkan sebuah ciuman di kening Saera dengan lembut.

***

Saera memandang jajangmyeon di hadapannya dengan tidak berselera. Nafsu makannya belakangan memburuk entah kenapa. Sekarang sudah memasuki akhir bulan, itu berarti dia sebentar lagi akan terbebas dari jeratan Kyuhyun. Namun entah mengapa, Saera merasa ada yang salah dengan hatinya. Seharusnya dia senang kan? Mengapa sekarang ia justru merasa gelisah ketika sadar hubungan ‘terpaksa’nya dengan Kyuhyun akan segera berakhir?

Apakah ia sudah terlanjur jatuh dalam pesona Kyuhyun? Saera langsung berjengit pelan atas pemikirannya barusan, yeoja itu menggeleng-gelengkan kepala menolak gagasan tak masuk akal tersebut. Sikap Kyuhyun memang perlahan membaik setelah satu minggu menjalani hubungan dengannya─walau kadang dia tetap saja menyebalkan dengan sikap evilnya─tapi bukan berarti ia semudah itu terjerat pesona Kyuhyun kan?

Tidak, tidak. Saera adalah antifans Cho Kyuhyun, dia tak akan pernah mau berbalik menjadi fans Kyuhyun lagi walaupun bukan salah Kyuhyun kalau Junsun sampai mencampakkannya. Dia tetap akan menjadi antifans Cho Kyuhyun karena sikapnya yang menyebalkan. Ya, seperti itu. Saera mengangguk setuju atas gagasannya kali ini, senyum tipis langsung menghiasi bibirnya setelah itu, namun senyum itu memudar di detik kelima. Saera merasa ada bagian hatinya yang meronta, meminta ia mengakui sesuatu.

“Ugh, mianhae aku terlambat Saera-ya.”

Saera menghentikan pergulatan yang sedang terjadi di dalam hatinya mendengar suara Gwanmi, dia mengangkat wajah dan memberikan seulas senyum pada sahabat terbaiknya itu.

Ne, gwaenchana. Aku sudah terbiasa.”

Gwanmi langsung mengerucutkan bibirnya sebal, “Aish, kau ini.” gerutunya pelan, Saera hanya terkekeh melihat tingkah Gwanmi yang tidak pernah berubah jika ia sudah menjailinya.

Tanpa mempedulikan Saera yang masih terkekeh karena dia, Gwanmi memesan jus melon dan jajangmyeon seperti yang Saera pesan. Setelah pesanannya sampai di meja, Gwanmi menyeruput isi gelasnya sebentar lantas menatap Saera serius.

“Jadi Saera-ya, apa yang ingin kau katakan padaku, hm?” tanyanya dengan tangan yang mulai menyumpit jajangmyeonnya, matanya tak lepas dari Saera.

Saera balas menatap Gwanmi, yeoja itu menggigit bibirnya ragu-ragu sebelum menyuarakan tujuannya mengajak Gwanmi bertemu di sini. “Mi-ya, aku mulai berpikir bahwa apa yang kau katakan waktu itu benar.”

Gwanmi berhenti menyumpit jajangmyeonnya, yeoja itu menatap Saera sambil mengangkat sebelah alisnya tak mengerti. “Perkataanku yang mana?”

“Soal Junsun..” jawab Saera pelan, kepalanya tertunduk ke bawah.

“Ooh,” sahut Gwanmi datar, “kau baru sadar sekarang, huh?”

Saera memainkan tangannya di bawah meja kemudian menganggukkan kepalanya ragu, Gwanmi langsung tertawa, membuat Saera mendongak dan memandang sebal ke arah sahabatnya itu.

“Aku sudah bilang dari dulu itu bukan salah Kyuhyun oppa, dasar keras kepala!” ledek Gwanmi di sela-sela tawanya, “jadi sekarang kau bukan antifans Cho Kyuhyun lagi, hm?”

“Tentu saja tidak,” sergah Saera cepat, “aku masih antifansnya, apalagi setelah tahu kelakuan evil Cho Kyuhyun yang sebenarnya. Aku hanya mengakui kalau Junsun mencampakkanku itu bukan karena salahnya, hanya itu.”

Gwanmi memutar bola matanya jengah melihat Saera yang berusaha menyangkal isi hatinya, “Saera-ya, berhenti membohongi isi hatimu. Aku tahu kau sebenarnya hanya tak mau mengakui kalau Kyuhyun oppa diam-diam sudah membuatmu jatuh cinta selama sebulan ini.”

Saera menelan ludahnya gugup, dia menatap Gwanmi dengan aneh. Otaknya menyuruh Saera agar segera berteriak menyangkal perkiraan Gwanmi, tapi suara Saera tiba-tiba saja tersangkut di tenggorokan, yeoja itu merasa lidahnya terlalu kelu hanya untuk sekadar menyuarakan sebuah penyangkalan, maka yang bisa dilakukannya saat ini hanyalah diam.

Sudut bibir Gwanmi tertarik ke atas membentuk sebuah senyum penuh kemenangan.

“Lihat, kau bahkan tak bisa menyangkal asumsiku, Han Saera.”

Setelah terdiam beberapa saat mengumpulkan nyawanya kembali, Saera menyahuti perkataan Gwanmi dengan nada jengkel. “Sudahlah, kau menyebalkan! Dengar, aku tidak jatuh cinta pada evil itu! Lagipula kau tahu? Ini hari terakhirku menjadi kekasihnya, dan itu artinya mulai besok aku bebas!” Saera pura-pura memasang wajah bahagia di akhir kalimatnya, membuat Gwanmi mendesah sambil mengedikkan bahu pasrah.

“Hari terakhir ya?” gumam Gwanmi sambil menggigiti sumpitnya, “baiklah kalau kau belum bisa mengakui perasaanmu sekarang, tapi jangan sampai terlambat menyadarinya, nanti kau menyesal.”

Saera tak menjawab, hanya tertegun menelaah kata demi kata yang dikeluarkan Gwanmi.

***

Kyuhyun memandangi kalender di kamarnya dengan gelisah. Sekarang tanggal 30 Juni, itu artinya sudah sebulan sejak Saera menjalani taruhan yang mereka buat dan tepat pada hari ini, taruhan mereka akan berakhir. Kyuhyun harus melepaskan Saera walaupun dia tak mau.

Kyuhyun membanting dirinya ke kasur, dia mengeluarkan iPhone lantas memandangi foto Saera yang dia ambil secara diam-diam. Kyuhyun tak pernah menyangka bahwa dia akan jatuh cinta sedalam ini pada yeoja yang terang-terangan mengaku sebagai antifansnya itu. Well, awalnya Kyuhyun hanya tertarik pada keperibadian Saera yang begitu berani dalam menyatakan bahwa dia adalah antifansnya secara terang-terangan, tapi begitu dijalani, rasa tertarik itu berkembang menjadi sesuatu yang dinamakan cinta.

Beberapa detik terlewat dan Kyuhyun hanya bisa termenung di kasurnya, dia mereview ulang semua kejadian yang telah dia lalui bersama Saera, dan itu berhasil membuatnya tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila. Kyuhyun masih ingat bagaimana keras kepalanya ia dan Saera waktu memperebutkan PSP di mall, Kyuhyun juga masih ingat bagaimana rasanya berciuman dengan Saera (mengingat yang ini, Kyuhyun benar-benar merasa gila sebab waktu itu dia mencium yeoja tanpa pikir panjang), wajah kesal Saera yang manis tiap dia kerjaipun berputar-putar di kepalanya sampai kejadian-kejadian yang terjadi kemarin.

Kyuhyun harus mengakui bahwa apa yang dikatakan Sungmin tempo hari memang benar. Setelah dia mengubah sikapnya pelan-pelan agar tidak terlalu menyebalkan di mata Saera, hubungan keduanya semakin membaik. Saera tak lagi memberikan tatapan sebal atau jengah tiap bertemu Kyuhyun, walaupun yeoja itu masih jarang tersenyum padanya, tapi bagi Kyuhyun itu sudah cukup.

Mata Kyuhyun terpejam sesaat seiring dengan senyumnya yang meluntur. Dia mencintai Han Saera, dan ini pertama kalinya ia jatuh cinta sedalam ini pada seorang yeoja. Sadar tidak sadar, selama sebulan ini Saera telah menjadi bagian terpenting dalam hidup Kyuhyun. Yeoja itu sudah seperti oksigen baginya, dimana Kyuhyun akan merasa sesak kalau ia sampai kehilangan oksigennya. Ia ingin memiliki Saera bukan hanya satu bulan ini, tapi selamanya. Salahkan perasaan ini?

Batin Kyuhyun berteriak itu tidak salah, tetapi logikanya berteriak bahwa ia egois kalau Kyuhyun hanya memikirkan perasaannya. Mungkin Kyuhyun memang sangat mencintai Saera, tapi bagaimana dengan yeoja itu sendiri? Apakah ia juga mencintai Kyuhyun? Jawabannya jelas tidak, bukan? Han Saera adalah antifansnya! Kalau Kyuhyun benar-benar mencintai Saera, dia tidak boleh egois. Dia harusnya rela melepas Saera kalau yeoja itu memang tidak bahagia bersamanya. Ya, dia harus melepasnya sesakit apapun rasa yang harus ia terima nanti.

Kyuhyun membuka mata, diliriknya jam dinding yang sekarang menunjukkan jam 5 sore. Dia mendesah berat, setelah memantapkan hatinya, Kyuhyun membuka phonebook di iPhonenya dan menghubungi satu nama yang akan ia lepas sebentar lagi.

Yeoboseyo..” sapa Kyuhyun lirih, “ne, ini hari terakhirmu, kau senang bukan?” Kyuhyun memaksakan diri untuk ikut terkekeh mendengar nada bahagia yang dikeluarkan Saera di ujung sana. “Saera-ya, sebagai perpisahan aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Kau mau?”

Hening sebentar. Saera tak menyahut apa-apa, Kyuhyun kembali mendesah. “Kalau kau tidak mau─kau mau?” senyum Kyuhyun mengembang, “ne, aku tunggu di taman depan SMent setengah jam lagi, arraseo?”

Klik. Sambungan terputus setelah Saera mengatakan ‘ne’. Kyuhyun memandangi wallpaper iPhonenya dengan senyum getir yang membuatnya terlihat menyedihkan.

“Aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi setelah ini, Saera-ya.”

***

“Itu tadi Kyuhyun oppa?” tanya Gwanmi dengan mangkuk jajangmyeon yang sudah bersih.

Saera yang masih memandangi iPhonenya walaupun sambungan sudah terputus menoleh kearah yeoja itu, senyum tipisnya terukir dengan pahit. Entah mengapa mendengar kata ‘hari terakhir’ dari mulut Kyuhyun langsung membuat Saera merasa dadanya sesak tiba-tiba. Saera tak mengerti kenapa, tapi dia merasa sakit.

“Apa yang dia katakan?” tanya Gwanmi lagi.

Saera menghela napas sebentar sebelum menjawab, “Dia hanya ingin jalan-jalan denganku untuk menghabiskan hari terakhir kami..”

“Kalau begitu pergilah, jangan buat Kyuhyun oppa menunggu lama.”

Saera memandang Gwanmi ragu, dia merasa pikirannya sekarang sangat kacau untuk bertemu dengan Kyuhyun. Saera mengangguk ragu sebelum berdiri dari duduknya, dia pamit pada Gwanmi dan keluar dari kafe itu untuk mencari taksi yang bisa mengantarnya ke SMent.

Saera turun dari taksi 15 menit kemudian. Yeoja itu terdiam sebentar di depan gedung SMent sambil mengulur napas lamat-lamat. Dia berusaha menenangkan jantungnya yang entah sejak kapan berdetak sangat cepat begitu wajah Kyuhyun yang menantinya terbayang.

Setelah memantapkan hati, Saera berjalan menuju taman depan gedung SMent. Begitu matanya menangkap sosok bayangan Kyuhyun di salah satu bangku taman, Saera merapal doa dalam hati semoga jantungnya baik-baik saja.

“Mau mengajakku kemana?” tanya Saera dengan nada datar.

Kyuhyun yang tengah menunduk menoleh, senyum tipis penuh kepahitan terpeta di bibirnya. “Mau ke taman bermain?”

Saera mengerutkan kening mendengar usulan yang diajukan Kyuhyun. Saera tersentak saat sebuah tangan tiba-tiba saja menggenggam jemarinya dengan lembut, spontan yeoja itu menoleh ke sebelah kiri dan dia mendapati Kyuhyun tengah berdiri di sebelahnya dengan mata yang memandang lurus ke arah Saera. Tatapan itu lagi, tatapan lembut yang terasa begitu tulus. Saera hampir saja lupa bagaimana caranya bernapas mendapati tatapan Kyuhyun yang seperti itu padanya.

“Kau terlalu lama berpikir, ayo pergi. Dasar lamban!” ledek Kyuhyun sembari menyentil hidung Saera pelan, senyum evilnya terkembang lagi membuat Saera menggerutu.

“Yak! Kalau akhirnya memutuskan sendiri mengapa harus bertanya padaku?” gerutunya sambil mengusap hidung.

Kyuhyun terkekeh senang tapi tak menanggapi gerutuan Saera barusan. Namja itu malah menarik tangan Saera lembut membawanya beranjak dari sana.

Saera diam-diam mengulum senyum melihat tangannya dan tangan Kyuhyun yang saling bertautan lembut. Dia merasakan kenyaman dari tautan jemari mereka, Saera merasa ada kehangatan yang mengalir dari sana dan naik menyentuh hatinya. Dia menikmatinya, termasuk desiran halus yang merayap setiap Kyuhyun ada di dekatnya.

***

Saera terus tertawa sepanjang hari itu, dia merasa sangat bahagia. Rasa penat, gelisah, dan bimbang yang mengisi hatinya belakangan langsung menguap digantikan kesenangan. Saera merasa sangat lepas dan bebas hari ini, beban pikirannya benar-benar musnah dalam sekejap. Tak berbeda jauh dengan Kyuhyun yang juga tampak sangat bahagia, namja itu sejenak melupakan kesedihannya yang harus melepas Saera jika melihat tawa yeoja itu yang terus mengalun sepanjang hari ini. Kyuhyun sangat bersyukur bisa melihatnya, walaupun mungkin ini adalah yang terakhir.

Sepanjang hari itu, tak sedetikpun Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya pada Saera.

Hari sudah beranjak malam ketika semua wahana sudah mereka coba. Mereka berdua kini tengah berjalan menuju pintu keluar dengan tawa yang masih mengalun.

“Kau harusnya melihat wajahmu saat ada di puncak bianglala oppa..” ledek Saera sambil mengingat-ingat ekspresi Kyuhyun tadi dan hal itu sontak membuatnya tertawa.

Kyuhyun ikut tertawa membayangkan wajahnya tadi, tapi tawanya mendadak berhenti saat Saera menghentikan langkah secara tiba-tiba. Namja itu mengernyit, menatap Saera tak mengerti sebelum ikut memandang objek yang membuat Saera sampai menghentikan langkah di depan mereka.

Saera menahan napas beberapa detik melihat objek yang berhasil membuatnya membeku.

Junsun, yang tengah berciuman dengan seorang yeoja.

Saera mengembuskan napas lamat-lamat, lantas tersentak kaget saat tiba-tiba saja Kyuhyun menariknya ke dalam sebuah pelukan. Saera kembali membeku dengan jantung yang berdebar keras.

“Menangislah, kau masih mencintai mantan kekasihmu itu kan?” ujar Kyuhyun dengan nada pahit. Dia memang sudah mengetahui bagaimana asal mulanya Saera bisa menjadi antifansnya dari Hyerin, tapi melihat langsung bagaimana ekspresi Saera melihat Junsun, membuat kepahitannya menjadi berkali-kali lipat.

Saera tersenyum kecil sambil membenamkan wajahnya di dada Kyuhyun. Kyuhyun tampaknya salah paham, Saera mengembuskan napas dengan ekspresi pahit bukan karena dia sakit hati, Saera hanya merasa kecewa karena ternyata alasan Junsun ingin berpisah dengan dia yang sebenarnya adalah karena kehadiran yeoja itu. Melihat Junsun mencium yeoja lain sama sekali tak membuatnya sakit hati, entah bagaimana caranya, Saera telah melupakan Junsun. Namja itu telah terhapus dari hatinya begitu saja, tergantikan oleh orang lain. Senyum Saera terkembang lebih lebar memikirkannya.

“Hei, kenapa kau tidak menangis?” Kyuhyun melepas pelukannya dengan heran.

Saera terkekeh pelan, tangannya mencubit pipi Kyuhyun dengan gemas. “Bodoh! Kenapa aku harus menangis?” tanyanya sambil tersenyum evil, “ayo pulang, Hyerin eonni bisa memarahiku!” imbuhnya kemudian seraya menarik tangan Kyuhyun yang hanya bisa terlolong melihat kelakuan Saera.

Keduanya berjalan dalam diam menuju rumah Saera yang tidak jauh dari taman bermain itu. Menikmati keheningan yang terasa begitu damai. Di depan pagar rumah Saera, keduanya berhenti. Kyuhyun menghela napas panjang sambil melepaskan tautan jemari mereka, ia tahu ini saatnya semua berakhir. Setelah malam ini berlalu dia tak akan bisa melihat Saera lagi.

Saera ikut menghela napas panjang saat kehangatan yang menyusup lewat genggaman tangan Kyuhyun harus berakhir, dia mendongak menatap Kyuhyun sambil mencoba mengulas seulas senyuman walaupun sangat berat.

Gomawo untuk hari ini oppa..”

Kyuhyun menunduk sedikit untuk melihat Saera yang memang lebih pendek darinya, “Cheonmaneyo.. Sesuai perjanjian, mulai besok kau tidak usah menuruti semua keinginanku lagi. Taruhan kita berakhir.”

Deg!

Senyum Saera luntur detik itu juga, matanya memandang mata Kyuhyun dengan tatapan sulit diartikan. Terlalu banyak campuran perasaan yang kini bergejolak di hati Saera mendengar pernyataan Kyuhyun barusan.

Kyuhyun menghela napas lagi sebelum tangannya tergerak untuk membelai pipi Saera, “Mianhae atas segala sikap menyebalkanku selama sebulan ini, kau tahu, aku bersikap seperti itu karena aku tidak tahu bagaimana caranya mengungkapkan perasaanku padamu..” Kyuhyun tertawa pahit, menertawakan sikap bodohnya selama ini. “Kau mungkin tidak akan percaya, tapi… saranghae Han Saera. Jeongmal saranghaeyo..”

Saera membeku seketika. Degupan jantungnya semakin menggila mendengar kata-kata sederhana yang diucapkan Kyuhyun. Matanya memandang mata Kyuhyun dalam-dalam, mencoba menyelami isi bola mata kecokelatan milik Kyuhyun, mencoba mencari kebohongan dari setiap kata-katanya. Saera tersentak, dia tidak bisa menemukan kebohongan yang terpancar lewat mata Cho Kyuhyun, yang bisa dia temukan hanya ketulusan.

Saera mendadak merasa oksigen di sekitarnya menghilang entah kemana hingga ia kesulitan bernapas, “Oppa, aku─”

Ne, aku tahu kau sama sekali tak bisa membalas perasaanku. Aku mengerti Saera-ya, aku hanya ingin kau tahu, itu saja..” sela Kyuhyun cepat-cepat, dia tidak ingin mendengar penolakan itu langsung dari bibir Saera sendiri. Rasanya pasti akan sangat sakit, Kyuhyun tak mau itu terjadi.

“Aku pulang dulu, annyeong..” pamit Kyuhyun, namja itu membalikkan badannya dan mulai melangkah menjauhi Saera.

Saera masih membeku, dia memandangi punggung Kyuhyun yang semakin menjauh dengan perasaan tak menentu. Saera merasa ada yang berdenyut nyeri di sudut hatinya melihat Kyuhyun menjauh, ada yang meronta memintanya bertindak sekarang juga. Dan detik itu, Saera langsung tersentak begitu kata-kata Gwanmi berputar bagai kaset rusak di kepalanya.

“baiklah kalau kau belum bisa mengakui perasaanmu sekarang, tapi jangan sampai terlambat menyadarinya, nanti kau menyesal.”

“CHO KYUHYUN!” teriak Saera tanpa sadar.

Merasa dipanggil, Kyuhyun menghentikan langkahnya, namja itu menghela napas berulang-ulang sebelum berani membalikkan tubuhnya untuk melihat Saera yang baru saja berteriak memanggil namanya.

Kyuhyun merasa bagai bermimpi saat Saera tiba-tiba saja memeluk tubuhnya dengan erat.

Nado oppa, nado saranghae..” ucap Saera berulang-ulang dalam pelukan Kyuhyun.

Kyuhyun masih termangu tak percaya, dia bisa merasakan hatinya melonjak kegirangan mendengar perkataan Saera barusan. Kalaupun ini mimpi, Kyuhyun bersumpah ini adalah mimpi terindah yang pernah ia dapatkan seumur hidupnya.

“Saera-ya, jangan bercanda! Kau antifansku kan? Jangan berkata begitu untuk menghiburku,” tukas Kyuhyun tiba-tiba.  Tidak, tidak. Kyuhyun tidak ingin terjebak dalam kebahagiaan semu, dia tidak ingin terbang tinggi lantas terhempas jatuh begitu saja.

Saera mendengus, melepaskan pelukannya dan memandang Kyuhyun kesal, “Jadi kau tidak percaya oppa? Kau lebih suka aku membencimu daripada mencintaimu?”

Kyuhyun buru-buru menggeleng panik, “Bukan begitu, hanya saja.. kau tidak menjadikan aku pelarianmu kan?”

Saera memutar bola mata malas, lalu mengembuskan napas perlahan sebelum menyahut, “Oppa, aku bahkan sudah melupakan Junsun sejak lama. Kau tahu? Kehadiranmu diam-diam menghapus nama Junsun dari hatiku dengan pasti. Mianhae aku baru menyadarinya saat kau bilang semuanya berakhir.”

Kyuhyun langsung merasa ringan mendengarnya, beban yag selama ini bergumul di hatinya terasa terangkat begitu saja. Kyuhyun tak bisa menyembunyikan senyumnya yang langsung terpampang dengan lebar, namja itu memandang Saera dengan mata yang berbinar penuh semangat.

“Katakan sekali lagi, Saera-ya..”

Saera terkekeh kecil melihat reaksi Kyuhyun, “Saranghae oppa..”

Kyuhyun langsung tertawa bahagia, “Sudah kubilang kau akan mencintaiku..” serunya antusias sebelum seringai setannya yang biasa kembali menghiasi wajah tampan Kyuhyun.

Melihat adanya bahaya, Saera langsung memelototi Kyuhyun. “Kau mau apa oppa?”

“Memang apa yang akan kulakukan padamu, hm?” tanya Kyuhyun dengan nada menggoda, dia tiba-tiba saja menarik pinggang Saera mendekat hingga Saera harus menahan napas karena jarak mereka yang terlalu dekat.

Saera baru saja akan menyerukan protes karena jarak mereka saat Kyuhyun tiba-tiba saja mencium bibirnya dengan lembut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar