Dingin merayap dalam sepi
Membekukan hati yang telah mati
Membuka luka hati yang dulu ternganga lebar
Mencabik rasa yang telah tak tersisa
Meremukan sisa kepingan hati hingga menjadi debu
Menghapus cucuran air mata dalam duka
Merenggut isak yang tersisa dengan paksa
Mengikat senyum dalam gelap
Membungkam tawa tanpa rasa
Tubuhku teras kebas
Dibanting pun aku takkan merasa
Semua karena satu orang
Karena kamu
Kamu pergi,
Membawa hati dan jiwaku bersamamu
Meninggalkan aku dalam raga tak berperasa
Banyak orang mengulurkan tangan padaku
Tapi tangan itu kutepis tanpa ragu
Banyak orang ingin membuatku tersenyum
Tapi mereka tak mampu
Karena hanya kamu yang kutahu mampu
Banyak orang menawarkan bahagia padaku
Tapi aku malah bergeming tak tahu diri
Karena aku tak munafik
Aku hanya ingin kamu
Tapi kamu memang manusia paling buta sedunia
Tapi kamu memang manusia paling tuli sedunia
Tapi kamu memang manusia paling bisu sedunia
Kamu menutup mata rapat-rapat
Menutup kupingmu dengan erat
Mengunci bibirmu lantas membuang kuncinya jauh-jauh
Tak sedikit pun hatimu tergerak
Kamu malah semakin bergeming akan diriku disini
Kamu membuatku berharap dalam keraguan
Kamu membuatku menunggu tanpa kepastian
Membunuh hati yang kupunya dengan perlahan
Kadang, aku berpikir satu hal yang menggelitik
Yang entah terdengar kejam atau apa
Tapi ini benar
Ini yang selalu menggelitik pikiranku
Memaksa hatiku yang tak rela untuk setuju saja
Karena aku sudah lelah
Lelah menunggumu disini
Kenapa kamu tak mati saja sayang?
Agar kudisini berhenti berharap dan menunggu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar